23 September 2005

Mencari Pemecahan Alternatif untuk Warnet

(Suara Merdeka – Suplemen Teknologi Informasi 23 September 2005)

Kekhawatiran akan razia software ilegal telah menurunkan minat pembeli komputer di berbagai daerah. Sebagian besar toko komputer yang semula memberikan fasilitas instalasi perangkat lunak (software) secara gratis dalam setiap pembelian komputer, kini tidak lagi dapat berbuat banyak. Semua komputer lokal dijual dalam kondisi “kosongan” yang artinya tidak lagi disertai dengan instalasi software bajakan. Apabila konsumen menginginkan, maka software asli dengan harga puluhan sampai ratusan dolar Amerika akan ditawarkan kepadanya. Harga tersebut dianggap terlalu tinggi bagi konsumen awam karena seringkali melebihi harga komputer yang dibelinya.
Kalaupun ada toko komputer yang nekat memberikan layanan instalasi software bajakan, prosedurnya sangat rumit dan sembunyi-sembunyi. Prosedur instalasi software bajakan sudah menjadi mirip dengan operasi intelijen James Bond yang sering Anda tonton dalam film-film action. Apabila ketahuan, maka karyawan yang bersangkutan akan memikul tanggung jawabnya sendiri, sedangkan toko komputer tidak akan mengakui pernah memberikan tugas ilegal tersebut. Alhasil, kerumitan tersebut membuat konsumen mengambil sikap menunggu dan berharap kebijakan ini akan berlalu dan terlupakan, seperti halnya kebijakan serupa pada beberapa tahun yang lalu. Tetapi sampai kapankah?
Saat ini konsumen belum dapat menerima software alternatif selain Windows. Selain dianggap sulit, terdapat persepsi bahwa software alternatif tidak banyak memberikan variasi program alias sangat terbatas. Bahkan hal ini diperburuk dengan penguasaan pengetahuan komputer yang lemah dari para penjual komputer. Karena masing-masing penjual telah menginstal sistem operasi yang sama selama beberapa tahun, maka hanya sistem operasi tersebut yang dianggap paling mudah. Kebiasaannya melakukan instalasi sistem operasi yang sama selama beberapa tahun telah membuatnya ahli dalam instalasi satu jenis sistem operasi saja. Ketika terdapat alternatif dan memerlukan proses belajar lagi, maka ia akan kehilangan kehebatannya yang telah dibiasakan selama bertahun-tahun.

Anto, seorang teknisi toko komputer pernah bercerita bahwa ia dapat menginstal sistem operasi Windows dengan sangat lengkap dan menarik sehingga konsumen akan terkagum-kagum melihatnya. Berbagai software telah dipersiapkan dalam satu kotak CDROM agar ia dapat menginstal berbagai program untuk menjalankan musik dan film dalam bentuk VCD/DVD, melihat gambar, keperluan mengetik, dan masih banyak lagi. Belum lagi ditambah dengan koleksi lagu-lagu MP3, gambar latar belakang (wallpaper) dan koleksi desktop themes untuk memperindah tampilan. Sehingga ketika komputer diserahkan ke konsumen, tampilan Windows sudah tampak indah dan lengkap untuk semua keperluan pengguna.
Dengan adanya kebijakan baru dari perusahaannya untuk tidak memberikan layanan instalasi software bajakan, ia tidak dapat lagi membanggakan keahlian yang sudah terkemas dalam satu kotak CDROM tersebut. Perangkat CDROM instalasinya sudah tidak boleh muncul lagi di ruang kerjanya. Bahkan dirinya nyaris dipindahkan ke bagian lain seandainya pimpinannya tidak mengetahui jika ia dapat menginstalasi sistem operasi lain. Meskipun tidak seahli pada saat menginstalasi Windows, sistem operasi lain yang di-instal pada komputer showroom telah membuat tempat kerjanya lolos ketika ada razia.
Lolos dari razia bukan karena menggunakan sistem operasi selain Windows, tetapi karena legalitas software yang digunakan. Linux merupakan salah satu alternatif software selain Windows yang saat ini sedang populer. Selain gratis, sebagaian besar distribusi Linux tetap legal meskipun digandakan. Meskipun belum mendominasi seperti halnya Windows, Linux telah mulai dibicarakan sebagai pengganti sistem operasi sebelumnya apabila konsumen tidak mempunyai cukup dana untuk membeli Windows dan program pendukungnya. Dalam posisi underdog, Linux tidak mempunyai beban untuk memenangi kompetisi dengan Windows meskipun dipandang mempunyai kemampuan yang lebih bagus dibandingkan lawannya. Namun dalam dunia ekonomi, dominasi pemasaran seringkali jauh lebih berkuasa dibandingkan dengan keunggulan.

Alternatif Semudah Windows
Tetapi yang lebih penting saat ini adalah menemukan kemudahan-kemudahan di Windows yang ada di Linux, bukan memperdebatkan keunggulan dan kelemahan yang melekat pada masing-masing sistem operasi. Bebagai perdebatan dengan tema tersebut seringkali berakhir dengan debat kusir yang tidak pernah selesai karena masing-masing mempunyai keunggulan produk yang dibutuhkan oleh masing-masing pengguna. Kebutuhan sebagian besar konsumen saat ini adalah dapat bekerja seperti saat mereka bekerja di Windows, namun tidak cemas oleh bayang-bayang razia software ilegal. Jika memungkinkan, semua tampilan yang ada di program Windows juga dapat tampil serupa ketika di Linux. Sehingga mereka tidak perlu banyak mempelajari hal-hal baru.
Meskipun tidak semuanya ada, tetapi ada beberapa software yang mungkin dapat mewakili kebutuhan pengguna. Lihatlah pada tabel pada halaman ini yang memperlihatkan adanya kemiripan tampilan dan penggunaan pada sebagian besar software di Windows dan Linux.

Tabel 1
Perbandingan Software untuk Windows dan Linux

Software

Untuk Windows

Untuk Linux

Tampilan & Penggunaan

Pengetikan (Administrasi)

Microsoft Office,

OpenOffice 2.0

OpenOffice 2.0

Sama

MP3 Player

WinAmp

XMMS

Sama

Web Browser

Internet Explorer, Firefox,

Mozilla, Opera

Firefox, Mozilla, Opera

Sama

Email Client

Outlook Express, Thunderbird

Thunderbird

Sama

Instant Messenger

Yahoo Messenger

Yahoo Messenger

Sama

VOIP

Skype

Skype

Sama

Downloader

Getright, DAP

D4X

Mirip

PDF Reader

Acrobat Reader

Acrobat Reader

Sama

Rekam CD

Nero

Nerolinux

Mirip

Gambar

ACDSee, IrfanView

EOG

Mirip

Teks

Notepad

Gedit

Mirip

Desain Grafis

Adobe Photoshop,

CorelDraw

The GIMP,

Linux Draw

Mirip



Dengan melihat tabel tersebut, kebutuhan perkantoran, rental komputer, warnet, dan desain grafis sebetulnya dapat ditangani oleh software-software berbasis Linux. Karena kemiripannya, pengguna tidak perlu mempelajari banyak hal baru untuk dapat mengoperasikan program-program di Linux. Hampir semua software tersedia di kedua sistem operasi, bahkan ada beberapa software yang dibuat dalam dua versi sistem operasi seperti OpenOffice 2.0, Web browser Firefox, Opera, Thunderbird, Yahoo! Messenger, Skype, Acrobat Reader, dan Nero. Sebelum berganti ke sistem operasi Linux, Anda dapat melihat cara kerja beberapa software tersebut melalui Windows.

Tampilan Mirip Windows
Dalam hal tampilan, meskipun banyak pilihan themes Linux yang lebih menarik, ada beberapa pilihan themes yang akan membuat Anda serasa berada di Windows. Dengan sedikit modifikasi, tampilan Linux yang khas dapat berubah menjadi Windows XP. Bagi penyedia usaha rental komputer maupun internet, pengaturan tampilan ini dianggap sebagai salah satu hal yang paling berpengaruh pada kenyamanan konsumennya. Keinginan untuk memodifikasi ini tampilan ini dapat diakomodasi dengan baik oleh Linux.

Bahkan ada lingkungan dekstop dengan nama xpde atau XP Desktop Environment, yang sengaja membuat tampilan dengan kemiripan yang luar biasa dekat dengan Windows XP. Dengan adanya program tersebut, pengguna Windows yang akan beralih ke Linux tidak akan merasakan perbedaan yang berarti. Dengan adanya kombinasi tampilan mirip dengan Windows XP dan kelengkapan software yang tidak jauh berbeda dengan Windows, pengguna awam akan merasa lebih mudah beradaptasi dengan sistem operasi yang baru.

Bagi Anto, sang teknisi, kotak CDROM yang sempat kosong dapat ia isi kembali dengan berbagai program berbasis Linux yang sama menariknya dengan program berbasis Windows. Keahliannya dalam mengkombinasikan fungsi dan tampilan program dapat tersalurkan kembali. Adanya tambahan file-file musik, wallpaper, dan koleksi themes yang menarik membuatnya semakin merasa ahli di mata pelanggan. Dengan software-software yang gratis tetapi legal, ia dan pimpinannya tidak lagi cemas ketika muncul razia di kantornya. Komputer di ruang pamer dengan nyaringnya memperdengarkan musik, meskipun tidak menggunakan Windows. Sedangkan administrasi di ruang pemasaran tanpa kesulitan mengetik berbagai surat penawaran dengan menggunakan software OpenOffice 2.0 yang ada di Linux.

1 komentar:

Utomo said...

Bagi yang mau beli software lain/ belum migrasi bisa mencarinya di www.software-asli.com
tersedia/ jual berbagai macam software microsoft windows xp, vista, office adobe photoshop, acrobat, coreldraw, autocad, dll.

terima kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...