13 August 2006

Jika Jurnalis Punya Blog

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 13 Agustus 2006)

Apa jadinya jika para jurnalis berkenalan dengan Blog? Akankah mereka menjadi Blogger? Akankah media massa tempatnya bernaung mengambil referensi berita dari Blog para wartawannya? Mungkinkah Blog hanya akan jadi koleksi arsip para penulis berita? Manfaat apa yang dapat diperoleh mereka?

Saat ini, Blog bukan lagi sesuatu yang asing dan mewah bagi pengguna internet. Blog tidak hanya digunakan untuk vokalis-vokalis di Internet yang ingin menyuarakan kebebasan atau idealismenya, tetapi juga telah digunakan oleh artis, anggota DPR, bahkan menteri pertahanan. Beberapa waktu yang lalu, para jurnalis yang tergabung dalam Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) di Jawa Tengah juga mulai melirik media ini.
Bekerjasama dengan komunitas Blogger Semarang Loenpia.net dan Telkom, pada akhir bulan Juli yang lalu KDW mengadakan pelatihan Blog untuk Jurnalis. Dengan tema Blog Your Mind, acara ini diharapkan dapat mengenalkan Weblog atau Blog kepada para wartawan dan masyarakat untuk kepentingan jurnalisme publik. Yang menarik untuk ditanyakan, apakah setelah mengenal Blog dan memanfaatkannya, mereka dapat disebut Blogger?

Jurnalis dan Blogger
Menurut Enda Nasution di dalam goblogmedia.com, tidak semua jurnalis yang ngeBlog dapat disebut blogger. Bisa saja para jurnalis hanya memindahkan atau mengoleksi artikel-artikel mereka ke dalam Blog. Menurutnya, Blog seyogyanya dimanfaatkan untuk kebebasan dalam berpikir dan menulis. Tidak ada imbalan yang diperoleh dalam menulis sesuatu di Blognya.
Namun di dalam artikel 8 Sebab Utama Memiliki Blog, Enda juga menulis salah satu manfaat Blog adalah dapat dijadikan tempat untuk menyimpan catatan-catatan atau liputan-liputan yang pernah dilakukan oleh sang jurnalis. Karena hal tersebutlah, Blog dapat dikatakan cocok untuk siapa saja. Dengan demikian, apabila sang jurnalis memiliki Blog untuk mengoleksi artikel-artikelnya, maka mereka juga dapat disebut Blogger.
Menurut thefreedictionary.com, apapun kepentingannya, siapa saja yang memanfaatkan Blognya bisa disebut Blogger jika dapat menulis di dalam Blog dan memelihara kelangsungan konten di dalam Blognya. Bahkan seseorang pengusaha yang ingin memanfaatkan Blog untuk kepentingan pemasaran sekalipun serta memelihara isi Blognya, juga dapat disebut Blogger. Tidak terkecuali bagi jurnalis. Asalkan ia dapat mengisi konten Blognya dan memelihara kelangsungannya, jurnalis juga dapat disebut Blogger.
Ada beberapa jurnalis di Jawa Tengah yang telah menjadi Blogger sejak lama, antara lain Asep Bina Septriono (asepbs.blogs.friendster.com) dan Aulia Muhammad (auliamuhammad.blogspot.com). Sedangkan untuk di luar Jawa Tengah, Farid Gaban (fgaban.blogspot.com), Andreas Harsono (andreasharsono.blogspot.com), Saljudi Paris (aljudiparis.blogspot.com), dan Roi (blognya-roi.blogspot.com) adalah beberapa contohnya. Blog-blog tersebut dapat menjadi referensi style penulisan para jurnalis di dalam media Blog.
Beberapa dari mereka sengaja menggunakan Blog sebagai tempat arsip artikel sekaligus agar koleksi artikel tersebut dapat diakses secara online. Beberapa yang lain menggunakannya sebagai media untuk menyampaikan cerita, pendapat atau gagasan yang belum pernah dipublikasi sebelumnya di media tempat mereka bekerja. Karena editornya adalah penulis itu sendiri, maka artikel yang muncul di dalam Blog juga bervariasi, bergantung pada ekspresi sang jurnalis dan tidak dibatasi oleh visi-misi suatu institusi.

Kualitas Tulisan Blog
Kebebasan berekspresi tersebut seringkali dapat menghasilkan tulisan-tulisan yang berbobot. Karena kualitas tulisan itulah, tidak jarang artikel-artikel di dalam suatu Blog dipilih menjadi referensi bagi media massa untuk mengulas berbagai topik yang sedang hangat. Situs milik Enda Nasution (enda.goblogmedia.com) dan Priyadi (priyadi.net) sering menjadi sumber referensi bagi media yang ingin mengulas hal-hal yang berhubungan dengan dunia Blog. Meskipun seringkali artikel-artikel tersebut disadur tanpa menyertakan sumber rujukan.
Hal ini dapat menunjukkan bahwa kualitas tulisan di dalam Blog sebetulnya tidak kalah gengsi dengan tulisan-tulisan di media massa. Terlebih lagi jika seseorang mempunyai kemampuan menulis atau telah dibekali dengan ilmu-ilmu jurnalisme. Dengan bekal tersebut, gaya bertutur, ketajaman analisa dan keakuratan tulisan yang ditampilkan di dalam Blog akan menjadi lebih matang.
Oleh karena dibaca oleh pengguna internet di seluruh dunia, tulisan dan keberadaan sang Blogger yang juga seorang jurnalis akan semakin diakui. Apabila Blogger mempunyai fokus pada bidang minat tertentu, tidak jarang berbagai undangan untuk menjadi peserta, pembicara, bahkan menjadi juri suatu lomba akan datang kepadanya.
Meskipun tulisan-tulisan mereka di dalam Blog tidak mewakili institusinya, identitas yang bersangkutan dapat ikut mendorong popularitas media yang menaunginya. Seringkali pembaca mempunyai keingintahuan untuk mengetahui lebih jauh terhadap media massa tempat sang jurnalis. Hubungan saling menguntungkan dan saling mengisi dapat saja terjadi antara Blog sang jurnalis dengan media massa tempatnya bekerja.

Manfaat Bagi Jurnalis
Bagi jurnalis itu sendiri, mempunyai blog berarti juga berlatih untuk meningkatkan ketajaman analisa dan gaya penulisan. Berbeda dengan media massa konvensional, respon terhadap tulisan yang bersangkutan akan cepat diterima oleh sang jurnalis apabila tulisan tersebut tidak akurat atau bahkan dianggap cukup berbobot. Fasilitas komentar yang disediakan oleh sebuah Blog dapat dijadikan tolok ukur bagi mereka dalam menulis artikel selanjutnya.
Selanjutnya, Blog juga dapat dimanfaatkan untuk menjadi gudang arsip dari artikel-artikel yang telah ditulis. Selain dengan tujuan dokumentasi, tindakan ini juga dapat membantu pengguna internet dalam memperoleh informasi. Tidak jarang artikel-artikel yang telah lama dipublikasi tetap menjadi favorit pencarian setelah beberapa bulan bahkan tahun terlewat. Karena tidak setiap pembaca pernah memperoleh informasi dari artikel yang telah lama dipublikasi. Atau seringkali tulisan tertangkap oleh mesin pencari ketika pengguna internet membutuhkan sumber-sumber referensi.
Dan manfaat yang terakhir, Blog mampu menjadi media untuk melepas kepenatan, penyaluran hobi atau berbagi cerita. Sebagai contoh, Asep Bina Septriono menggunakan Blognya untuk berbagi informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan musik. Saljudi Paris memilih sepakbola sebagai topik yang akhir-akhir ini muncul di Blognya. Sedangkan Andreas Harsono memilih untuk berbagi cerita tentang hal-hal yang sedang terjadi di sekitarnya.
Apapun konten Blog yang akan dipilih oleh jurnalis dan manfaat yang akan diperoleh, hal yang terpenting adalah komitmen untuk tetap memelihara Blognya dengan konten-konten yang bermakna bagi dirinya ataupun orang-orang yang membacanya.

4 komentar:

Anonymous said...

Sudah lihat
http://suaramerdeka.com/banner/ads_roadshow_blog.html
belum, Pak?
Pak Aulia yang Anda sebutkan jadi pembicara utamanya lho...

Ridwan Sanjaya said...

Sudah, mas Anonymous(?) Pak Aulia memang punya kapasitas sebagai pembicara, koq. Saya sudah baca ulasannya di suaramerdeka.com. Semoga manfaatnya bisa diserap oleh semua peserta.

Roy Thaniago said...

Senang bisa mampi dan baca tulisan ini. Salam kenal!

ciciolina said...

baguss sekali.
ini menambah wawasan baru bagi saya .
terima kasih ..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...