24 April 2005

Tips – Mencegah Virus

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 24 April 2005)

Dalam satu hari, ratusan virus baru dan variannya tercipta. Jika tidak waspada, bukan tidak mungkin komputer Anda akan ikut menjadi sasaran. Beberapa tips berikut ini diharapkan dapat memperkecil kemungkinan serangan virus melalui jalur internet:
  1. Jangan pernah menjawab “Yes” pada tawaran untuk menginstalasi program dari website yang tidak Anda yakini kredibilitasnya. Beberapa situs sengaja menawarkan program-program yang menarik namun sebetulnya merupakan penyamaran dari virus atau spyware (program mata-mata). Beberapa situs porno dicurigai sebagai sumber penyebaran program-program dengan jenis tersebut.
  2. Hindari untuk langsung membuka attachment file pada email yang Anda tidak ketahui pengirimnya. Jika Anda mengenali pengirimnya, usahakan untuk menghubungi pengirim email yang bersangkutan agar Anda dapat memastikan isi dari attachment email. Meskipun Anda telah mengenal pengirimnya, belum tentu email yang dikirimkan berasal darinya. Virus dapat menyamar menjadi siapapun dalam menyebarkan dirinya. Namun jika Anda tidak ingin proses yang terlalu rumit, simpan terlebih dahulu di dalam komputer dan periksa dengan program antivirus sebelum membukanya. Jika jeli, pola pengiriman file bervirus pada email dapat Anda deteksi dengan melihat judul email dan besarnya ukuran file yang disertakan.
  3. Agar mempermudah proses pemeriksaan virus secara otomatis, instal program Antivirus di dalam komputer. Jika Anda menggunakan program pembaca email Outlook Express atau Microsoft Outlook, gunakan antivirus yang mendukung pemeriksaan email. Beberapa program anvirus seperti McAfee dan Norton Antivirus sudah melengkapi dirinya dengan fasilitas pemeriksaan email. Namun jangan lupa untuk melakukan update data virus secara periodik, misalkan satu bulan sekali, untuk mengenali virus-virus terbaru.
  4. Instalasi Service Pack yang terbaru untuk sistem operasi Anda juga perlu dilakukan untuk menutup celah keamanan yang dapat dimanfaatkan virus untuk menyerang. Namun pastikan Service Pack yang Anda peroleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Kadangkala terdapat email yang menyesatkan dengan mengumumkan adanya perbaikan cacat (bug) terbaru namun justru menunjukkan lokasi file bervirus untuk di-download.
  5. Pastikan Anda tidak membuka fasilitas file sharing dalam waktu yang terlalu lama. Jika memang dibutuhkan, direktori yang di-share sebaiknya diberi tambahan password. Beberapa virus sering melakukan replikasi diri dengan menyalin dirinya ke direktori yang di-share tanpa dilengkapi dengan password.
Apabila virus sudah terlanjur menginfeksi, maka sebaiknya lakukan backup pada data yang Anda anggap penting dan bersihkan sistem dengan menggunakan program antivirus. Jika jumlah file yang terinfeksi virus terlalu banyak, sebaiknya dilakukan format dan instalasi ulang karena proses pembersihan tidak lagi efektif. Sedangkan data yang di-backup perlu diperiksa dengan antivirus sebelum di-copy kembali ke dalam sistem yang baru. Ridwan Sanjaya

Yahoo! Messenger Kirim SMS pun Bisa

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 24 April 2005)

Dengan makin banyaknya alat bantu komunikasi, telah banyak mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan fungsinya sebagai makhluk sosial. Jika sebelumnya untuk mengundang seorang teman agar datang ke suatu pesta diperlukan sebuah kartu undangan, saat ini layanan pesan singkat (SMS) melalui ponsel dipandang lebih praktis untuk digunakan. Begitu pula yang terjadi pada kebiasaan beberapa tahun yang lalu ketika seorang penulis ingin mengirim naskahnya ke sebuah penerbit. Jika sebelumnya mesin ketik atau printer memegang peranan untuk menghasilkan bukti cetaknya, saat ini fasilitas attachment file atau dokumen yang disertakan melalui e-mail (electronic mail) terasa lebih nyaman untuk digunakan. Tidak diperlukan lagi kertas berlembar-lembar dan proses pengiriman yang rumit untuk bisa sampai ke tangan penerbit. Cara tersebut dipandang lebih praktis dan hemat dari sisi biaya.
Bahkan bagi pengguna media komunikasi yang telah maju sekalipun, perubahan demi perubahan juga terjadi pada cara komunikasi antar mereka. Jika sebelumnya chating dipandang sebagai tempat yang paling nyaman untuk bertemu dan berbicara antar penghuni internet, program instant messenger (IM) dipandang lebih pribadi dan praktis untuk bertemu orang yang telah dikenalnya. Pengguna program tersebut dapat memastikan bahwa orang yang ingin ditemuinya telah online melalui status yang terlihat pada tampilan layar, tanpa perlu mencari nama panggilan (nickname) atau identitas yang bersangkutan. Pada chating, aktivitas mencari-cari hampir pasti sudah pernah dilakukan oleh setiap orang. Apalagi jika nama panggilan tersebut tidak didaftarkan pada server, maka besar kemungkinan jika pada pertemuan selanjutnya orang yang bersangkutan tidak dapat memakai nickname yang sama karena telah digunakan oleh orang lain. Hal ini berbeda dengan program instant messenger yang tidak menyebabkan salah mengenali lawan bicara. Identitas yang digunakan tidak dapat digunakan oleh orang lain, kecuali password diketahui oleh pengguna lain.
Salah satu program instant messenger yang saat ini sedang populer adalah Yahoo! Messenger atau bisa disingkat dengan YM. Program yang dikeluarkan oleh perusahaan penyedia layanan mesin pencari (search engine) dan email gratis ini, telah berhasil menggeser dominasi program ICQ yang pernah populer pada beberapa tahun yang lalu. Terlebih lagi, program ini dibuat untuk tiga sistem operasi yaitu Windows, Linux, dan MacOS. Sehingga tidak ada halangan bagi pengguna sistem operasi yang berbeda untuk bertemu satu sama lain. Selain itu, daftar nama dan alamat teman-teman yang diajak berkomunikasi tersimpan di dalam server Yahoo! Sehingga Anda tidak perlu lagi mengisi ulang alamat-alamat tersebut jika menggunakannya di komputer lain. Dengan berbagai fasilitas lainnya yang tidak akan ditemukan pada program sejenis, Yahoo! Messenger setahap demi setahap mampu merebut hati pengguna program instant messenger lain dan pengguna internet yang belum pernah sama sekali menggunakannya.

Yahoo! Messenger
Program ini dapat Anda peroleh melalui alamat http://messenger.yahoo.com dengan terlebih dahulu men-download file instalasinya sesuai dengan versi sistem operasi yang digunakan (Windows, Linux, atau Mac). Pada versi Yahoo! Mesenger yang terbaru untuk sistem operasi Windows, proses instalasi program memerlukan koneksi internet terus-menerus sampai aktivitas instalasi dinyatakan selesai. Hal ini disebabkan oleh penyalinan file yang dilakukan secara langsung dari server Yahoo! ke komputer masing-masing. Program instalasi hanya berfungsi untuk mengatur proses berlangsungnya instalasi ke dalam komputer.
Setelah program terinstalasi, Yahoo! Messenger akan berjalan setiap kali Anda menggunakan sistem operasi. Hal ini sesuai dengan pilihan yang ditawarkan pada saat instalasi. Pilihan tersebut akan menguntungkan pengguna internet 24 jam yang ingin langsung bergabung dengan komunitasnya dan diketahui oleh pengguna lain bahwa ia sudah online. Emoticon atau icon bulat yang melambangkan perasaan atau emosi akan berubah warna ketika pengguna dalam status online. Status tersebut akan mempermudah orang yang ingin berbicara dengan Anda secara langsung. Apabila koneksi terputus atau Anda sedang offline, pesan yang ditulis oleh pengguna lain tidak akan hilang begitu saja. Pesan tersebut akan dikirim ulang pada saat Anda aktif kembali menggunakan Yahoo! Messenger. Dengan demikian, kejadian permintaan untuk mengulang penulisan pesan sangat kecil terjadi.
Selain komunikasi berdua, Anda dapat melakukan konferensi dengan mengundang teman lain untuk bergabung. Tampilan jendela konferensi hampir mirip dengan program chating namun terasa lebih pribadi karena anggota-anggota konferensi yang tergabung sudah ditentukan sebelumnya. Penghuni lain yang ingin tahu tidak dapat begitu saja tergabung ke dalamnya tanpa adanya ajakan dari pengelola konferensi. Namun jika Anda lebih menyukai suasana chating yang tidak terbatas pada pengguna tertentu saja, Yahoo! Chat juga disediakan sebagai salah satu fasilitas di dalam Yahoo! Messenger. Anda dapat bergabung dengan ruang atau channel yang disediakan atau membuatnya sendiri sesuai dengan kategori diskusi. Jika diperlukan, Anda dapat menggunakan mikropon dan webcam untuk berkomunikasi antar penghuni. Selain dapat mendengarkan suaranya, pengguna dapat melihat langsung wajah lawan bicaranya. Fasilitas ini tentunya akan sangat membantu komunikasi antar pengguna yang lokasinya sangat berjauhan, sedangkan uang di kantong tidak cukup untuk biaya telepon.

Bukan Sekedar Pengirim Pesan
Banyaknya koleksi emoticon berupa perasaan senang, sedih, marah, malu, bingung, dan lainnya, membuat pengguna Yahoo! Messenger dapat mengungkapkan pesan yang ditulis dengan bebas dan menyenangkan. Bahkan dengan adanya koleksi gambar Avatar yang disediakan, Anda dapat menampilkan kondisi emosi pada saat menulis pesan. Gambar Avatar yang dipilih akan ditampilkan pada layar program lawan bicara masing-masing sehingga ekspresi satu sama lain dapat diketahui dengan jelas. Berbeda dengan emoticon, koleksi gambar Avatar mirip dengan foto diri dengan ukuran yang lebih besar dan berbentuk kartun. Selain itu adanya koleksi tema (theme) atau IMVironment akan menambah hangatnya suasana dalam berkomunikasi. Setiap tema yang dipilih akan menjadi latar belakang yang dinamis di dalam jendela komunikasi. Sehingga membuat program ini bukan sekedar pengirim pesan belaka, tetapi juga pengungkap perasaan secara visual.
Fasilitas lain yang tidak kalah menarik adalah kemampuan berkirim pesan melalui pesan singkat atau SMS ke nomor ponsel yang ada di Indonesia. Operator ponsel di Indonesia yang telah mendukung fasilitas pengiriman SMS dari Yahoo! Messenger adalah Telkomsel dan Excelcomindo. Dengan dukungan tersebut, Anda dapat mengirimkan pesan singkat dari komputer ke pengguna kartu Halo, Simpati, dan XL melalui Yahoo! Messenger. Jika pada saat pengiriman SMS dari YM ke ponsel tidak dikenai biaya, maka pada saat lawan bicara membalas dari ponsel ke YM ada biaya yang harus dibayar. Informasi biaya tersebut dapat Anda temukan di situs http://asia.mobile.yahoo.com. Fasilitas ini sering digunakan oleh pengguna YM untuk ajakan bertemu, segera online, atau pada saat pulsa ponsel sedang habis.
Satu lagi fitur yang tidak kalah penting adalah kemampuan berkirim dokumen (file) secara langsung kepada lawan bicara yang sedang online dan mengetahuinya ketika dokumen tersebut telah diterima. Fitur ini biasanya digunakan untuk saling bertukar foto, mengirim dokumen yang sedang didiskusikan, atau tukar-menukar file musik. Meskipun sebagai fasilitas yang memudahkan, sebaiknya Anda berhati-hati ketika membuka file yang dikirim oleh pengguna lain. Memeriksa dengan antivirus sebelum membukanya sangat disarankan untuk memastikan tidak adanya virus dalam kiriman tersebut.

Menjadi Identitas Gaul
Selain alamat email, nickname untuk berkomunikasi melalui program instant messenger tersebut telah menjadi identitas pergaulan antar pengguna internet, terutama remaja SMA dan mahasiswa. Rasanya tidak asing lagi ketika mereka saling bertemu dan menanyakan “Eh, YM loe apa?” pada saat kopi darat maupun melalui email. Bahkan di beberapa warnet Anda dapat menemukan program ini telah tersedia di setiap komputer, baik sengaja diinstal oleh pengelola warnet itu sendiri maupun secara diam-diam oleh pengunjung yang membutuhkan. Bagi pengguna rutin, rasanya kurang jika browsing di internet tidak didampingi oleh pengirim pesan yang multifungsi ini. Ridwan Sanjaya

03 April 2005

Lika Liku Bisnis Konten

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 3 April 2005)


Saat ini, perangkat ponsel sudah tidak lagi berfungsi sebagai alat komunikasi semata. Berbagai fitur disediakan untuk membuat pengguna semakin nyaman dalam menggunakan ponselnya untuk aktivitas sehari-hari. Fitur-fitur yang umumnya ada di dalam ponsel dapat diperkaya dengan konten-konten yang menarik, berupa ringtone, gambar latar belakang (wallpaper), screen saver, dan games. Kebutuhan pengguna terhadap konten untuk melengkapi fungsi fitur di dalam ponsel, ternyata cukup besar. Dengan banyaknya fitur yang disediakan tersebut, bagi sebagian orang dinilai sebagai peluang bisnis yang tidak boleh disia-siakan. Meskipun tidak sebesar harga ponsel, namun total nilainya cukup menarik untuk ditekuni. Dalam bisnis konten, terdapat tiga media distribusi yang umumnya digunakan. Media distribusi yang pertama adalah dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan kabel data dan ekstensi infrared. Media yang kedua menggunakan 4 digit nomor singkat untuk permintaan melalui SMS. Sedangkan media yang ketiga memanfaatkan fasilitas GPRS yang ada untuk akses melalui internet. Selain itu juga masih ada pemanfaatan nomor akses JAPATI yang menggunakan nomor khusus dari Telkom.
Untuk memulai bisnis konten secara konvensional dengan menggunakan media pertama, seseorang minimal perlu mengeluarkan biaya senilai dua juta rupiah untuk pembelian komputer setingkat Pentium III, kabel data, dan ekstensi infrared. Apabila penjual menghargai kontennya senilai 5000 rupiah, maka ia hanya membutuhkan 400 pembeli untuk menutup modal awal hardware-nya saja. Anda dapat mengkalkulasi keuntungannya apabila untuk memenuhi jumlah tersebut ternyata hanya perlu waktu satu sampai dua bulan saja. Namun perhitungan ini masih cukup kasar karena perlu mempertimbangkan respon lokasi bisnis, jumlah pesaing dalam satu lokasi, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa suatu lokasi. Selain itu, masih ada biaya yang perlu dibayarkan untuk membeli hak cipta konten yang dijual. Biaya tersebut seharusnya juga perlu dimasukkan ke dalam perhitungan biaya pokok. Namun banyak counter penjualan konten ternyata tidak memasukkan pembelian hak cipta tersebut sebagai biaya pokoknya. Sehingga dapat dikatakan, untuk bisnis konten dengan media konvensional seperti ini, biasanya yang lebih diuntungkan adalah penjual konten. Keterlibatan pengembang konten (pembuat games, ringtone, atau gambar) dalam bisnis ini belum terlihat. Para pengembang tidak merasakan dampak dari tingginya penjualan yang dihasilkan oleh para penjual, kecuali jika mereka menjualnya sendiri.
Para pengembang konten lebih senang membuat kerjasama dengan operator ponsel untuk menjual karyanya. Biasanya terdapat hitung-hitungan yang jelas dan terukur apabila konten yang mereka hasilkan dipasarkan melalui operator ponsel. Namun yang sering menjadi penghalang bagi pengembang adalah status perusahaan yang diminta oleh operator sebagai prasyarat kerjasama. Dalam kapasitas pribadi, pengembang konten hanya dapat menjual karyanya ke suatu perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Kesepakatan pembagian keuntungan lebih tergantung pada perusahaan yang menjadi perantara (broker). Sedangkan dalam kapasitas perusahaan, pengembang konten dapat ikut merasakan secara langsung harga jual ataupun royalty dari pemasaran kontennya yang dijual melalui operator ponsel. Dalam kerjasama ini, media SMS dengan 4 digit nomor dan media internet melalui GPRS seringkali menjadi pilihan jalur distribusinya. Untuk media SMS dengan 4 digit nomor, penjualan tergantung dari permintaan konten melalui SMS. Setiap kali pengguna mengirimkan permintaan konten melalui SMS, akan dikenai biaya tertentu sesuai dengan kesepakatan yang tertulis. Biaya yang dikenakan tidak lagi seharga 350 rupiah, tetapi bisa bervariasi tergantung pada konten yang dijual. Sedangkan untuk media internet, pengguna akan dikenai biaya sebesar ukuran konten yang didownload. Semua biaya dan pembagian keuntungan akan diatur pada saat kesepakatan dibuat dengan operator ponsel.
Dengan kerjasama tersebut, pengembang konten perlu menyediakan sebuah komputer server yang berisi konten dan jalur internet untuk berhubungan dengan pengguna melalui operator. Bagi mereka yang bekerjasama dengan operator, biaya yang dikeluarkan tentunya tidak kecil. Terdapat biaya rutin yang perlu dikeluarkan untuk membiayai jasa internet yang aktif selama 24 jam. Dari informasi yang diperoleh dari salah satu penyedia jasa layanan internet (ISP), minimal biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya berkisar 3-4 juta sebulan. Selain itu, ada biaya promosi yang harus dikeluarkan agar konten yang dijualnya dikenal masyarakat. Untuk itu diperlukan hitungan yang benar-benar matang sebelum memutuskan menjadi pengembang konten sejenis ini. Pengembang konten haruslah memiliki banyak konten yang menarik dan menjual untuk dapat menutup biaya yang dikeluarkan setiap bulannya. Atau ia harus mempunyai bisnis sampingan selain konten ponsel untuk berjaga-jaga apabila frekuensi penjualan konten menurun. Bagi institusi yang sebelumnya telah mempunyai jalur internet, dengan adanya bisnis ini tentunya akan meringankan biaya internet yang seharusnya dikeluarkan, terutama jika bisnis kontennya sukses.
Apabila dibandingkan dengan bisnis konten yang konvensional, konten yang dijual melalui cara ini jauh lebih banyak. Selain games, ringtones, wallpaper, dan screensaver, pengembang dapat menjual informasi. Penjualan konten dengan jenis ini cukup banyak diminati oleh sebagian besar pengembang ponsel. Informasi dapat berupa kurs mata uang, harga saham, kondisi cuaca, bahkan sampai dengan koordinat lokasi pengguna ponsel dalam suatu daerah. Akhir-akhir ini, beberapa institusi pendidikan juga mulai terjun dalam penyediaan konten berupa informasi nilai, jadwal kuliah, status pembayaran, dan pengumuman penerimaan siswa/mahasiswa. Semakin banyak orang yang membutuhkan informasi tersebut, semakin banyak pula penghasilan yang masuk. Penghasilan tersebut juga tergantung dari biaya yang dikenakan untuk pengguna informasi. Semakin tinggi biaya yang dikenakan, semakin tinggi pula margin keuntungan yang didapat. Selain itu, variasi informasi yang disediakan juga ikut mempengaruhi frekuensi permintaan. Dengan kreativitas pengembang konten, tentunya semakin banyak informasi yang menarik dan dapat dijual kepada pengguna ponsel. Ridwan Sanjaya

08 June 2004

Membuat Aplikasi Linux dengan “Visual Basic”

(PCPlus 179, 08-14 Juni 2004)

Saat ini keberadaan sistem operasi Linux telah membayang-bayangi dominasi sistem operasi Windows dengan berbagai jenis distro-nya, dari RedHat, Suse, Mandrake sampai Software RI. Bagi generasi muda, menggali kemampuan sistem operasi Linux lebih jauh merupakan suatu tantangan tersediri dan bukti eksistensi. Meskipun sebetulnya, bukan sesuatu yang sulit jika kita ingin mencoba menggunakan Linux dalam keseharian. Dari administrasi sampai ke pengembangan aplikasi, dapat dilakukan tanpa kesulitan di sistem operasi ini. Salah satu contoh nyata, progdi Ilmu Komputer salah satu PTS di Semarang, telah menggunakan sistem operasi ini secara keseluruhan dari operasional administrasi dalam pembuatan surat, bagi-bagi sumber daya (sharing), jaringan lab komputer, sampai pada pembuatan aplikasi baik web maupun PC.

Untuk keperluan administrasi banyak pilihan yang dapat kita digunakan, antara lain KOffice dengan berbagai programnya yang dapat bekerja secara grafis seperti pada saat kita berada di lingkungan Windows. Atau, OpenOffice milik Sun Microsystem yang mempunyai kemiripan dengan Office 2000/XP dan saat ini sedang naik daun. Serta masih banyak lagi pilihan yang mungkin disuka karena berbagai kelebihannya. Bagi Administrasi berbagai aplikasi di atas bukan merupakan hal yang asing lagi karena pada saat instalasi Linux pertama kali, aplikasi untuk Administrasi berbasis grafis telah masuk di dalamnya. Sehingga bagi Administrasi yang beralih dari Windows ke Linux tidak memerlukan waktu lama untuk kembali mengerjakan pekerjaan rutinnya.

Membuat Aplikasi Linux
Namun, untuk membuat sebuah aplikasi bisa jadi merupakan hal yang belum biasa bagi pengguna Windows yang ingin beralih ke Linux, terutama hal ini terjadi pada programmer Visual Basic, yang notabene merupakan produk dari Microsoft. Timbul kekhawatiran tersediri jika mereka memutuskan untuk beralih ke sistem operasi lain. Pemikiran untuk mempelajari dari awal bahasa pemrograman yang lainnya, seringkali muncul di dalam benak.

Kekhawatiran kehilangan keperkasaannya di bidang pemrograman tidak perlu dikhawatirkan oleh para programmer Visual Basic yang akan berpindah ke sistem operasi Linux. Apalagi jika mereka menginginkan melebarkan sayapnya di bidang pengembangan aplikasi, atau saat ini sedang membangun aplikasi yang cocok untuk lingkungan tersebut. Kekhawatiran tersebut telah dijawab dengan munculnya Phoenix Object Basic berbasis Linux. Alat bantu pemrograman ini cukup familiar bagi pengguna Visual Basic yang ingin melanjutkan kemampuannya di lingkungan sistem operasi.

Bukan hanya dari sisi kode saja yang mirip dengan Visual Basic, tetapi juga cara membuat program yang tinggal memilih dan menempelkan tool pada layar program. Phoenix Object Basic juga menyediakan window, form, menu dan kontrol data seperti tombol, label, list-box, combo-box, dan lain sebagainya. Sehingga kita serasa berada di lingkungan Visual Basic dan pembuatan aplikasi untuk Linux dapat dengan mudah terwujud. Perbedaan yang bisa jadi kelebihan Phoenix, kemampuan object oriented yang tertanam di dalamnya. Lengkap dengan penggunaan inheritance dan polymorphism, yang mulai diterapkan oleh Microsoft di lingkungan dot Net.

Download Phoenix
Aplikasi ini bisa kita temukan dan di-download melalui http://www.janus-software.com/phoenix_download.html. Dengan kebutuhan minimum yang hanya sekelas mesin Pentium 100 Mhz, Phoenix sudah bisa dijalankan. Namun, harus diperhatikan juga kebutuhan minimum distro Linux yang kita gunakan untuk menjalankan aplikasi ini. Penyertaan kemampuan pengaksesan database-database yang ada di Linux (seperti MySQL, msql, dan Postgre), mengharuskan kita untuk menginstalasi komponen UnixODBC sebagai library tambahan. Kemampuannya di internet semakin mempertebal ketertarikan pada aplikasi ini, sama dengan saat berada di lingkungan VB. Selain mampu memanfaatkan SMTP/POP mail server, Phoenix juga dapat memanfaatkan koneksi UDP dan TCP.

Untuk menginstalasi aplikasi ini, Anda cukup menuliskan perintah ”rpm -U phoenix-vbasic-1.5-6.i386.rpm”di jendela console. Namun jangan lupa untuk menginstall UnixODBC terlebih dahulu. Tanpa UnixODBC, instalasi tidak dapat dilanjutkan. Namun, apabila Anda merasa telah melakukan instalasi UnixODBC dengan benar, namun instalasi Phoenix tidak berjalan dengan baik, bisa disebabkan karena file liblcms.so.1 dan libodbc.so.1 belum terinstal secara sempurna.

Jika Anda kesulitan memperoleh liblcms.so.1 dan libodbc.so.1 yang merupakan file dependencies dari Phoenix-1.5-6, Anda bisa mencari dan memperolehnya melalui URL http://www.rpmfind.net. Cari satu persatu file di atas dengan menuliskan nama file di kotak search. Setelah semuanya ditemukan, instal file RPM yang Anda download tersebut, kemudian ulangi instalasi Phoenix. Jika berhasil, jalankan aplikasi tersebut dengan menuliskan “phoenix” di jendela console. Akan muncul beberapa jendela yang antara lain jendela utama, form, toolbox, dan object. Anda bisa tambahkan tools yang lain melalui menu Tools.

Jika semuanya telah berjalan dengan baik, saatnya Anda memulai membuat aplikasi dengan kemampuan pemrograman Visual Basic yang dimiliki. Dengan begitu, programmer Visual Basic akan lebih leluasa dalam memberikan kontribusinya di dunia pembuatan aplikasi, baik di Windows maupun Linux. Dengan makin banyaknya aplikasi yang dibuat untuk suatu sistem operasi, semakin kaya pula nilai kandungan yang ada di dalamnya. Membuat aplikasi VB untuk Linux, siapa takut? (Ridwan Sanjaya)

16 April 2003

Membasmi Virus HTML.RedLof.A

(PCPlus 122, 16-22 April 2003)

Hingga saat ini belum semua pemakai sadar, sebetulnya dari internet seseorang bisa melindungi komputernya dari serangan virus. Bahkan pada sebagian besar pengguna internet juga tidak menyadari, terdapat ratusan bahkan jutaan alat bantu (tools) yang diedarkan secara bebas dan gratis dalam kaitannya dengan perlindungan virus. Idealnya, pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pemilik komputer cukup men-download antivirus yang dibutuhkan untuk memproteksi komputernya, tanpa harus menunggu terserang lebih dahulu. Namun apabila serangan sudah terlanjur datang, mereka tetap masih dapat berharap dari sekian banyak antivirus yang beredar di internet.
Pertengahan bulan Februari yang lalu, aktivitas pembuat web di Semarang tiba-tiba diganggu dengan kemunculan virus HTML yang menyerang hasil karya mereka. Eks rekan sekerja datang malam-malam ke rumah dan terlihat kebingungan dengan virus yang menyerang seluruh website di komputernya. Padahal salah satu website tersebut sudah tiba waktunya untuk diserahkan ke tempat kerjanya. Seluruh file yang berhubungan dengan web; dari HTML, ASP, sampai PHP yang dikerjakannya hingga berbulan-bulan, tidak lagi dapat berjalan. Semua file tersebut bertambah isinya sampai dua belas kilobytes. Terlihat jelas bahwa ada VBscript (sejenis Javascript, buatan Microsoft) yang menyusup dan masuk di sela-sela isi file tersebut. Bukan hanya komputer miliknya saja yang menjadi korban, tetapi juga milik beberapa mahasiswa komputer yang sedang menyelesaikan tugas akhir bertemakan internet. Jika saja virus yang menyerang tergolong “wajar”, ia dapat memanfaatkan antivirusnya yang hampir setahun tidak pernah di-update. Namun yang membuatnya tidak berdaya, virus HTML tersebut tidak dapat dikenali oleh program antivirusnya.
Selama ini, cerita tentang virus yang menyerang HTML hanyalah sebuah berita yang belum pernah ditemukan aksinya. Namun pada malam itu, dari sekian banyak file web yang ada di dalam harddisk, tak satupun luput dari serangan virus tersebut. Yang terserang bukan hanya dokumen htm/html saja tetapi juga asp, php, jsp, htt, dan vbs. Padahal ketiga file pertama merupakan aplikasi web yang ditulis dalam bahasa yang berbeda dan latar belakang basis sistem operasi yang berbeda pula. Setelah dilihat lebih jauh, virus ini terbilang sebagai salah satu karya kreatif yang memanfaatkan sifat “executable” dari Visual Basic Script (VBscript) di lingkungan Windows. Artinya, aplikasi dengan VBscript di dalamnya dapat dengan mudah dijalankan di sistem operasi milik Microsoft. Kelemahan inilah yang sering dijadikan sebagai media penularan virus di berbagai aplikasi berbasis Windows. Contoh pemakaian VBscript yang paling sering dijumpai adalah virus makro di aplikasi Word dan Excel. Namun virus tersebut tidak dapat menyebar dan menulari sistem operasi lain seperti Linux karena VBscript hanya diterima di lingkungan Windows saja.

Penanganan Virus
Dengan memanfaatkan search engine (mesin pencari seperti Yahoo atau Google), pengguna internet dapat segera menemukan banyak petunjuk berdasarkan karakteristik kode virus di dalamnya. Pada hasil pencarian, penambahan baris prosedur KJ_Start() pada semua file yang tertulari mengindikasikan dokumen telah terkena virus HTML.RedLof.A. Beberapa nama alias yang dikenal oleh program antivirus antara lain VBS/Redlof-A, VBS:Redlof, VBS/Redlof.A, VBS.Redlof.A, VBS/Exploit.C, VBS/Redlof, VBS.Redlof, VBS/Redlof@M. Menurut berbagai sumber (TrendMicro, Symantec, ThaiMisc), virus ini tergolong jinak namun potensi kerusakan yang ditimbulkan cukup menyulitkan. Dikatakan jinak, karena dapat dengan mudah dilumpuhkan jika secara dini diketahui penularannya. Namun jika terlambat mengetahui, setelah dokumen web di-upload, virus akan seketika menyebar ke pengguna komputer yang mengakses website tersebut. Semakin populer website tersebut, semakin makan banyak korban.
Media penyebaran virus ini juga memanfaatkan email yang dikirim melalui Outlook Express (software email dari Microsoft). Pada Outlook Express, virus akan menginfeksi dan memanfaatkan file stationery yang berbasis HTML sehingga menyebabkan semua email yang terkirim akan membawa serta virus tersebut. Apabila penerima tidak mempunyai cukup proteksi, virus akan segera menginfeksi seluruh file vbs, htt, html, htm, asp, php, dan jsp. Apabila pilihan “View as Web Page” diaktifkan, maka semua file htt di dalam folder tersebut akan terinfeksi virus.

Terdapat dua cara untuk melumpuhkan virus ini, secara manual dan memanfaatkan anti virus yang tersedia. Secara manual, dengan membuat file batch yang dapat Anda dapatkan di http://210.1.15.3/pub/pub/program/antivirus/clean.bat. File clean.bat tersebut cukup Anda jalankan melalui menu DOS Prompt yang terdapat pada semua jenis Windows yang Anda miliki (Windows 3.x, Windows 95, Windows 98, Windows NT, Windows ME, Windows 2000, dan Windows XP). Secara otomatis file tersebut akan bekerja menghapus semua file yang berpotensi untuk dimanfaatkan virus HTML.RedLof.A. Namun cara ini tidak disarankan bagi pengguna yang awam. Cara kedua merupakan alternatif aman untuk membersihkan virus bagi pengguna yang belum mahir. Anda dapat memanfaatkan berbagai antivirus yang tersedia di pasaran dengan update data virus terbaru. Antivirus tersebut dapat didownload melalui Website Trend Micro (http://www.trendmicro.com), McAfee (http://www.mcafee.com), Symantec (http://www.symantec.com), dan AVP/Kaspersky (http://www.avp.ch). Dari semua alternatif di atas, antivirus dari Trend Micro-lah yang mempunyai ukuran cukup kecil untuk di-download. Dengan ukuran hanya sebesar 285.1 Kb, antivirus tersebut dapat Anda download secara langsung melalui http://www.trendmicro.com/download/tsc.asp. File tersebut dapat Anda jalankan langsung untuk memulai memeriksa dan membersihkan komputer dari virus HTML.RedLof.A. Abaikan pesan kebutuhan file ketika program dijalankan, dengan tidak menekan tombol apapun pada jendela error dan langsung menjalankan proses pada layar program utama. Dalam waktu tidak terlalu lama, virus tersebut dapat segera tertangani.
Bagi yang telah menggunakan program ViruScan (McAfee), Norton Anti Virus (Symantec), dan Antiviral Toolkit Pro (Kaspersky) di dalam komputernya, dapat memanfaatkan fasilitas auto-update dari internet atau cukup men-download data virus terbaru dari situs-situs di atas serta meng-copy-nya ke direktori program masing-masing.

Tips Proteksi Komputer
Dimungkinkan pada waktu mendatang, media yang digunakan untuk penyebaran virus makin bervariasi. Media penyebarannya bukan lagi antar disket (virus boot sector), dokumen kerja (virus macro), attachment email dan database (virus worm), ataupun website (seperti halnya HTML.RedLof.A). Tetapi bisa berkembang pada batas-batas yang belum terpikirkan pada saat ini. Untuk itu ada beberapa tips yang disarankan untuk memproteksi komputer dari serangan virus:
  • Nonaktifkan fasilitas yang tidak diperlukan, misalkan fasilitas sharing antar pengguna Windows. Jalur ini sering dimanfaatkan untuk memulai penyebaran virus dari dan ke komputer Anda. Jika fasilitas ini memang dibutuhkan berkelanjutan, berikan password untuk fasilitas tersebut dan gantilah secara berkala untuk meminimalisir potensi penularan.
  • Aktifkan antivirus untuk menjaga aktivitas dalam sistem. Meskipun menyita sebagian sumber daya komputer, cara ini lebih beresiko kecil dibandingkan dengan potensi kehilangan data. Jangan lupa membiasakan diri untuk memeriksa disket yang akan masuk ke dalam komputer dengan antivirus. Dan jangan biarkan antivirus menjadi “tua” tanpa adanya pembaharuan (update) virus datafile. Download update secara periodik akan membantu menangkal virus-virus terbaru.
  • Jangan pernah langsung membuka attachment email, meskipun dari teman terdekat. Simpan dulu di suatu direktori dan perhatikan properti dari dokumen tersebut, dengan menggunakan klik mouse sebelah kanan pada nama file kemudian pilih properties. Jika dokumen mempunyai ekstensi seperti.vbs, .bat, .exe, .pif dan .scr, disarankan untuk tidak dibuka. Konfirmasi ulang ke rekan yang mengirim email dan pastikan dokumen yang dikirim sudah benar.
Dengan sedikit tips tersebut, diharapkan potensi tertulari virus dapat diminimalkan. Kebiasaan melindungi komputer secara dini dapat mencegah kehilangan data (dan juga dana) yang lebih besar. (Ridwan Sanjaya)

05 September 2002

Konversi ASP ke PHP

(PCPlus 94/III/2002 - rubrik plusInternet: Portal)

Beralih dari ASP ke PHP? Sayang dengan script-script lama yang sudah ditulis dengan ASP? Malas nulis ulang ke PHP? Kenapa tidak gunakan fasilitas dari internet yang gratis ini? ASP2PHP mampu mengubah script ASP Anda ke dalam bahasa pemrograman PHP.

Popularitas PHP memang sangat luar biasa. Berjuta-juta website baru yang muncul di internet dibuat dalam bahasa PHP. Bahasa pemrograman web dengan banyak fungsi tertanam ini memang memudahkan penggunanya dalam membuat banyak aplikasi web. Disamping untuk memperolehnya tidak dipungut biaya, sumber-sumber di internet yang menyediakan source code secara terbuka (open source) cukup banyak. Sehingga peluang untuk mempelajari dan meningkatkan kemampuan sangat terbuka lebar.

Dengan banyaknya media massa komputer yang membahas mengenai bahasa pemrograman ini, dominasi PHP di kalangan masyarakat internet semakin tampak. Meskipun ASP (bahasa scripting milik Microsoft) tidak benar-benar ditinggalkan, salah satu situs dengan terang-terangan menyediakan tools gratis untuk mengubah semua script ASP yang Anda buat ke dalam PHP. Dengan versi yang telah mencapai 0.76, tools untuk mengubah ASP menjadi PHP disediakan dalam berbagai sistem operasi yang berbeda. Situs yang beralamatkan di http://asp2php.naken.cc tidak lupa memberikan versi terakhirnya untuk sistem operasi Windows (basis sistem operasi bagi para programmer ASP). Bahkan disediakan pula fasilitas setup online yang memungkinkan Anda langsung melakukan instalasi melalui internet.

Ketika pertama kali mengunjungi situs tersebut, Anda akan dibuat terkejut dengan logo yang tampil di awal website. Jika melihat logo ASP2PHP di situs tersebut, dapat ditebak sang pemilik situs bukanlah pecinta ASP (atau Microsoft?). Dengan memberikan dua tanduk pada tulisan ASP mengesankan citra keburukan yang menempel pada diri bahasa itu. Sekilas Anda akan teringat kepada tanduk para tokoh-tokoh setan. Kemudian ketika pandangan beringsut ke tulisan PHP dengan gelang kepala di atasnya, Anda akan teringat pada tokoh malaikat yang sering digambarkan dengan gelang di atas kepala.

Meskipun file instalasinya cukup kecil, hanya berukuran 81,4 Kilobyte, ASP2PHP mampu mengubah script ASP menjadi PHP dengan dukungan terhadap lima driver database terkenal, yaitu MySQL, Oracle, ODBC, Postgres, dan Sybase. Namun Microsoft SQL Server tidak termasuk ke dalam driver yang didukung tools ini. Bahkan Anda disarankan dan diberikan cara untuk mengkonversi database MS SQL yang Anda miliki ke dalam database yang didukung oleh ASP2PHP, atau menggunakannya dalam lingkungan ODBC.

Meskipun belum sepenuhnya selesai, tools ini cukup bisa diandalkan dalam memberikan solusi konversi ASP ke dalam PHP. Tidak banyak waktu yang terbuang untuk menulis ulang script-script ASP yang telah dibuat sebelumnya ke dalam bahasa pemrograman PHP. Bahkan di dalam tools ini disediakan pilihan –y2k untuk mengatasi problem Y2K yang ada dalam ASP.

Mode DOS
Tools ini berjalan pada mode DOS prompt. Anda akan mengalami banyak kesulitan jika langsung menjalankan pada lingkungan Windows Explorer ataupun shortcut sekalipun. Untuk itu, ekstrak file zip ASP2PHP ke root directory agar Anda tidak kesulitan dalam menjalankan file tersebut. Biasanya tools ini langsung membuat directory baru berdasarkan versi yang Anda download. Ubah (rename) direktori/folder tersebut ke dalam nama yang mudah ditulis, misalkan c:\asp2php-0.76.3 menjadi c:\asp2php.

Setiap kali Anda menginginkan untuk menggunakan ASP2PHP, jalankan DOS Prompt dan pindah ke direktori c:\asp2php. Ketikkan asp2php untuk menemukan tampilan seperti yang terlihat pada gambar 2. Di situ akan dijelaskan semua pilihan yang bisa ditambahkan saat Anda menjalankan ASP2PHP, agar hasil konversi dapat seperti yang diinginkan.

Anda dapat mencoba ketangguhan tools ini dengan menggunakan filetest.asp yang sudah disediakan di dalamnya. Cukup ketikkan asp2php filetest.php untuk memperoleh filetest.php dengan berbagai perubahan di dalamnya. Perubahan yang jelas tampak adalah saat Anda menggunakan Response.ContentType="text/html" pada ASP, maka pada PHP akan dikonversi menjadi header("Content-type: "."text/html");

Tertarik? Download saja tools ini di http://asp2php.naken.cc/download.php. Coba dan temukan berbagai kelebihan dan kekurangan tools ini. Dengan begitu, freeware ini dapat makin disempurnakan oleh Michael Kohn (mike@naken.cc), sang pengkonversi devil ke bentuk saint :)
(Ridwan Sanjaya)