03 July 2008

Membuat Backup Artikel Blogspot

(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 15 Juni 2008)

Beberapa
hari yang lalu, salah seorang teman tanpa sengaja menghapus blog yang selama ini dikelolanya. Meskipun sudah tersedia fasilitas untuk konfirmasi hapus blog, tanpa sadar dilewatinya karena sudah yakin. Alhasil, semua tulisan yang telah dibuat dalam beberapa tahun terakhir lenyap tak berbekas. Lalu bagaimana mengembalikannya?


Jika sudah terjadi, memang agak sulit untuk mengembalikan semua artikel yang telah ditulis kembali utuh seperti semula. Seyogyanya perlu dilakukan langkah pencegahan dengan menyimpan semua konten blog ke dalam harddisk atau media penyimpanan lain secara periodik. Apabila sudah terjadi, langkah maksimal yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan bantuan Google.

Ketika Anda mencari situs melalui Google, tersedia fitur Cached atau Tembolok yang menyimpan berbagai situs Anda pada masa lalu. Fitur ini dapat Anda manfaatkan untuk menampilkan beberapa artikel blog yang sempat disimpan oleh Google. Meskipun tidak ada jaminan tampil semuanya, beberapa artikel dapat dikembalikan seperti semula dengan cara copy-paste.

Seringkali karena berbagai sebab, diperlukan pembuatan backup dari artikel dan komentar yang ada di dalam blog. Namun Blogspot tidak menyediakan fasilitas untuk melakukan hal itu.
Jika terjadi suatu hal, koleksi artikel di dalam blog yang jumlahnya sudah cukup banyak akan hilang dengan sia-sia. Padahal artikel blog merupakan aset yang berharga bagi Anda yang memanfaatkannya sebagai media dokumentasi dan sarana untuk mencari penghasilan melalui internet.

Rekomendasi
Terdapat beberapa cara untuk melakukan backup atau pengamanan terhadap artikel dan komentar yang ada di dalam Blogspot. Cara yang pertama adalah dengan menampilkan semua isi artikel di dalam web browser dan menyimpannya ke dalam harddisk.

Sedangkan cara kedua, dengan mengkopi semua artikel dan komentar dari Blogspot ke Wordpress.com melalui fasilitas impor dari Wordpress.com. Cara ketiga, dengan menggunakan fasilitas Cross-Posting yang disediakan oleh Multiply.com.

Cara keempat yang paling disarankan adalah dengan mengunakan software BloggerBackupSetup yang disediakan secara gratis di CodePlex.com melalui halaman http://www.codeplex.com/bloggerbackup/Release/ProjectReleases.aspx.

Meskipun sedikit lebih rumit, BloggerBackupSetup yang dibuat oleh gduncan411 ini bukan hanya bisa menyimpan semua konten di dalam Blogspot, tetapi juga bisa mengembalikannya ke dalam Blogspot.

Pertama-tama, unduhlah software yang disediakan oleh CodePlex.com dengan menggunakan klik mouse pada file “BloggerBackupSetup.10.9.23.zip”. Selanjutnya, simpanlah ke dalam harddisk dan tunggulah proses unduh dinyatakan selesai. Setelah proses pengunduhan selesai, ekstraklah file zip yang dihasilkan dan jalankan file setup.exe yang ada di dalamnya. Ikutilah proses instalasi sampai selesai agar program dapat segera dijalankan.

Selanjutnya, jalankan program Blogger Backup Utility pada menu dengan nama yang sama. Anda akan diminta untuk mengisikan alamat email yang biasanya digunakan untuk login ke dalam Blogger.com beserta kata sandinya.

Kemudian tekanlah tombol “Login into Blogger and Get Blogs”. Akan tampil daftar blog yang dimiliki oleh user tersebut beserta alamat Feednya dan user ID. Tekanlah tombol OK untuk menutup proses pembuatan daftar blog yang dimiliki oleh setiap user ID.

Proses

Pada tampilan utama software ini, pilihlah blog yang akan diamankan melalui opsi “Available blogs”. Pastikan beberapa opsi berikut ini telah ditentukan: lokasi penyimpanan (Save posts to folder), menimpa backup yang telah ada (Overwrite existing backups), menyimpan komentar (Save comments), format penyimpanan (Save posts as), batas artikel setiap file (Maximum posts per file), jumlah artikel terakhir yang akan di-backup (Get only the most recent), dan batasan tanggal yang akan di-backup (Only new posts since).

Setelah semua opsi ditentukan, tekanlah tombol Backup Posts untuk melakukan pengamanan blog yang telah dipilih sebelumnya. Progress bar di bagian kiri bawah akan tampil untuk memperlihatkan proses yang sedang terjadi.

Setelah proses selesai, akan tampil sejumlah judul artikel yang berhasil diamankan di sisi kanan program. File yang dihasilkan dapat dilihat di dalam subfolder “Blogger Backup” yang terletak di dalam folder My Documents.

Apabila suatu saat diperlukan, Anda dapat memulihkan backup yang dibuat dan menyimpannya ke dalam Blog dengan menggunakan tombol Restore Posts. Selanjutnya pilihlah file yang akan di-restore dan masukkan user ID beserta passwordnya untuk memproses penyimpanan artikel yang telah diaman ke dalam blog. Tekanlah tombol OK untuk memulai proses. Proses penyimpanan ke dalam blog akan tampak pada progress bar yang terletak di kiri bawah program. Jika proses selesai, maka akan muncul status “Done” di sebelah progress bar.

Setelah itu, Anda dapat melihat kembali ke dalam blog. Artikel-artikel yang telah di-backup dan di-restore akan muncul di dalam tampilan blog Anda. Apabila terjadi restore beberapa kali, maka artikel juga akan muncul beberapa kali di dalam blog. Untuk menghilangkan posting yang kembar, Anda dapat menghapusnya melalui menu Edit Posting di dalam akun Blogger. Cukup mudah, bukan? Dengan begitu, tidak perlu ada kekhawatiran lagi apabila terjadi masalah di dalam blog Anda.

28 May 2008

Perpustakaan Virtual dengan Fitur iPaper

(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 25 Mei 2008)

Bagi Anda yang telah terbiasa memanfaatkan internet sebagai media dalam berbagi ilmu dan pengetahuan, tentunya pernah berpikir untuk melindungi karya pribadi Anda dari kopi ilegal. Tindakan pencegahan berupa penyimpanan dokumen dalam format PDF read-only, ternyata juga tidak menjamin keamanan dokumen dari cetak ilegal. Diperlukan fasilitas yang dapat menayangkan karya Anda secara online tanpa dapat dikopi ke dalam komputer pengunjung.

Sebetulnya fasilitas ini sudah sering ditemui di situs amazon.com dan digunakan untuk menampilkan isi buku sebelum konsumen melakukan pembelian. Selain itu, situs books.google.com juga menggunakannya untuk menampilkan isi buku dari berbagai perpustakaan universitas terkenal di negeri Paman Sam. Lalu bagaimana caranya jika kita menginginkan fasilitas serupa untuk menayangkan karya-karya pribadi? Dengan begitu, dapat tercipta perasaan aman ketika berbagi ilmu dan pengetahuan untuk sesama.
Fitur yang diberi nama iPaper di dalam situs scribd.com mempunyai cara kerja yang sama dengan fasilitas “Search Inside The Book” yang ada di amazon.com dan Google Books. Situs ini menyediakan fasilitas document streaming atau membaca dokumen seperti layaknya melihat video di dalam Youtube.com. Pengunjung hanya dapat membuka dan membaca semua isi dokumen namun tidak dapat diunduh.

Proses
Berbagai file juga dapat didukung oleh layanan ini, antara lain PDF, DOC, XLS, dan PPT. Untuk menggunakannya, pemilik dokumen hanya perlu masuk ke dalam situs scribd.com dan melakukan proses unggah (upload) melalui tombol “Click to Upload”. Selanjutnya Anda hanya perlu melakukan pemilihan dokumen yang akan ditayangkan.
Proses unggah akan ditampilkan di dalam kotak “Upload Queue”. Tunggulah sampai proses dinyatakan lengkap 100%. Selanjutnya, Anda akan diminta untuk memasukkan nama pengguna (username) dan kata sandi (password) apabila telah melakukan pendaftaran. Namun jika belum pernah melakukan pendaftaran sebelumnya, isilah nama pengguna, kata sandi, dan alamat e-mail di dalam kotak “Join Scribd”. Kemudian tekanlah tombol Signup untuk memproses pendaftaran akun Scribd.
Apabila proses pendaftaran berhasil dilakukan, isilah informasi dokumen tersebut secara lengkap, baik judul (title), keterangan (description), maupun kata kunci (tags). Jangan lupa menekan tombol Publish untuk menyimpan dokumen ke dalam server. Setelah proses tersebut selesai, Anda akan diperlihatkan dokumen-dokumen yang telah disimpan ke server di dalam halaman My Documents.

Streaming
Pilihlah salah satu dokumen yang ingin ditampilkan dari daftar di All Documents. Tunggulah beberapa saat sampai proses loading dokumen selesai dan menampilkan halaman pertama. Kemudian tekanlah tombol Embed di atas dokumen dan kopi kode HTML yang muncul di dalam kotak isian “Embed This Document”. Jika diperlukan, Anda dapat menekan link “Advanced Options” untuk mengatur ukuran tampilan dokumen.
Salinlah kode tersebut di dalam artikel website atau Blog yang terkait dengan menggunakan klik kanan mouse dan pilih menu Paste, atau menggunakan kombinasi tombol Ctrl+V. Begitu berhasil disimpan dan ditayangkan, Anda akan langsung melihat dokumen tersebut tampil di dalam situs. Contoh hasilnya dapat Anda lihat di situs artikeledukasi.blogspot.com.
Sama halnya seperti Youtube.com, dokumen tersebut ditampilkan secara streaming oleh Scribd.com sehingga Anda tidak perlu khawatir akan kepemilikan dokumen. Selain itu, dokumen tersebut juga dapat ditayangkan di situs lain melalui mekanisme penyisipan kode HTML yang mirip dengan Youtube.com. Dengan begitu, dokumen dapat terdistribusi secara luas melalui internet namun kepemilikannya tetap di tangan Anda. Bahkan perpustakaan virtual-pun bisa dibangun dari sini.

09 April 2008

Blokir Kontennya, Jangan Situsnya


Beberapa situs diblokir oleh berbagai penyedia layanan internet (ISP) untuk merespon surat resmi dari Menkominfo. Beberapa situs tersebut antara lain Youtube, Multiply, MySpace, dan Rapidshare yang banyak digunakan oleh pengguna internet di Indonesia. Pemanfaatan situs-situs tersebut seringkali terkait dengan kepentingan hobi semata, pendidikan, sampai dengan kepentingan bisnis kecil dan menengah.

Namun sepertinya hal-hal tersebut tidak ikut diperhatikan dalam penutupan situs-situs di atas. Banyak pihak merasa dirugikan dan dikecewakan karena ruang aktivitas mereka tiba-tiba ditutup. Bahkan berkembang kekhawatiran dari banyak pihak akan munculnya permintaan lain untuk memblokir situs-situs selain Youtube, Multiply, MySpace, dan Rapidshare.
Muncul banyak pertanyaan. Apakah memang harus menutup situs secara keseluruhan untuk mencegah masyarakat mengakses konten-konten yang tidak diinginkan? Apakah tidak mungkin hanya membatasi pada blokir konten-konten tertentu saja?
Bukankah teknik untuk melakukan blokir tidak terbatas hanya pada filter alamat saja? Bukankah filter pada konten atau alamat yang spesifik juga bisa dilakukan? Bukankah filter situs tetap tidak dapat membendung teknologi yang ada saat ini?

Pemerintah harusnya tidak sembarangan melakukan blokir. Pemblokiran yang dilakukan dengan menutup keseluruhan domain dapat merugikan orang-orang yang menggantungkan hidupnya dari layanan situs tersebut. Seyogyanya blokir lebih diarahkan kepada konten tertentu saja dan tidak asal menutup situs-situs yang justru memberikan manfaat kepada banyak orang.
Dengan melakukan filter pada konten saja, resiko kerugian dapat diminimalkan. Masyarakat yang memanfaatkan beberapa situs tersebut untuk tujuan positif tetap diberikan tempat yang layak. Selain Blogspot, Multiply juga banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berjualan secara online. Selain layanannya tidak berbayar, penggunaannya dirasakan cukup mudah bagi pengguna awam.
Sedangkan fasilitas Rapidshare juga banyak digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen pendukung dari artikel-artikel pendidikan yang disajikan di internet. Sangat disayangkan apabila mereka-mereka justru ikut menjadi korban dalam kejadian ini.
Saat ini memang telah berkembang protes mengenai kebijakan penutupan situs-situs di atas. Bahkan salah seorang netter Indonesia yang bernama Defrio Nandi telah mengajukan petisi online untuk menolak pemblokiran situs-situs tersebut. Petisi tersebut dapat dilihat http://www.petitiononline.com/utubeina/petition.html. Sudah lebih dari delapan ribu netter yang ikut menandatangani petisi ini.
Petisi sejenis ini sebetulnya bukanlah hal baru. Aktivitas ini juga pernah dilakukan beberapa tahun yang meminta PayPal untuk memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang dapat menggunakan layanan PayPal dalam transaksi online. Saat ini Indonesia sudah bisa menggunakan PayPal untuk kepentingan transaksi di internet.
Dengan adanya petisi tersebut, diharapkan Menkominfo juga dapat ikut mendengar pendapat-pendapat yang muncul di masyarakat. Sehingga dapat diambil kebijakan yang lebih tepat dalam melakukan blokir konten-konten yang tidak layak tampil.

Hacker dan Blogger Digugat

(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 20 April 2008)

Dalam berbagai kesempatan, seorang pakar telematika sering menyebut-nyebut Hacker dan Blogger sebagai pelaku berbagai aktivitas negatif di internet. Meskipun bukan sekali ini saja hacker menjadi kambing hitam pada setiap kejadian, namun betulkah Blogger juga terlibat?

Beberapa waktu yang lalu, situs milik Depkominfo diserang dan berganti muka. Kasus yang sering disebut sebagai defacing ini memang sering terjadi di dunia internet, baik pada saat muncul ketegangan pihak-pihak tertentu ataupun pada saat kondisi normal.
Umumnya, server website dengan tingkat keamanan yang rendah akan dengan mudah disusupi dan berganti wajah. Kejadian-kejadian sejenis ini juga sempat terjadi pada saat ketegangan antara Indonesia dan Malaysia, terkait persoalan klaim budaya.
Hacker selalu menjadi sebutan populer ketika orang-orang tersebut berhasil melakukan aktivitasnya memasuki sistem komputer orang lain. Menurut Eric Raymond, penulis The New Hacker's Dictionary, hacker merupakan programmer yang pintar dan mahir. Istilah cracker sebetulnya lebih tepat untuk pelaku aktivitas tersebut.
Meskipun tidak terlalu tepat, sebutan ini akhirnya diterima oleh kalangan luas sebagai istilah yang umum. Namun ketika Blogger disebut-sebut ikut juga berperan dalam aktifitas hacker, muncul tanda tanya besar mengenai definisi dan aktivitas Blogger. Apakah betul Blogger juga termasuk dalam golongan hacker?

Profil Blogger
Blogger atau penulis Blog saat ini cukup banyak dan makin meluas keberadaannya. Bahkan prediksi salah seorang pakar pada tahun 2005 bahwa Blog hanya akan menjadi tren sesaat, tampaknya tidak terbukti. Berdasarkan data dari Technorati.com, jumlah Blog yang ada di internet meningkat 2-3 kali dalam setahun.
Bahkan penggunaannya tidak lagi terbatas pada aktivitas curhat belaka, tetapi juga mulai menyebar pada bidang bisnis, pendidikan, kesehatan, sampai dengan pemerintahan. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menjadi salah satu penggunanya. Selain itu, Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Ansy’ari dan Menteri Pertanian Anton Apriyantono juga aktif menjadi penulis Blog sampai saat ini.
Kemudahan dan manfaat yang luar bisa dari media ini memang sangat menarik perhatian masyarakat. Bagi masyarakat awam, untuk memiliki website sangatlah sulit. Berbagai kemampuan teknis yang harus dimiliki menjadi penghambat bagi mereka untuk menjadi salah satu penghuni dunia maya.
Dengan adanya Blog, masyarakat seakan dimudahkan untuk memiliki website sekaligus aktif di dalamnya. Berbagai tulisan-tulisan konstruktif muncul dari tangan Blogger-Blogger yang produktif. Bukan hanya ide dan gagasan, tetapi juga bentuk kritik juga hadir di dalamnya. Kritik dan perbedaan pendapat dengan para pakar sangat mungkin muncul di dalam tulisan-tulisan para Blogger.
Blogger tentunya tidak sama dengan hacker yang mempunyai kemampuan khusus di bidang komputer. Saat ini Blog bukan hanya dimiliki oleh orang-orang yang mahir saja. Orang-orang yang sebelumnya tidak pernah merasakan teknologi internet kini, kini banyak yang aktif menjadi Blogger.
Komentar pakar yang memposisikan Blog dan penggunanya di sisi negatif teknologi sangatlah menyesatkan. Apalagi menyebut Blogger terlibat dan menjadi bagian dari masalah yang terjadi di dunia internet.
Dari berbagai Blog yang ada di internet, profil Blogger jelas mewakili berbagai lapisan masyarakat dan bidang pekerjaan. Dari ahli komputer, wartawan, dokter, dosen, sampai dengan anak-anak usia sekolah. Sebagai contoh, ronawajah.wordpress.com merupakan Blog seorang profesor salah satu universitas di Jakarta.
Sedangkan asepbs.blogspot.com dimiliki oleh seorang wartawan sebuah surat kabar di Semarang. Tidak ketinggalan, salah seorang dokter di Bali juga memiliki Blog di daniiswara.net.
Contoh-contoh tersebut mewakili profil pekerjaan Blogger yang ada di tanah air. Bagi mereka, Blog memang telah terbukti mampu menjadi media yang dapat meningkatkan produktifitas dalam bidang masing-masing.

Kasus-Kasus Blogger
Sangat membekas dalam ingatan ketika seorang Blogger di Yogyakarta sempat bermasalah karena menukar foto seorang artis dengan beberapa tokoh. Tokoh-tokoh yang diplesetkan tersebut antara lain Presiden SBY, Surya Paloh, Yusril Iza Mahendra, dan Roy Suryo. Namun kasus ini dianggap selesai setelah Presiden memaafkan dan foto-foto tersebut dihapus dari Blog.
Kejadian lainnya juga terjadi baru-baru ini ketika seorang pengguna Blog amatir dari Purwokerto memasang nomor-nomor kartu kredit aspal di dalam salah satu tulisannya. Peristiwa ini sempat menimbulkan kecaman dari kalangan Blogger di dalam negeri. Akhirnya situs tersebut dihapus dari daftar Google dan ditutup.
Berbagai kejadian di atas memang menjadi catatan hitam dalam penyalahgunaan Blog. Namun klaim media Blog sebagai sumber dari berbagai kejadian negatif di internet tetaplah tidak benar. Blogger atau penulis Blog merupakan pribadi-pribadi yang punya sikap dan pendirian yang mandiri dalam setiap tulisannya.
Meskipun seringkali berbeda pendapat dengan para pakar, tidak seharusnya dinilai sebagai bentuk permusuhan dari kelompok Blogger. Apalagi dengan serta-merta memberikan stempel-stempel negatif kepada mereka. Karena kritik sebetulnya juga merupakan salah satu bentuk cinta.

Update Blog Secara Offline

(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 23 Maret 2008)

Bagi seorang Blogger, seringkali keinginan untuk curhat atau menuliskan suatu ide muncul begitu saja tanpa mengenal tempat dan waktu. Namun ketiadaan koneksi internet kadangkala menjadi hambatan untuk mencurahkan kalimat demi kalimatnya ke dalam media tersebut.

Komputer atau laptop yang digunakan untuk menampung tulisan secara offline,sebelum dipublikasi ke Blog, juga dirasa tidak efektif. Umumnya, pemilik Blog harus menata ulang tulisannya ketika tulisan tersebut dipindah dari komputer ke dalam Blog. Sedangkan untuk menggunakan koneksi internet melalui telepon seluler bukan hanya bermasalah pada biaya yang lebih besar, tetapi juga oleh perangkat tambahan penghubung ponsel ke komputer.
Beberapa waktu yang lalu, Microsoft Word 2007 telah memberikan tambahan fitur untuk penggunanya agar bisa mempublikasikan artikel yang diketiknya ke dalam Blog setelah tersedia koneksi internet. Namun karena tidak semua Blog dapat didukung, terutama Blogger.com versi baru, maka penggunaan program ini tidak meluas.
Bahkan Blogger.com juga telah menciptakan program yang dapat disisipkan ke dalam Microsoft Word agar setiap artikel yang diketik di dalam software tersebut dapat langsung disimpan ke dalam server Blogger.com. Sama halnya dengan Microsoft Word 2007, fasilitas ini juga tidak banyak digunakan karena hanya berfungsi di Blogger.com versi klasik.

Kompatibel
Tetapi harapan muncul kembali pada akhir tahun 2007. Melalui situs blognya di http://windowslivewriter.spaces.live.com, Microsoft melepas produk Windows Live Writer 2008 yang sebelumnya telah diunduh oleh lebih dari 1,5 juta pengguna pada saat versi Beta.
Produk ini merupakan program untuk publikasi Blog yang berjalan di desktop. Namun yang perlu diperhatikan dalam penggunaan program ini, Anda harus menggunakan sistem operasi minimum Microsoft Windows XP SP2, atau Windows Vista. Sedangkan Windows XP Professional x64 Edition tidak didukung oleh Windows Live Writer.
Blogger dapat menuliskan artikelnya tanpa koneksi internet, untuk kemudian dipublikasikan ke Blog yang dimiliki setelah tersedia koneksi internet. Kelebihan produk ini antara lain kemampuan WYSIWYG (What You See Is What You Get), publikasi foto dan peta.
Selain itu, output yang dihasilkan kompatibel dengan berbagai penyedia Blog antara lain Blogger, LiveJournal, TypePad, WordPress, dan masih banyak lagi. Yang tak kalah bermanfaat, adanya kemampuan pemeriksaan penulisan kosa kata pada artikel berbahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol.
Yang perlu Anda lakukan adalah mengunduh program yang disediakan oleh Microsoft melalui http://get.live.com/writer/overview. Tekanlah tombol “Get it free” untuk memulai proses download program bantu yang berukuran 2,3 MB. Setelah proses instalasi selesai dijalankan, masukkan konfigurasi akun sesuai dengan aturan masing-masing penyedia Blog.
Setelah itu, Anda dapat bebas menulis artikel, memasukkan gambar, video, peta, ataupun tabel di ruang kerja Microsoft Live Writer. Apabila telah tersedia koneksi internet, artikel tersebut dapat langsung ditampilkan ke internet melalui tombol Publish. Hasil yang ditampilkan akan sama dengan yang diketik melalui program tersebut. Contoh hasil publikasinya dapat dilihat pada artikel “Percobaan” yang ada di http://bukutips.blogspot.com.

11 March 2008

Buku Baru (masih) Tentang Blog

Buku ini merupakan pembahasan lanjutan dari buku “Membuat Blog dengan Blogspot” yang sebelumnya telah diterbitkan oleh PT. Elex Media Komputindo Jakarta. Sebetulnya, tidak ada rencana untuk membuat sekuel buku yang berjudul "Membuat Blog dengan Blogspot Lanjutan". Namun setelah adanya beberapa e-mail dari pembaca yang menginginkan adanya pembahasan lanjut mengenai Blogspot, maka muncul semangat yang besar untuk menulis buku lanjutannya.

Apalagi ada yang menginformasikan bahwa stok buku ini sempat kosong di semua daerah selama bulan Nopember-Desember 2007. Bagi seorang penulis, informasi ini tentunya mempunyai arti yang sangat dalam. Buku yang disusunnya ternyata tidak sia-sia. Artinya, banyak orang dapat menerima dan memperoleh manfaat dari konten buku tersebut. Terima kasih pembaca! :-)

Untuk itulah, buku sekuel kedua ini kemudian disusun agar dapat memenuhi keinginan pembaca dalam mengetahui fasilitas dan kemampuan Blog lebih jauh lagi. Apabila buku sebelumnya menekankan pada pembuatan dan pengelolaan Blog secara mudah melalui Blogspot dengan berbagai fasilitas standar yang disediakan, maka buku ini lebih menekankan pada beberapa topik lanjutan, seperti menampilkan video pribadi dari ponsel ke dalam blog, menambahkan foto-foto pribadi dalam bentuk slide ke dalam blog, dan menjalankan musik sebagai latar belakang.

Selain itu terdapat pembahasan mengenai cara membagi tampilan artikel dan menambahkan hyperlink “Selanjutnya...” untuk melihat lanjutan artikel, memodifikasi sendiri template Blog, menambahkan shopping cart untuk keperluan bisnis, dan mendaftarkan Blog ke dalam mesin pencari.

Dengan disertai oleh penjelasan yang mudah dan sistematis, baik pemula, pelajar, maupun praktisi diharapkan dapat dengan mudah mengikuti setiap pembahasan yang disampaikan di dalam buku ini. Pokok pembahasan yang ada di dalamnya antara lain Menampilkan Koleksi Pribadi (Video, Foto, dan Musik), Modifikasi Tampilan Blog Tingkat Lanjut, Memanfaatkan Blog Menjadi Toko Online, Pendaftaran Blog ke Mesin Pencari, dan Strategi Meningkatkan Popularitas Website.



Link Pemesanan:
BukuKita.com...
BukaBuku.com...
PasarTradisional.com...

Buku Terkait:
Membuat Blog dengan Blogspot
Most Wanted Blogging Tips