03 April 2005

Lika Liku Bisnis Konten

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 3 April 2005)


Saat ini, perangkat ponsel sudah tidak lagi berfungsi sebagai alat komunikasi semata. Berbagai fitur disediakan untuk membuat pengguna semakin nyaman dalam menggunakan ponselnya untuk aktivitas sehari-hari. Fitur-fitur yang umumnya ada di dalam ponsel dapat diperkaya dengan konten-konten yang menarik, berupa ringtone, gambar latar belakang (wallpaper), screen saver, dan games. Kebutuhan pengguna terhadap konten untuk melengkapi fungsi fitur di dalam ponsel, ternyata cukup besar. Dengan banyaknya fitur yang disediakan tersebut, bagi sebagian orang dinilai sebagai peluang bisnis yang tidak boleh disia-siakan. Meskipun tidak sebesar harga ponsel, namun total nilainya cukup menarik untuk ditekuni. Dalam bisnis konten, terdapat tiga media distribusi yang umumnya digunakan. Media distribusi yang pertama adalah dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan kabel data dan ekstensi infrared. Media yang kedua menggunakan 4 digit nomor singkat untuk permintaan melalui SMS. Sedangkan media yang ketiga memanfaatkan fasilitas GPRS yang ada untuk akses melalui internet. Selain itu juga masih ada pemanfaatan nomor akses JAPATI yang menggunakan nomor khusus dari Telkom.
Untuk memulai bisnis konten secara konvensional dengan menggunakan media pertama, seseorang minimal perlu mengeluarkan biaya senilai dua juta rupiah untuk pembelian komputer setingkat Pentium III, kabel data, dan ekstensi infrared. Apabila penjual menghargai kontennya senilai 5000 rupiah, maka ia hanya membutuhkan 400 pembeli untuk menutup modal awal hardware-nya saja. Anda dapat mengkalkulasi keuntungannya apabila untuk memenuhi jumlah tersebut ternyata hanya perlu waktu satu sampai dua bulan saja. Namun perhitungan ini masih cukup kasar karena perlu mempertimbangkan respon lokasi bisnis, jumlah pesaing dalam satu lokasi, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa suatu lokasi. Selain itu, masih ada biaya yang perlu dibayarkan untuk membeli hak cipta konten yang dijual. Biaya tersebut seharusnya juga perlu dimasukkan ke dalam perhitungan biaya pokok. Namun banyak counter penjualan konten ternyata tidak memasukkan pembelian hak cipta tersebut sebagai biaya pokoknya. Sehingga dapat dikatakan, untuk bisnis konten dengan media konvensional seperti ini, biasanya yang lebih diuntungkan adalah penjual konten. Keterlibatan pengembang konten (pembuat games, ringtone, atau gambar) dalam bisnis ini belum terlihat. Para pengembang tidak merasakan dampak dari tingginya penjualan yang dihasilkan oleh para penjual, kecuali jika mereka menjualnya sendiri.
Para pengembang konten lebih senang membuat kerjasama dengan operator ponsel untuk menjual karyanya. Biasanya terdapat hitung-hitungan yang jelas dan terukur apabila konten yang mereka hasilkan dipasarkan melalui operator ponsel. Namun yang sering menjadi penghalang bagi pengembang adalah status perusahaan yang diminta oleh operator sebagai prasyarat kerjasama. Dalam kapasitas pribadi, pengembang konten hanya dapat menjual karyanya ke suatu perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Kesepakatan pembagian keuntungan lebih tergantung pada perusahaan yang menjadi perantara (broker). Sedangkan dalam kapasitas perusahaan, pengembang konten dapat ikut merasakan secara langsung harga jual ataupun royalty dari pemasaran kontennya yang dijual melalui operator ponsel. Dalam kerjasama ini, media SMS dengan 4 digit nomor dan media internet melalui GPRS seringkali menjadi pilihan jalur distribusinya. Untuk media SMS dengan 4 digit nomor, penjualan tergantung dari permintaan konten melalui SMS. Setiap kali pengguna mengirimkan permintaan konten melalui SMS, akan dikenai biaya tertentu sesuai dengan kesepakatan yang tertulis. Biaya yang dikenakan tidak lagi seharga 350 rupiah, tetapi bisa bervariasi tergantung pada konten yang dijual. Sedangkan untuk media internet, pengguna akan dikenai biaya sebesar ukuran konten yang didownload. Semua biaya dan pembagian keuntungan akan diatur pada saat kesepakatan dibuat dengan operator ponsel.
Dengan kerjasama tersebut, pengembang konten perlu menyediakan sebuah komputer server yang berisi konten dan jalur internet untuk berhubungan dengan pengguna melalui operator. Bagi mereka yang bekerjasama dengan operator, biaya yang dikeluarkan tentunya tidak kecil. Terdapat biaya rutin yang perlu dikeluarkan untuk membiayai jasa internet yang aktif selama 24 jam. Dari informasi yang diperoleh dari salah satu penyedia jasa layanan internet (ISP), minimal biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya berkisar 3-4 juta sebulan. Selain itu, ada biaya promosi yang harus dikeluarkan agar konten yang dijualnya dikenal masyarakat. Untuk itu diperlukan hitungan yang benar-benar matang sebelum memutuskan menjadi pengembang konten sejenis ini. Pengembang konten haruslah memiliki banyak konten yang menarik dan menjual untuk dapat menutup biaya yang dikeluarkan setiap bulannya. Atau ia harus mempunyai bisnis sampingan selain konten ponsel untuk berjaga-jaga apabila frekuensi penjualan konten menurun. Bagi institusi yang sebelumnya telah mempunyai jalur internet, dengan adanya bisnis ini tentunya akan meringankan biaya internet yang seharusnya dikeluarkan, terutama jika bisnis kontennya sukses.
Apabila dibandingkan dengan bisnis konten yang konvensional, konten yang dijual melalui cara ini jauh lebih banyak. Selain games, ringtones, wallpaper, dan screensaver, pengembang dapat menjual informasi. Penjualan konten dengan jenis ini cukup banyak diminati oleh sebagian besar pengembang ponsel. Informasi dapat berupa kurs mata uang, harga saham, kondisi cuaca, bahkan sampai dengan koordinat lokasi pengguna ponsel dalam suatu daerah. Akhir-akhir ini, beberapa institusi pendidikan juga mulai terjun dalam penyediaan konten berupa informasi nilai, jadwal kuliah, status pembayaran, dan pengumuman penerimaan siswa/mahasiswa. Semakin banyak orang yang membutuhkan informasi tersebut, semakin banyak pula penghasilan yang masuk. Penghasilan tersebut juga tergantung dari biaya yang dikenakan untuk pengguna informasi. Semakin tinggi biaya yang dikenakan, semakin tinggi pula margin keuntungan yang didapat. Selain itu, variasi informasi yang disediakan juga ikut mempengaruhi frekuensi permintaan. Dengan kreativitas pengembang konten, tentunya semakin banyak informasi yang menarik dan dapat dijual kepada pengguna ponsel. Ridwan Sanjaya

08 June 2004

Membuat Aplikasi Linux dengan “Visual Basic”

(PCPlus 179, 08-14 Juni 2004)

Saat ini keberadaan sistem operasi Linux telah membayang-bayangi dominasi sistem operasi Windows dengan berbagai jenis distro-nya, dari RedHat, Suse, Mandrake sampai Software RI. Bagi generasi muda, menggali kemampuan sistem operasi Linux lebih jauh merupakan suatu tantangan tersediri dan bukti eksistensi. Meskipun sebetulnya, bukan sesuatu yang sulit jika kita ingin mencoba menggunakan Linux dalam keseharian. Dari administrasi sampai ke pengembangan aplikasi, dapat dilakukan tanpa kesulitan di sistem operasi ini. Salah satu contoh nyata, progdi Ilmu Komputer salah satu PTS di Semarang, telah menggunakan sistem operasi ini secara keseluruhan dari operasional administrasi dalam pembuatan surat, bagi-bagi sumber daya (sharing), jaringan lab komputer, sampai pada pembuatan aplikasi baik web maupun PC.

Untuk keperluan administrasi banyak pilihan yang dapat kita digunakan, antara lain KOffice dengan berbagai programnya yang dapat bekerja secara grafis seperti pada saat kita berada di lingkungan Windows. Atau, OpenOffice milik Sun Microsystem yang mempunyai kemiripan dengan Office 2000/XP dan saat ini sedang naik daun. Serta masih banyak lagi pilihan yang mungkin disuka karena berbagai kelebihannya. Bagi Administrasi berbagai aplikasi di atas bukan merupakan hal yang asing lagi karena pada saat instalasi Linux pertama kali, aplikasi untuk Administrasi berbasis grafis telah masuk di dalamnya. Sehingga bagi Administrasi yang beralih dari Windows ke Linux tidak memerlukan waktu lama untuk kembali mengerjakan pekerjaan rutinnya.

Membuat Aplikasi Linux
Namun, untuk membuat sebuah aplikasi bisa jadi merupakan hal yang belum biasa bagi pengguna Windows yang ingin beralih ke Linux, terutama hal ini terjadi pada programmer Visual Basic, yang notabene merupakan produk dari Microsoft. Timbul kekhawatiran tersediri jika mereka memutuskan untuk beralih ke sistem operasi lain. Pemikiran untuk mempelajari dari awal bahasa pemrograman yang lainnya, seringkali muncul di dalam benak.

Kekhawatiran kehilangan keperkasaannya di bidang pemrograman tidak perlu dikhawatirkan oleh para programmer Visual Basic yang akan berpindah ke sistem operasi Linux. Apalagi jika mereka menginginkan melebarkan sayapnya di bidang pengembangan aplikasi, atau saat ini sedang membangun aplikasi yang cocok untuk lingkungan tersebut. Kekhawatiran tersebut telah dijawab dengan munculnya Phoenix Object Basic berbasis Linux. Alat bantu pemrograman ini cukup familiar bagi pengguna Visual Basic yang ingin melanjutkan kemampuannya di lingkungan sistem operasi.

Bukan hanya dari sisi kode saja yang mirip dengan Visual Basic, tetapi juga cara membuat program yang tinggal memilih dan menempelkan tool pada layar program. Phoenix Object Basic juga menyediakan window, form, menu dan kontrol data seperti tombol, label, list-box, combo-box, dan lain sebagainya. Sehingga kita serasa berada di lingkungan Visual Basic dan pembuatan aplikasi untuk Linux dapat dengan mudah terwujud. Perbedaan yang bisa jadi kelebihan Phoenix, kemampuan object oriented yang tertanam di dalamnya. Lengkap dengan penggunaan inheritance dan polymorphism, yang mulai diterapkan oleh Microsoft di lingkungan dot Net.

Download Phoenix
Aplikasi ini bisa kita temukan dan di-download melalui http://www.janus-software.com/phoenix_download.html. Dengan kebutuhan minimum yang hanya sekelas mesin Pentium 100 Mhz, Phoenix sudah bisa dijalankan. Namun, harus diperhatikan juga kebutuhan minimum distro Linux yang kita gunakan untuk menjalankan aplikasi ini. Penyertaan kemampuan pengaksesan database-database yang ada di Linux (seperti MySQL, msql, dan Postgre), mengharuskan kita untuk menginstalasi komponen UnixODBC sebagai library tambahan. Kemampuannya di internet semakin mempertebal ketertarikan pada aplikasi ini, sama dengan saat berada di lingkungan VB. Selain mampu memanfaatkan SMTP/POP mail server, Phoenix juga dapat memanfaatkan koneksi UDP dan TCP.

Untuk menginstalasi aplikasi ini, Anda cukup menuliskan perintah ”rpm -U phoenix-vbasic-1.5-6.i386.rpm”di jendela console. Namun jangan lupa untuk menginstall UnixODBC terlebih dahulu. Tanpa UnixODBC, instalasi tidak dapat dilanjutkan. Namun, apabila Anda merasa telah melakukan instalasi UnixODBC dengan benar, namun instalasi Phoenix tidak berjalan dengan baik, bisa disebabkan karena file liblcms.so.1 dan libodbc.so.1 belum terinstal secara sempurna.

Jika Anda kesulitan memperoleh liblcms.so.1 dan libodbc.so.1 yang merupakan file dependencies dari Phoenix-1.5-6, Anda bisa mencari dan memperolehnya melalui URL http://www.rpmfind.net. Cari satu persatu file di atas dengan menuliskan nama file di kotak search. Setelah semuanya ditemukan, instal file RPM yang Anda download tersebut, kemudian ulangi instalasi Phoenix. Jika berhasil, jalankan aplikasi tersebut dengan menuliskan “phoenix” di jendela console. Akan muncul beberapa jendela yang antara lain jendela utama, form, toolbox, dan object. Anda bisa tambahkan tools yang lain melalui menu Tools.

Jika semuanya telah berjalan dengan baik, saatnya Anda memulai membuat aplikasi dengan kemampuan pemrograman Visual Basic yang dimiliki. Dengan begitu, programmer Visual Basic akan lebih leluasa dalam memberikan kontribusinya di dunia pembuatan aplikasi, baik di Windows maupun Linux. Dengan makin banyaknya aplikasi yang dibuat untuk suatu sistem operasi, semakin kaya pula nilai kandungan yang ada di dalamnya. Membuat aplikasi VB untuk Linux, siapa takut? (Ridwan Sanjaya)

16 April 2003

Membasmi Virus HTML.RedLof.A

(PCPlus 122, 16-22 April 2003)

Hingga saat ini belum semua pemakai sadar, sebetulnya dari internet seseorang bisa melindungi komputernya dari serangan virus. Bahkan pada sebagian besar pengguna internet juga tidak menyadari, terdapat ratusan bahkan jutaan alat bantu (tools) yang diedarkan secara bebas dan gratis dalam kaitannya dengan perlindungan virus. Idealnya, pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pemilik komputer cukup men-download antivirus yang dibutuhkan untuk memproteksi komputernya, tanpa harus menunggu terserang lebih dahulu. Namun apabila serangan sudah terlanjur datang, mereka tetap masih dapat berharap dari sekian banyak antivirus yang beredar di internet.
Pertengahan bulan Februari yang lalu, aktivitas pembuat web di Semarang tiba-tiba diganggu dengan kemunculan virus HTML yang menyerang hasil karya mereka. Eks rekan sekerja datang malam-malam ke rumah dan terlihat kebingungan dengan virus yang menyerang seluruh website di komputernya. Padahal salah satu website tersebut sudah tiba waktunya untuk diserahkan ke tempat kerjanya. Seluruh file yang berhubungan dengan web; dari HTML, ASP, sampai PHP yang dikerjakannya hingga berbulan-bulan, tidak lagi dapat berjalan. Semua file tersebut bertambah isinya sampai dua belas kilobytes. Terlihat jelas bahwa ada VBscript (sejenis Javascript, buatan Microsoft) yang menyusup dan masuk di sela-sela isi file tersebut. Bukan hanya komputer miliknya saja yang menjadi korban, tetapi juga milik beberapa mahasiswa komputer yang sedang menyelesaikan tugas akhir bertemakan internet. Jika saja virus yang menyerang tergolong “wajar”, ia dapat memanfaatkan antivirusnya yang hampir setahun tidak pernah di-update. Namun yang membuatnya tidak berdaya, virus HTML tersebut tidak dapat dikenali oleh program antivirusnya.
Selama ini, cerita tentang virus yang menyerang HTML hanyalah sebuah berita yang belum pernah ditemukan aksinya. Namun pada malam itu, dari sekian banyak file web yang ada di dalam harddisk, tak satupun luput dari serangan virus tersebut. Yang terserang bukan hanya dokumen htm/html saja tetapi juga asp, php, jsp, htt, dan vbs. Padahal ketiga file pertama merupakan aplikasi web yang ditulis dalam bahasa yang berbeda dan latar belakang basis sistem operasi yang berbeda pula. Setelah dilihat lebih jauh, virus ini terbilang sebagai salah satu karya kreatif yang memanfaatkan sifat “executable” dari Visual Basic Script (VBscript) di lingkungan Windows. Artinya, aplikasi dengan VBscript di dalamnya dapat dengan mudah dijalankan di sistem operasi milik Microsoft. Kelemahan inilah yang sering dijadikan sebagai media penularan virus di berbagai aplikasi berbasis Windows. Contoh pemakaian VBscript yang paling sering dijumpai adalah virus makro di aplikasi Word dan Excel. Namun virus tersebut tidak dapat menyebar dan menulari sistem operasi lain seperti Linux karena VBscript hanya diterima di lingkungan Windows saja.

Penanganan Virus
Dengan memanfaatkan search engine (mesin pencari seperti Yahoo atau Google), pengguna internet dapat segera menemukan banyak petunjuk berdasarkan karakteristik kode virus di dalamnya. Pada hasil pencarian, penambahan baris prosedur KJ_Start() pada semua file yang tertulari mengindikasikan dokumen telah terkena virus HTML.RedLof.A. Beberapa nama alias yang dikenal oleh program antivirus antara lain VBS/Redlof-A, VBS:Redlof, VBS/Redlof.A, VBS.Redlof.A, VBS/Exploit.C, VBS/Redlof, VBS.Redlof, VBS/Redlof@M. Menurut berbagai sumber (TrendMicro, Symantec, ThaiMisc), virus ini tergolong jinak namun potensi kerusakan yang ditimbulkan cukup menyulitkan. Dikatakan jinak, karena dapat dengan mudah dilumpuhkan jika secara dini diketahui penularannya. Namun jika terlambat mengetahui, setelah dokumen web di-upload, virus akan seketika menyebar ke pengguna komputer yang mengakses website tersebut. Semakin populer website tersebut, semakin makan banyak korban.
Media penyebaran virus ini juga memanfaatkan email yang dikirim melalui Outlook Express (software email dari Microsoft). Pada Outlook Express, virus akan menginfeksi dan memanfaatkan file stationery yang berbasis HTML sehingga menyebabkan semua email yang terkirim akan membawa serta virus tersebut. Apabila penerima tidak mempunyai cukup proteksi, virus akan segera menginfeksi seluruh file vbs, htt, html, htm, asp, php, dan jsp. Apabila pilihan “View as Web Page” diaktifkan, maka semua file htt di dalam folder tersebut akan terinfeksi virus.

Terdapat dua cara untuk melumpuhkan virus ini, secara manual dan memanfaatkan anti virus yang tersedia. Secara manual, dengan membuat file batch yang dapat Anda dapatkan di http://210.1.15.3/pub/pub/program/antivirus/clean.bat. File clean.bat tersebut cukup Anda jalankan melalui menu DOS Prompt yang terdapat pada semua jenis Windows yang Anda miliki (Windows 3.x, Windows 95, Windows 98, Windows NT, Windows ME, Windows 2000, dan Windows XP). Secara otomatis file tersebut akan bekerja menghapus semua file yang berpotensi untuk dimanfaatkan virus HTML.RedLof.A. Namun cara ini tidak disarankan bagi pengguna yang awam. Cara kedua merupakan alternatif aman untuk membersihkan virus bagi pengguna yang belum mahir. Anda dapat memanfaatkan berbagai antivirus yang tersedia di pasaran dengan update data virus terbaru. Antivirus tersebut dapat didownload melalui Website Trend Micro (http://www.trendmicro.com), McAfee (http://www.mcafee.com), Symantec (http://www.symantec.com), dan AVP/Kaspersky (http://www.avp.ch). Dari semua alternatif di atas, antivirus dari Trend Micro-lah yang mempunyai ukuran cukup kecil untuk di-download. Dengan ukuran hanya sebesar 285.1 Kb, antivirus tersebut dapat Anda download secara langsung melalui http://www.trendmicro.com/download/tsc.asp. File tersebut dapat Anda jalankan langsung untuk memulai memeriksa dan membersihkan komputer dari virus HTML.RedLof.A. Abaikan pesan kebutuhan file ketika program dijalankan, dengan tidak menekan tombol apapun pada jendela error dan langsung menjalankan proses pada layar program utama. Dalam waktu tidak terlalu lama, virus tersebut dapat segera tertangani.
Bagi yang telah menggunakan program ViruScan (McAfee), Norton Anti Virus (Symantec), dan Antiviral Toolkit Pro (Kaspersky) di dalam komputernya, dapat memanfaatkan fasilitas auto-update dari internet atau cukup men-download data virus terbaru dari situs-situs di atas serta meng-copy-nya ke direktori program masing-masing.

Tips Proteksi Komputer
Dimungkinkan pada waktu mendatang, media yang digunakan untuk penyebaran virus makin bervariasi. Media penyebarannya bukan lagi antar disket (virus boot sector), dokumen kerja (virus macro), attachment email dan database (virus worm), ataupun website (seperti halnya HTML.RedLof.A). Tetapi bisa berkembang pada batas-batas yang belum terpikirkan pada saat ini. Untuk itu ada beberapa tips yang disarankan untuk memproteksi komputer dari serangan virus:
  • Nonaktifkan fasilitas yang tidak diperlukan, misalkan fasilitas sharing antar pengguna Windows. Jalur ini sering dimanfaatkan untuk memulai penyebaran virus dari dan ke komputer Anda. Jika fasilitas ini memang dibutuhkan berkelanjutan, berikan password untuk fasilitas tersebut dan gantilah secara berkala untuk meminimalisir potensi penularan.
  • Aktifkan antivirus untuk menjaga aktivitas dalam sistem. Meskipun menyita sebagian sumber daya komputer, cara ini lebih beresiko kecil dibandingkan dengan potensi kehilangan data. Jangan lupa membiasakan diri untuk memeriksa disket yang akan masuk ke dalam komputer dengan antivirus. Dan jangan biarkan antivirus menjadi “tua” tanpa adanya pembaharuan (update) virus datafile. Download update secara periodik akan membantu menangkal virus-virus terbaru.
  • Jangan pernah langsung membuka attachment email, meskipun dari teman terdekat. Simpan dulu di suatu direktori dan perhatikan properti dari dokumen tersebut, dengan menggunakan klik mouse sebelah kanan pada nama file kemudian pilih properties. Jika dokumen mempunyai ekstensi seperti.vbs, .bat, .exe, .pif dan .scr, disarankan untuk tidak dibuka. Konfirmasi ulang ke rekan yang mengirim email dan pastikan dokumen yang dikirim sudah benar.
Dengan sedikit tips tersebut, diharapkan potensi tertulari virus dapat diminimalkan. Kebiasaan melindungi komputer secara dini dapat mencegah kehilangan data (dan juga dana) yang lebih besar. (Ridwan Sanjaya)

05 September 2002

Konversi ASP ke PHP

(PCPlus 94/III/2002 - rubrik plusInternet: Portal)

Beralih dari ASP ke PHP? Sayang dengan script-script lama yang sudah ditulis dengan ASP? Malas nulis ulang ke PHP? Kenapa tidak gunakan fasilitas dari internet yang gratis ini? ASP2PHP mampu mengubah script ASP Anda ke dalam bahasa pemrograman PHP.

Popularitas PHP memang sangat luar biasa. Berjuta-juta website baru yang muncul di internet dibuat dalam bahasa PHP. Bahasa pemrograman web dengan banyak fungsi tertanam ini memang memudahkan penggunanya dalam membuat banyak aplikasi web. Disamping untuk memperolehnya tidak dipungut biaya, sumber-sumber di internet yang menyediakan source code secara terbuka (open source) cukup banyak. Sehingga peluang untuk mempelajari dan meningkatkan kemampuan sangat terbuka lebar.

Dengan banyaknya media massa komputer yang membahas mengenai bahasa pemrograman ini, dominasi PHP di kalangan masyarakat internet semakin tampak. Meskipun ASP (bahasa scripting milik Microsoft) tidak benar-benar ditinggalkan, salah satu situs dengan terang-terangan menyediakan tools gratis untuk mengubah semua script ASP yang Anda buat ke dalam PHP. Dengan versi yang telah mencapai 0.76, tools untuk mengubah ASP menjadi PHP disediakan dalam berbagai sistem operasi yang berbeda. Situs yang beralamatkan di http://asp2php.naken.cc tidak lupa memberikan versi terakhirnya untuk sistem operasi Windows (basis sistem operasi bagi para programmer ASP). Bahkan disediakan pula fasilitas setup online yang memungkinkan Anda langsung melakukan instalasi melalui internet.

Ketika pertama kali mengunjungi situs tersebut, Anda akan dibuat terkejut dengan logo yang tampil di awal website. Jika melihat logo ASP2PHP di situs tersebut, dapat ditebak sang pemilik situs bukanlah pecinta ASP (atau Microsoft?). Dengan memberikan dua tanduk pada tulisan ASP mengesankan citra keburukan yang menempel pada diri bahasa itu. Sekilas Anda akan teringat kepada tanduk para tokoh-tokoh setan. Kemudian ketika pandangan beringsut ke tulisan PHP dengan gelang kepala di atasnya, Anda akan teringat pada tokoh malaikat yang sering digambarkan dengan gelang di atas kepala.

Meskipun file instalasinya cukup kecil, hanya berukuran 81,4 Kilobyte, ASP2PHP mampu mengubah script ASP menjadi PHP dengan dukungan terhadap lima driver database terkenal, yaitu MySQL, Oracle, ODBC, Postgres, dan Sybase. Namun Microsoft SQL Server tidak termasuk ke dalam driver yang didukung tools ini. Bahkan Anda disarankan dan diberikan cara untuk mengkonversi database MS SQL yang Anda miliki ke dalam database yang didukung oleh ASP2PHP, atau menggunakannya dalam lingkungan ODBC.

Meskipun belum sepenuhnya selesai, tools ini cukup bisa diandalkan dalam memberikan solusi konversi ASP ke dalam PHP. Tidak banyak waktu yang terbuang untuk menulis ulang script-script ASP yang telah dibuat sebelumnya ke dalam bahasa pemrograman PHP. Bahkan di dalam tools ini disediakan pilihan –y2k untuk mengatasi problem Y2K yang ada dalam ASP.

Mode DOS
Tools ini berjalan pada mode DOS prompt. Anda akan mengalami banyak kesulitan jika langsung menjalankan pada lingkungan Windows Explorer ataupun shortcut sekalipun. Untuk itu, ekstrak file zip ASP2PHP ke root directory agar Anda tidak kesulitan dalam menjalankan file tersebut. Biasanya tools ini langsung membuat directory baru berdasarkan versi yang Anda download. Ubah (rename) direktori/folder tersebut ke dalam nama yang mudah ditulis, misalkan c:\asp2php-0.76.3 menjadi c:\asp2php.

Setiap kali Anda menginginkan untuk menggunakan ASP2PHP, jalankan DOS Prompt dan pindah ke direktori c:\asp2php. Ketikkan asp2php untuk menemukan tampilan seperti yang terlihat pada gambar 2. Di situ akan dijelaskan semua pilihan yang bisa ditambahkan saat Anda menjalankan ASP2PHP, agar hasil konversi dapat seperti yang diinginkan.

Anda dapat mencoba ketangguhan tools ini dengan menggunakan filetest.asp yang sudah disediakan di dalamnya. Cukup ketikkan asp2php filetest.php untuk memperoleh filetest.php dengan berbagai perubahan di dalamnya. Perubahan yang jelas tampak adalah saat Anda menggunakan Response.ContentType="text/html" pada ASP, maka pada PHP akan dikonversi menjadi header("Content-type: "."text/html");

Tertarik? Download saja tools ini di http://asp2php.naken.cc/download.php. Coba dan temukan berbagai kelebihan dan kekurangan tools ini. Dengan begitu, freeware ini dapat makin disempurnakan oleh Michael Kohn (mike@naken.cc), sang pengkonversi devil ke bentuk saint :)
(Ridwan Sanjaya)

30 May 2002

Email Yahoo! pada Outlook Express

(Neotek Mei 2002 - Rubrik : NeoTutor)

Tidak banyak layanan email gratis yang menyediakan fasilitas POP3 untuk pelanggannya. Dengan adanya fasilitas tersebut, pemilik email dapat memindah atau meng-copy email yang ada di server ke dalam komputer pribadi. Untuk membaca email satu persatu, pengguna tidak perlu berlama-lama di depan komputer yang online ke internet. Dengan begitu, pulsa telepon yang makin mahal, dapat lebih dihemat.

Fasilitas POP3 sebetulnya bukan sesuatu yang baru. Sejak awal perkembangan internet di tanah air, beberapa layanan email gratis telah menyediakannya. Meskipun jumlahnya cukup terbatas. Namun pada saat itu, masih sedikit dari pengguna email gratis yang mempunyai komputer sendiri dengan koneksi internet. Sehingga fasilitas tersebut tidak banyak dimanfaatkan. Untuk melihat email yang masuk dan membacanya satu-persatu, mereka harus online setiap saat.

Keadaan menjadi berubah ketika pemilik email gratisan tersebut telah memiliki komputer yang mampu online setiap saat. Entah komputer pribadi atau fasilitas kantor. Mereka menginginkan untuk mengambil setiap email yang masuk ke server pada satu saat saja dan membacanya di saat yang senggang, tanpa harus selalu terkoneksi ke internet. Untuk bernostalgia dengan surat-surat lama, mereka tidak harus online terlebih dahulu. Cukup melihat di komputer, arsip-arsip tersebut dapat dibaca setiap waktu.

Setelah ditutupnya fasilitas POP3 bebas biaya milik Netaddress (www.usa.net) yang sudah menemani para netter pada awal perkembangannya, banyak pengguna email gratis mulai beralih ke Yahoo!Mail. Selain terkenal sebagai mesin pencari yang handal, kapasitas mailbox yang diberikan cukup besar. Dan yang lebih penting, fasilitas POP3 diberikan tanpa dipungut biaya! Pengguna hanya diberikan persyaratan untuk menerima iklan-iklan sponsor melalui email masing-masing. Asalkan menghemat pengeluaran, kenapa tidak ?

Aktifkan Fasilitas
Fasilitas POP3 dari Yahoo! tidak begitu saja dapat digunakan pengguna email. Untuk mengaktifkan layanan POP3, Anda terlebih dahulu harus login ke masing-masing account. Masukkan Yahoo! ID dan password seperti biasanya untuk masuk ke masing-masing account.

Setelah ID dan password dimasukkan dengan benar, akan ditampilkan menu di sebelah kiri layar. Pilih menu Options, sehingga akan tampil pilihan beberapa fasilitas seperti di bawah ini :

Klik pilihan POP Access & Forwarding. Melalui pilihan ini, Anda dapat melempar email yang diterima ke alamat email yang lain, atau memindahkannya ke komputer pribadi dengan men-download-nya melalui software email yang dimiliki. Setelah itu, Anda akan diberikan pilihan seperti pada gambar di bawah ini :

Terdapat 2 langkah yang harus dilakukan agar tujuan untuk memindahkan email dari mailbox di Yahoo! ke harddisk komputer kita dapat berhasil. Pada Step 1, klik pilihan Web and POP Access. Jika Anda hanya menginginkan untuk melempar yang diterima ke alamat email yang lain, klik pilihan di bawahnya, Forward, dan isi alamat email tujuan.

Untuk Step 2, klik pilihan HTML Messages jika Anda menginginkan surat-surat yang masuk dapat membaca format HTML, sekaligus menampilkan gambar dan hyperlink. Pilihan Text messages only dapat Anda klik jika menginginkan surat yang masuk hanya berupa teks saja.

Setelah kedua langkah tersebut dipilih, tekan tombol Submit untuk melihat konfirmasi seting yang harus dicatat.

Pada gambar di atas terlihat tabel server settings yang menampilkan alamat server POP3, server SMTP, account atau alamat email yang Anda miliki, dan password yang sengaja tidak ditampilkan. Masing-masing seting mempunyai kegunaan pada software email klien yang Anda miliki.

Server POP3 merupakan pintu masuk surat yang datang ke komputer Anda. Tanpa adanya server POP3, Anda tidak dimungkinkan untuk mengambil atau memindah email yang ada di server ke komputer pribadi. Dengan kata lain, email hanya dapat dibaca melalui web dan Anda harus terkoneksi ke Internet setiap saat untuk membaca satu persatu email yang ada di server.

Sedangkan server SMTP digunakan untuk jalan keluar email yang dikirim dari komputer Anda. Namun, server SMTP yang ditampilkan dalam seting Yahoo! tidak terlalu penting untuk digunakan. Sebab masing-masing layanan jasa internet (ISP) telah memberikan server SMTP sendiri. Anda dapat memilih salah satu saja.

Pengaturan Outlook
Setelah layanan POP3 diaktifkan, langkah berikutnya adalah mengatur seting pada software klien email. Dalam hal ini, pilihan software adalah Outlook Express yang cukup banyak digunakan para netter.

Klik Account pada menu Tools. Pilihan ini digunakan untuk setiap kali penambahan alamat email yang ingin anda download melalui Outlook Express. Software ini memang mampu menangani banyak account sekaligus dalam satu kali download.

Klik pilihan mail pada tombol Add, untuk menambah daftar account selain yang sudah ada pada daftar di sebelah kiri.

Setelah itu, pengaturan account baru dimulai dengan mengisi nama lengkap yang akan tampil pada setiap email yang dikirim melalui alamat tersebut. Isikan nama yang Anda kehendaki pada kotak pengisian di bawah ini. Tekan tombol Next setelah pengisian selesai dilakukan.

Kemudian tulis alamat email yang digunakan untuk account ini. Alamat email yang Anda tulis merupakan alamat tujuan dari lawan bicara Anda ketika hendak membalas kembali (reply). Tekan tombol Next untuk melanjutkan pengisian.

Langkah berikutnya adalah mengisikan server POP3 dan SMTP yang telah diberikan pada saat Anda mengaktifkan fasilitas tersebut dari situs Yahoo!Mail. Isian tersebut harus sesuai dengan seting yang tampil pada tabel server settings. Klik tombol Next untuk melanjutkan langkah berikutnya.

Berikutnya adalah mengisi account name dan password. Account name diisi dengan Yahoo!ID, sedangkan password diisi dengan password yang Anda gunakan pada Yahoo!ID. Klik remember password jika Anda tidak menginginkan untuk mengisi password lagi pada setiap pengecekan dan pengiriman email. Namun, langkah untuk tidak me-klik kotak remember password bisa jadi merupakan langkah aman untuk berjaga-jaga dari keusilan orang lain. Klik tombol next untuk melanjutkan langkah berikutnya.

Setelah semua pengisian selesai, maka akan tampil pesan bahwa semua pengisian telah lengkap dilakukan. Tekan tombol Finish untuk menyelesaikan langkah-langkah pembuatan account baru. Namun masih ada beberapa langkah lagi untuk membuat account tersebut dapat bekerja dengan baik.

Account baru akan ditampilkan dengan nama yang sama dengan server POP3. Tekan tombol properties yang ada di sebelah kanan window, untuk mengubah tampilan tersebut dan seting lainnya.

Ubah mail account dengan nama yang Anda inginkan. Untuk tidak membingungkan, mail account dapat disesuaikan dengan nama depan dari alamat email yang digunakan. Tekan tombol Apply untuk menyimpan seting tersebut.

Selanjutnya, klik mouse pada tab Servers untuk menampilkan seting yang dibutuhkan server. Dalam Outgoing Mail Server terdapat kotak My server requires authentication yang digunakan untuk melakukan pengecekan ulang password ketika email dikirimkan. Pilihan ini perlu jika server menerapkan double security, yaitu pada saat menerima dan mengirimkan email. Klik kotak tersebut untuk mengaktifkannya. Karena Yahoo! mengharuskan untuk pengecekan ulang password pada saat pengiriman email. Tekan tombol Apply untuk menyimpan seting tersebut.

Setelah langkah tersebut, maka account sudah dapat digunakan. Namun ada satu hal lagi yang menarik sebelum kita menyudahi pengaturan properties. Klik tab Advanced sehingga tampil pengaturan untuk delivery email. Pada bagian delivery, Anda dapat me-klik kotak Leave a copy a messages on server jika Anda menginginkan email yang di-download tetap ada di server.
Dengan begitu, email tidak serta merta dihapus server ketika sudah terambil software email. Email tersebut tetap dapat dijadikan sebagai arsip ketika harddisk mengalami masalah di kemudian hari. Namun pilihan ini tidak diharuskan, karena dengan membiarkan email tetap di server akan memperkecil sisa space untuk email yang akan datang. Tekan tombol OK untuk menyudahi pengaturan properties.

Dengan begitu selesai sudah semua pengaturan yang harus dilakukan agar email Anda di Yahoo! dapat dipindah ke komputer pribadi. Untuk selanjutnya, pengecekan email dapat dilakukan melalui Outlook Express dengan menekan tombol Send and Receive. Setelah selesai, koneksi internet bisa diputus untuk kemudian Anda dapat membaca email satu persatu dengan santai. Pulsa telepon yang makin tinggi (atau ditinggikan??) harus disiasati agar tidak memperkecil manfaat teknologi yang diciptakan.

Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua!

20 February 2002

Bikin Browser Pengganti Ponsel dengan M3gate

(PCPlus 66/III/2002 - rubrik plusHardware: Ponsel)

Internet Mobile mulai menggejala. Dengan dukungan GPRS, akses internet melalui ponsel menjadi kian murah. Indosat-M3 menawarkan kerjasama bagi hasil untuk programmer yang mampu menyediakan content menarik khusus internet mobile. Sedangkan Ericsson menyediakan situs Mobility World untuk peningkatan pengetahuan. Namun seringkali masih terdengar kesulitan untuk membuat situs WAP karena keterbatasan dana.
Kata siapa bikin situs WAP harus punya ponsel? Terbukti banyak program yang sifatnya gratis, bertebaran di internet. Sedangkan untuk melihat hasil kerja dari script yang dibuat, programmer WAP tidak perlu mengeluarkan pulsa, apalagi memiliki ponsel khusus. Keraguan ini muncul di kalangan programmer muda atau calon-calon programmer di banyak sekolah komputer. Di beberapa email yang saya terima, mereka mengungkapkan keraguannya melihat masa depan WAP jika dikaitkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mempelajarinya.
Padahal, jika mereka hanya melihat dari sisi biaya, para programmer muda ini hanya akan menjadi pengekor yang terus ketinggalan. Ketika suatu saat (dan tidak lama lagi!) era internet via ponsel sudah mewabah, dan harga ponsel WAP sudah tidak lagi mahal, mereka baru akan mempelajarinya. Tentu saja hal ini akan menjadikan mereka terus kalah dalam persaingan. Jika dibikin analogi, ketika tertarik dengan kehebatan mobil sport, mereka baru belajar naik sepeda. Suatu ketinggalan yang sangat keterlaluan.
Kesulitan-kesulitan untuk mempunyai ponsel yang akan digunakan untuk eksperimen pembuatan situs WAP sebetulnya tidak perlu dirisaukan. Apalagi dunia internet telah memberikan cukup banyak kemudahan yang dapat menjadi jawaban atas kesulitan memiliki ponsel WAP. Kemudahan tersebut antara lain dengan diciptakannya berbagai WAP browser yang bentuknya mirip dengan banyak ponsel terkenal saat ini. Semuanya dapat dijalankan melalui PC. Dan tidak harus melakukan koneksi jika sekedar untuk eksperimen lokal.
Cara kerjanya juga tidak berbeda dengan web browser seperti Internet Explorer dan Netscape Communicator, yang selama ini digunakan untuk web surfing. Cukup menuliskan lokasi file yang dimaksud, maka script yang ditulis dapat ditampilkan. Jika penulisan script betul, yang tampil di atas WAP browser akan sesuai dengan yang diinginkan. Ponsel yang dimiliki juga bisa lebih dari satu dan cukup bervariasi. Jika Anda bosan dengan ponsel yang tampil di layar monitor, Anda dapat menggantinya dengan bentuk lain.
M3Gate merupakan salah satu dari sekian banyak WAP browser yang bertebaran di internet. Untuk memperolehnya juga tidak dikenai bayaran. Semuanya gratis dan bisa diperoleh di http://www.numeric.ru/m3platform/m3gate. Freeware ini terintegrasi dengan Internet Explorer dan Netscape Communicator, seperti halnya web browser cantik NeoPlanet. Ketika Anda menyimpan alamat-alamat favorite di M3Gate, akan tersimpan pula pada Internet Explorer atau Netscape Communicator. Begitu pula dengan koneksi internet, M3Gate menggunakan setting yang sudah dibuat pada kedua web browser tersebut. Sehingga Anda tidak perlu melakukan pengaturan kembali setelah instalasi selesai. Suatu kemudahan bagi Anda yang baru mulai mempelajarinya.
Bentuk-bentuk ponsel yang Anda inginkan dapat diperoleh melalui alamat http://www.numeric.ru/m3platform/m3gate/skins/. Dari URL tersebut, Anda akan mendapatkan file instalasi bentuk-bentuk terbaru yang besarnya 1,5 MB. Dari merek Nokia, Siemens, sampai Ericsson. Download dan jalankan skin tersebut. Semuanya akan dijadikan satu dengan M3Gate yang sebelumnya harus Anda instalasi terlebih dahulu.

File instalasi M3Gate versi 0.6 yang terbaru dengan ukuran 1,9 MB ini, cukup bagus untuk sarana mempelajari pembuatan situs WAP di lokal server (komputer sendiri) maupun internet. Ketelitiannya cukup tinggi, sehingga memaksa kita untuk membuat situs WAP dengan tingkat kesalahan yang cukup rendah. Di samping itu, browser ini juga dapat digunakan untuk melihat situs-situs WAP yang ada di internet melalui menu Open URL. Jika tertarik dengan salah satu situs, Anda dapat mempelajari script-nya melalui menu View Source yang disediakan M3Gate.

Dengan begitu, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk mengatakan mahal bagi pengetahuan ini. Untuk mempelajari pembuatan situs WAP, terbukti kita tidak harus mengeluarkan uang. Pembuat situs WAP tidak harus melakukan pengecekan melalui berbagai ponsel. Semuanya bisa dilakukan dengan freeware tersebut. Internet mobile memang diciptakan untuk menjembatani keinginan user untuk mengakses internet dari perangkat ponsel. Namun, situs WAP tidak hanya diakses melalui ponsel saja. (Ridwan Sanjaya)