Penipuan Lewat Email
(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 28 Oktober 2007)
Tidak setiap orang tahan godaan apabila dijanjikan sejumlah dana yang menggiurkan, apalagi jika nilai uang tersebut tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bayang-bayang pemanfaatan dana tersebut untuk kepentingan usaha, kesehatan, kesejahteraan, atau yang lain sudah terbayang meskipun janji tersebut masih berupa tawaran.
Hal tersebut sering dijumpai pada saat-saat ini melalui surat pos, SMS, atau bahkan e-mail. Untuk dapat mencairkan tawaran tersebut, seseorang harus melakukan berbagai prosedur. Modus yang sering muncul antara lain dengan mengirimkan sejumlah uang untuk pembayaran pajak, administrasi, atau proses hukum, meskipun dana tersebut belum diterima. Apabila logika sudah tidak lagi bermain, tawaran tersebut justru akan menciptakan kesulitan yang besar di kemudian hari.
Di dunia internet, peristiwa ini sudah sering terjadi dengan menggunakan berbagai trik yang dikenal sebagai Nigerian Scam. Disebut sebagai Nigerian Scam karena pada awal tahun 1980 surat-surat penipuan seperti ini berasal dari Nigeria ketika ekonomi di negara tersebut mengalami penurunan. Beberapa mahasiswa di negeri tersebut awalnya mengirimkan surat ini melalui surat pos, faksimil, atau bahkan telex.
Namun semenjak adanya internet yang mempermurah biaya penyebaran informasi, media pengiriman mulai berganti menggunakan e-mail. Pada tahun 2000-an, Nigerian Scam tidak lagi terbatas dari negara Nigeria saja tetapi sudah menyebar sampai negara-negara Afrika lain dan Eropa Timur. Saat ini, jenis penipuan melalui e-mail ini bahkan sudah ditiru di berbagai banyak negara.
Bahkan konten e-mail yang muncul juga semakin bervariasi, antara lain berisi tawaran warisan yang tidak bisa diproses karena kekurangan dana untuk proses hukum, mantan narapidana yang kebingungan menanamkan dana di luar negeri dari hasil kejahatannya, memenangkan undian atau lotere, dan masih banyak lagi.
Dengan nilai yang cukup mencengangkan dan bahkan menggunakan mata uang asing, seringkali membuat logika seseorang tidak lagi dapat berjalan. Sudah banyak korban di luar negeri yang berjatuhan karena berusaha memenuhi tawaran e-mail sejenis Nigerian Scam. Variasi Nigerian Scam dari Indonesia bukan tidak mungkin akan masuk ke dalam e-mail Anda dengan tawaran yang berbeda.
Pencegahan
Langkah preventif lebih baik dilakukan agar Anda tidak terjebak dengan e-mail sejenis ini karena biasanya janji-janji melalui e-mail tersebut dikemas dalam bentuk tawaran transaksi keuangan yang menggiurkan. Beberapa tips berikut ini mungkin dapat menghindarkan kita dari penipuan melalui e-mail.
Yang pertama, jangan membuat kesepakatan transaksi keuangan dengan orang yang tidak Anda kenal. Seringkali perkenalan melalui e-mail, situs pertemanan, atau chating membuat Anda merasa sudah mengenal dekat meskipun belum bertemu secara fisik. Kedekatan tersebut tidak cukup menjamin amannya transaksi yang Anda lakukan.
Kedua, pastikan selalu meminta dan melihat keaslian dokumen yang mendukung transaksi tersebut. Tanpa adanya dokumen yang sah, sebaiknya jangan melakukan transaksi keuangan terlebih dahulu. Pastikan semua dokuman sudah tersedia sebelum dana dikirim ke orang yang dimaksudkan.
Ketiga, pastikan latar belakang orang yang memberikan penawaran bisnis melalui e-mail tersebut. Dan keempat, tanyakan kepada diri sendiri kemungkinan dana tersebut kembali dan kemungkinan terburuk yang Anda bisa terima. Sedangkan yang kelima, jangan pernah membayarkan uang sepeserpun untuk dana awal layanan untuk pengurusan dokumen, pajak, dan lain sebagainya.
Keenam, jangan pernah mau ditekan untuk cepat-cepat membuat keputusan transaksi keuangan atau pengiriman sejumlah dana. Kecurigaan perlu Anda pertebal ketika seseorang meminta Anda melakukan transaksi secepatnya karena ancaman atau bujukan akan tidak adanya lagi kesempatan di masa mendatang.
Jika Anda memang ingin memberikan respon kepada pengirim e-mail, pastikan resiko keuangan yang ditimbulkan akan kecil. Namun, seringkali bayangan sejumlah dana kejutan dari tawaran tersebut perlu dihilangkan dari benak Anda daripada menyesal di kemudian hari karena kehilangan dana yang tidak sedikit.
Teknik Lain
Selain berupa tawaran keuangan, e-mail dengan jenis ini juga seringkali berbentuk surat yang mengetuk hati pembacanya. Apabila ditelusuri, peristiwa yang diceritakan di dalam e-mail tersebut seringkali tidak pernah terjadi dan merupakan e-mail spam yang dikirim beberapa tahun yang lalu.
Konten e-mail yang dimunculkan berupa cerita seorang ibu yang anaknya yang terkena kanker darah dan membutuhkan transfer dana dalam jumlah besar, pelancong yang kehilangan uang di luar negeri dan meminta transfer uang segera agar ia bisa kembali ke negeri asalnya, atau bahkan menggunakan salah satu alamat e-mail milik teman Anda untuk meminta bantuan pinjaman karena kasus tertentu.
Untuk e-mail jenis ini, butuh kebijaksanaan masing-masing yang lebih mendalam. Jika memang terdapat keinginan untuk membantu, pastikan terlebih dahulu bahwa e-mail tersebut memang berasal dari orang yang membutuhkan pertolongan tersebut. Anda dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk memeriksa e-mail tersebut tergolong spam atau tidak.
Apabila e-mail tersebut Anda kenal, jangan lupa untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan membalas e-mail tersebut atau melakukan kontak langsung sebelum mengirim bantuan yang dimaksudkan. Karena teknik pengiriman e-mail dengan menyamarkan menggunakan alamat e-mail orang lain saat ini cukup mudah dilakukan.
Dan yang perlu diingat, tidak adanya tekanan untuk mengirimkan sejumlah uang tertentu dalam pemberian bantuan tersebut. Sehingga apabila hal tersebut Anda lakukan adalah bentuk kerelaan hati. Apabila tidak digunakan seperti yang ditulis di dalam e-mail, tidak ada perasaan menyesal dalam pengiriman bantuan tersebut.
Yang terpenting, berbagai usaha pencegahan sudah dilakukan sebelumnya. Sehingga cukup kecil kemungkinan bagi Anda untuk terjebak oleh e-mail yang memang bertujuan untuk melakukan penipuan.
Tidak setiap orang tahan godaan apabila dijanjikan sejumlah dana yang menggiurkan, apalagi jika nilai uang tersebut tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bayang-bayang pemanfaatan dana tersebut untuk kepentingan usaha, kesehatan, kesejahteraan, atau yang lain sudah terbayang meskipun janji tersebut masih berupa tawaran.
Hal tersebut sering dijumpai pada saat-saat ini melalui surat pos, SMS, atau bahkan e-mail. Untuk dapat mencairkan tawaran tersebut, seseorang harus melakukan berbagai prosedur. Modus yang sering muncul antara lain dengan mengirimkan sejumlah uang untuk pembayaran pajak, administrasi, atau proses hukum, meskipun dana tersebut belum diterima. Apabila logika sudah tidak lagi bermain, tawaran tersebut justru akan menciptakan kesulitan yang besar di kemudian hari.Di dunia internet, peristiwa ini sudah sering terjadi dengan menggunakan berbagai trik yang dikenal sebagai Nigerian Scam. Disebut sebagai Nigerian Scam karena pada awal tahun 1980 surat-surat penipuan seperti ini berasal dari Nigeria ketika ekonomi di negara tersebut mengalami penurunan. Beberapa mahasiswa di negeri tersebut awalnya mengirimkan surat ini melalui surat pos, faksimil, atau bahkan telex.
Namun semenjak adanya internet yang mempermurah biaya penyebaran informasi, media pengiriman mulai berganti menggunakan e-mail. Pada tahun 2000-an, Nigerian Scam tidak lagi terbatas dari negara Nigeria saja tetapi sudah menyebar sampai negara-negara Afrika lain dan Eropa Timur. Saat ini, jenis penipuan melalui e-mail ini bahkan sudah ditiru di berbagai banyak negara.
Bahkan konten e-mail yang muncul juga semakin bervariasi, antara lain berisi tawaran warisan yang tidak bisa diproses karena kekurangan dana untuk proses hukum, mantan narapidana yang kebingungan menanamkan dana di luar negeri dari hasil kejahatannya, memenangkan undian atau lotere, dan masih banyak lagi.
Dengan nilai yang cukup mencengangkan dan bahkan menggunakan mata uang asing, seringkali membuat logika seseorang tidak lagi dapat berjalan. Sudah banyak korban di luar negeri yang berjatuhan karena berusaha memenuhi tawaran e-mail sejenis Nigerian Scam. Variasi Nigerian Scam dari Indonesia bukan tidak mungkin akan masuk ke dalam e-mail Anda dengan tawaran yang berbeda.
Pencegahan
Langkah preventif lebih baik dilakukan agar Anda tidak terjebak dengan e-mail sejenis ini karena biasanya janji-janji melalui e-mail tersebut dikemas dalam bentuk tawaran transaksi keuangan yang menggiurkan. Beberapa tips berikut ini mungkin dapat menghindarkan kita dari penipuan melalui e-mail.
Yang pertama, jangan membuat kesepakatan transaksi keuangan dengan orang yang tidak Anda kenal. Seringkali perkenalan melalui e-mail, situs pertemanan, atau chating membuat Anda merasa sudah mengenal dekat meskipun belum bertemu secara fisik. Kedekatan tersebut tidak cukup menjamin amannya transaksi yang Anda lakukan.
Kedua, pastikan selalu meminta dan melihat keaslian dokumen yang mendukung transaksi tersebut. Tanpa adanya dokumen yang sah, sebaiknya jangan melakukan transaksi keuangan terlebih dahulu. Pastikan semua dokuman sudah tersedia sebelum dana dikirim ke orang yang dimaksudkan.
Ketiga, pastikan latar belakang orang yang memberikan penawaran bisnis melalui e-mail tersebut. Dan keempat, tanyakan kepada diri sendiri kemungkinan dana tersebut kembali dan kemungkinan terburuk yang Anda bisa terima. Sedangkan yang kelima, jangan pernah membayarkan uang sepeserpun untuk dana awal layanan untuk pengurusan dokumen, pajak, dan lain sebagainya.
Keenam, jangan pernah mau ditekan untuk cepat-cepat membuat keputusan transaksi keuangan atau pengiriman sejumlah dana. Kecurigaan perlu Anda pertebal ketika seseorang meminta Anda melakukan transaksi secepatnya karena ancaman atau bujukan akan tidak adanya lagi kesempatan di masa mendatang.
Jika Anda memang ingin memberikan respon kepada pengirim e-mail, pastikan resiko keuangan yang ditimbulkan akan kecil. Namun, seringkali bayangan sejumlah dana kejutan dari tawaran tersebut perlu dihilangkan dari benak Anda daripada menyesal di kemudian hari karena kehilangan dana yang tidak sedikit.
Teknik Lain
Selain berupa tawaran keuangan, e-mail dengan jenis ini juga seringkali berbentuk surat yang mengetuk hati pembacanya. Apabila ditelusuri, peristiwa yang diceritakan di dalam e-mail tersebut seringkali tidak pernah terjadi dan merupakan e-mail spam yang dikirim beberapa tahun yang lalu.
Konten e-mail yang dimunculkan berupa cerita seorang ibu yang anaknya yang terkena kanker darah dan membutuhkan transfer dana dalam jumlah besar, pelancong yang kehilangan uang di luar negeri dan meminta transfer uang segera agar ia bisa kembali ke negeri asalnya, atau bahkan menggunakan salah satu alamat e-mail milik teman Anda untuk meminta bantuan pinjaman karena kasus tertentu.
Untuk e-mail jenis ini, butuh kebijaksanaan masing-masing yang lebih mendalam. Jika memang terdapat keinginan untuk membantu, pastikan terlebih dahulu bahwa e-mail tersebut memang berasal dari orang yang membutuhkan pertolongan tersebut. Anda dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk memeriksa e-mail tersebut tergolong spam atau tidak.
Apabila e-mail tersebut Anda kenal, jangan lupa untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu dengan membalas e-mail tersebut atau melakukan kontak langsung sebelum mengirim bantuan yang dimaksudkan. Karena teknik pengiriman e-mail dengan menyamarkan menggunakan alamat e-mail orang lain saat ini cukup mudah dilakukan.
Dan yang perlu diingat, tidak adanya tekanan untuk mengirimkan sejumlah uang tertentu dalam pemberian bantuan tersebut. Sehingga apabila hal tersebut Anda lakukan adalah bentuk kerelaan hati. Apabila tidak digunakan seperti yang ditulis di dalam e-mail, tidak ada perasaan menyesal dalam pengiriman bantuan tersebut.
Yang terpenting, berbagai usaha pencegahan sudah dilakukan sebelumnya. Sehingga cukup kecil kemungkinan bagi Anda untuk terjebak oleh e-mail yang memang bertujuan untuk melakukan penipuan.












7 Comments:
Pokoknya Mas Ridwan,mulai hari ini dan selama hidup saya TIDAK AKAN MELAKUKAN TRANSAKSI LEWAT EMAIL ATAU INFO LEWAT HP.SUMPAH.
Ini pengalaman temanku:Dia pasang iklan untuk mengontrakkan rumahnya.Suatu hari ada orang mengaku bernama "Dr.Yunus",Spesialis Penyakit Dalam bekerja di RS "XYZ"(rumah Sakit sangat terkenal di Jakarta.Lalu DR.ML(Maling) Yunus itu tilp lwt Hp ke temanku tadi ,telah kirim uang panjer 20 juta dari total sewa 33 juta setahun.Si MLY tadi minta temanku ngecek di ATM BCA.Karena belum masuk ada suara ke 3 yang mengaku dari Center BCA.Katanya kalau belum terima ini akan dikirim lagi.Lalu temenku dituntun didepan ATM lewat Hp.Ehhh.......lha kok akhirnya koq disuruh transfer.......Gila nih.Mggak mau.Maka ditutuplah Hp tersebut.Alhamdulillah lepas dai jebakan.
tindak kjahatan slalu ada dimana-mana, and kajahatan trjadi bila ada niat dari pelaku dan lalu melakukannya, satu pesan kami yi: wasapadalah............................. thdap sgala modus penipuan. Fr:http://hrdknowledgewebblog.blogspot.com
menarik sekalii,
saya baru dapat cerita, kakak saya dpt email yg pada intinya dia akan menerima dana warisan dari seorang wanita yg hidupnya akan meninggal (wanita ini tinggal di luar negeri),,
total warisan yg mencengangkan ini, hanya boleh digunakan utk amal,,
dan kakak saya hanya iseng2 saja, dengan reply,, akhirnya berlanjut dgm korespondensi dgn pihak bank/investment management dan lawyer,,
sejauh ini, kakak saya hanya diminta data diri dan nomor bank (dgn saldo minimnya),
selanjutnya bagaimana saya tak tau, tp sptnya diminta utk advocat/administration fee,,
pernah ada kejadian gini belum ya? saya jd khawatir juga mau kasih warning ke kakak saya,, setau saya sih, sptnya dia tidak akan mau yg ada berbau transfer dana dll,,
thanks yaa,, postingan ini sangat membantu,,
kejadian ini banyak sekali, mbak Dewi
saya sendiri sudah pernah mendapat email jenis ini :-)
lebih baik dihindari saja agar tidak menyesal di kemudian hari :-)
salam,
Ridwan
e-mail seperti yang disebutkan mas Ridwan persis yang saat ini saya dapatkan. Sampai hari ini saya selalu mendapat e-mail serupa setiap hari antara 2-4 e-mail berisi tentang tawaran dana luar negeri. Beragam alasan mengajak kerja sama. Ada yang alasannya sakit, ditekan oleh pemerintah sehingga tidak bisa mencairkan dana, menang lotere, uangnya nasabah bank yang telah meninggal dan tidak punya ahli waris, mau investasi di Indonesia dst.Jumlahnya juga nggak tanggung-tanggung; mencapai ratusan juta dolar.
Sampai hari ini juga tidak ada satupun yang saya balas. Karena itu tidak masuk akal. Pertama karena saya tidak kenal dan saya anggap sebagai e-mail spam saja. kedua, angka yang ditawarkan tidak realistis.
kebanyakan e-mail dari negara-negara Afrika, negeria, liberia, Australia, Belanda, Inggris, Irak bahkan ada yang dari brunai. Pernah saya melacak e-mail tersebut ke situs mereka. Dan benar, ternyata untuk mencairkan dana-dana tersebut dibutuhkan biaya yang kisarannya sekitar 8 - 10 juta yang harus kita keluarkan terlebih dahulu khususnya untuk pengurusan dokumen-dokumen.
Kalau saya hitung mulai desember 2008sampai saat ini Februari 2009 ada sekitar 70 e-mail berisi hal yang sama.
Hati-hati terhadap penipuan seperti ini.
Gimana Mas, supaya nggak dapat e-mail serupa terus menerus yang jelas mengganggu saya ?.
hari ini saja saya sudah menghapus 5 e-mail semacam itu ... memang gak masuk akal ...
menang lotere padahal gak pernah masang ....
hadiah gratis padahal "hare gene" siapa yg mau kasih gratis ....
mau meninggal nggak punya ahli waris duitnya mau disumbangin tp nggak bisa cair ... masak duitnya sendiri gak bs diambil .... macem2 deh ...
saranku sih cuekin aja en hapus e-mail itu ...
trim ksh mas n mbak yg sudah mengingatkan saya......blog ini sangat bermanfaat....saya br saja dapat email menang lotre dengan hadiah menggiurkan sampai ratusan ribu dollar......trus saya iseng2 bls lwt email n ym......dia langsung minta no rek saya n no hp.....sy blm kasi.....saya mohon saran n masukan teman2....trims
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home