Showing posts with label android. Show all posts
Showing posts with label android. Show all posts

27 July 2016

Heboh Fenomena Pokemon Go

(Suara Merdeka, Wacana Nasional, 26 Juli 2016)

Heboh Pokemon Go

"Ada banyak cara yang membuat Pokemon datang ke suatu lokasi, sehingga pemain tidak perlu berkejaran dengan cara-cara yang membahayakan diri."

FENOMENA gamePokemon Go saat ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Ada pihak-pihak yang khawatir dengan data geospasial yang disimpan oleh server pembuat game, ada yang mengkhawatirkan efek kecanduan yang ditimbulkan, ada pula yang mengkhawatirkan waktu kerja yang tersita karena digunakan untuk memainkan Pokemon Go.

Jika dilihat dari sisi teknologi, game dengan jenis Augmented Reality (AR) sebetulnya bukan hal baru. Augmented Reality menggabungkan lingkungan nyata dengan karakter atau objek di dalam game sehingga keduanya tampak terkait satu sama lain.

Teknologi dan jenis gameini sudah bisa ditemukan sejak beberapa tahun lalu. Namun baru meledak saat tokoh Pokemon menjadi karakter dalam permainan tersebut. Sebagai sesuatu hal yang dianggap baru, Pokemon Go menjadi perbincangan di masyarakat pengguna media sosial.

Tak ayal, banyak orang yang kemudian ingin tahu agar tidak dianggap tertinggal dalam pembicaraan. Ditambah lagi, game ini secara resmi belum dirilis untuk publik di Indonesia. Sehingga bisa memiliki sesuatu hal yang baru dan belum resmi tersedia merupakan tantangan dan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya.

Pada prinsipnya Pokemon Go sama dengan gamegame yang lain. Memang yang membedakan, game dengan jenis Augmented Reality (AR) tidak banyak ditemui seperti halnya game lainnya. Sehingga jenis game yang baru dirasakan menarik bagi orang-orang. Terlebih, stimulasi publisitas di media sosial dan media massa semakin mendorong masyarakat untuk memainkan.

11 December 2012

Vandroid T3i: Tablet Dual Core Ekonomis dengan Layar Sentuh IPS

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 20 Desember 2012)

 

Tablet Advan yang selama ini dikenal oleh masyarakat dengan produk laptop dan tabletnya yang ekonomis, baru-baru ini merilis produk terbarunya Vandroid T3i Dual Core. Sesuai dengan namanya, tablet berbasis Android 4.0 ini menggunakan prosesor Dual Core Cortex 1GHz yang tentu memiliki performa jauh lebih baik dari produk-produknya terdahulu.

Jika melihat pada produk-produk sebelumnya, Advan rata-rata hanya menggunakan prosesor single core Cortex dari ARM untuk setiap tablet yang dirilis. Sehingga seseorang sudah bisa memiliki tablet-tablet tersebut dengan dana kurang dari satu juta rupiah.

Meski tidak kehilangan ciri khas harganya yang ekonomis, tampaknya Advan tidak mau ketinggalan dan mulai berani bersaing dengan produsen tablet dari luar negeri yang kebanyakan sudah menggunakan prosesor Dual Core sampai dengan Quad Core.

Tentunya dengan peningkatan prosesor ini, kinerja tablet menjadi semakin meningkat seiring dengan kenyamanan dan produktivitas. Pengguna semakin nyaman bekerja sambil menjalankan musik atau aplikasi Radio FM dalam waktu yang sama. Bahkan untuk pecinta 3D Games, peningkatan prosesor ini membawa dampak pada makin halusnya performa permainan.

24 July 2011

Eee Pad Transformer, Tablet Pertama Android Honeycomb

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 24 Juli 2011)

Eee Pad Transformer Beberapa waktu yang lalu, ASUS Indonesia meluncurkan produk Eee Pad Transformer TF-101 yang akhirnya memasukkan ASUS ke dalam peta persaingan produk-produk tablet di dunia.

Yang membuatnya istimewa, harga Eee Pad Transformer relatif lebih terjangkau kantong penggemarnya yaitu hanya berkisar 4,3 juta rupiah. Anda bisa melengkapinya dengan keyboard tambahan, dengan harga keseluruhan berkisar 5,3 juta rupiah.

Keberadaan tambahan keyboard tersebut akan membuat Transformer dapat digunakan seperti layaknya laptop. Selain itu, baterai yang ada di dalam keyboard juga bisa menambahkan lama penggunaan sampai dengan 16 jam.

Dengan menggunakan layar 10.1 inchi, produk ini terlihat ideal sebagai sebuah tablet. Dukungan koneksi WiFi dan keberadaan Adobe Flash 10.3 semakin membuat penggunanya nyaman dalam menjelajahi internet dan situs-situs yang menggunakan Flash. Tidak adanya dukungan Adobe Flash di dalam iPad menjadi senjata pemasaran bagi pesaing-pesaing Apple.