Showing posts with label plagiarism. Show all posts
Showing posts with label plagiarism. Show all posts

16 February 2018

E-Book baru, Antisipasi Plagiasi dengan Software Anti-Plagiasi

Penerbit: SCU Knowledge Media, 2018

buku-antisipasi-plagiasiSemakin tingginya kesadaran untuk menghasilkan karya orisinal membuat software pemeriksa plagiasi semakin dibutuhkan. Seringkali karena kurangnya perhatian atau pengetahuan yang memadai akan plagiasi, seseorang terjebak dengan tuduhan plagiasi yang sebetulnya belum tentu dia lakukan. Buku ini akan membahas penggunaan perangkat lunak anti-plagiasi Viper, Plagscan, Turnitin, Unicheck, baik penggunaannya secara personal maupun organisasi. Beberapa software anti-plagiasi tersebut bahkan dapat diintegrasikan dengan platform e-learning Moodle yang akan memudahkan dalam pemeriksaan tugas sekolah atau perkuliahan sehari-hari. Buku ini cocok untuk dosen, guru, mahasiswa, pelajar, pengelola platform e-learning, dan penulis.

Selanjutnya »

03 March 2014

Software Antiplagiasi Selamatkan Masa Depan

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 3 Maret 2014)
screenshot-artikel-anti-plagiasi 2
Kejadian plagiasi yang baru-baru terjadi di salah satu media massa nasional cukup mengejutkan, apalagi penulisnya adalah tokoh yang telah dikenal keahliannya. Namun selain karena kesengajaan, tindakan plagiasi juga bisa disebabkan karena ketidakpahaman mengenai cara penulisan yang baik.
Seringkali dalam proses perjalanan studinya, seseorang hanya mendapatkan pemahaman yang sangat sederhana mengenai plagiasi, dampak, dan tindakan teknisnya untuk menghindari aktivitas tersebut.
Bahkan karena copy-paste dalam pertugasan tidak pernah terindentifiksi oleh sang pemberi tugas, maka hal tersebut sering dianggap lazim dan diperbolehkan. Kadangkala kepekaan nurani menjadi turun dan menjadi malapetaka di masa depan.
Padahal di berbagai peraturan akademik institusi pendidikan tertulis secara jelas, aktivitas plagiasi dan sejenisnya dapat mengakibatkan seseorang dibatalkan kelulusannya atau bahkan kehilangan posisi ketika sudah bekerja.
Tidak teridentifikasinya aktivitas plagiasi oleh pemberi tugas seringkali karena validasi tulisan hanya mengandalkan insting saja. Belum banyak yang mengetahui bahwa tersedia banyak alat bantu di internet yang dapat digunakan secara mudah dan bahkan tidak berbayar.

03 May 2010

Cegah Plagiarism dengan Software

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 2 Mei 2010)
BEBERAPA waktu yang lalu, dunia pendidikan Indonesia dikejutkan dengan berita plagiarisme atau penjiplakan yang menyebut-nyebut nama empat doktor ITB. Organisasi internasional IEEE menggolongkan kasus tersebut sebagai pelanggaran hak cipta dengan kategori paling berat.
  
Pada akhirnya, penulis utama akhirnya menyatakan mundur dari institusi, sekaligus melepas status PNS yang diperolehnya. Bahkan dari kasus tersebut, terungkap berbagai kasus-kasus lama plagiarisme yang dilakukan oleh kalangan pendidik.
Para pendidik sebetulnya diharapkan menjadi filter pertama dalam menyeleksi konten-konten yang mengarah kepada tindakan plagiarisme. Namun beban kerja yang cukup besar dan jam terbang dalam menganalisis konten, seringkali membuat mereka tak maksimal dalam menjalankan fungsi tersebut.
Idealnya, budaya anti-plagiarisme sudah sejak dini ditanamkan kepada masyarakat agar tercipta mekanisme alami yang menghindarkan dari kecurangan dan menumbuhkan budaya malu atas tindakan tersebut.
Tetapi jika hal tersebut dirasa membutuhkan waktu yang tidak sebentar, para pendidik bisa menggunakan perangkat lunak yang banyak tersedia di internet. Perangkat lunak yang cukup populer digunakan untuk kepentingan tersebut adalah Turn It In dan Viper.