23 September 2005

Memilih Linux bukan Langkah Populer

(Suara Merdeka – Suplemen Teknologi Informasi 23 September 2005)

Anton, pemilik salah satu warung internet di Semarang berbicang-bincang dengan Bima, eks teman kuliahnya, membahas mengenai razia yang terjadi di beberapa warnet belakangan ini. Baginya, meskipun Windows cukup mahal untuk dibeli warnet sekelasnya tetapi memilih Linux bukanlah langkah populer. Karyawannya dan pelanggannya harus belajar lagi untuk membiasakan diri. Padahal hal tersebut tidaklah mudah, apalagi jika seseorang sudah terbiasa dan nyaman dengan sistem operasi Windows.
Bima berseloroh, “Pakai komputer juga bukan langkah yang populer”.
Mendengar hal tersebut, kontan raut muka Anton berubah seketika. Baginya menggunakan komputer adalah suatu bentuk kemajuan, protesnya. Dengan semangatnya ia menjelaskan berbagai keuntungan jika seseorang terampil mengoperasikan komputer.
Bima melanjutkan, “Itu karena kamu sudah biasa menggunakan komputer. Coba saja tanyakan hal tersebut kepada administrasi yang terbiasa dengan pekerjaan manual, atau guru-guru di beberapa SMA yang diminta belajar komputer oleh institusinya”.
Bagi mereka, bekerja dengan komputer hanyalah akan menambah pekerjaan. Pekerjaan manual yang selama ini dilakukan dirasakan lebih cepat dilakukan ketimbang harus memainkan tombol-tombol keyboard dan mouse. Perasaan tersebut merupakan bentuk reaksi yang umum ditunjukkan seseorang ketika menemui sesuatu yang baru. Hal tersebut dapat timbul karena ia sudah terbiasa dengan cara-cara yang dilakukan selama ini. Tetapi ketika ia berhasil mempelajari dan menggunakannya untuk membantu pekerjaannya, pendapat bisa berubah 180 derajat.
“Begitu juga halnya dengan Linux”, lanjut Bima.
Butuh kesediaan untuk mencoba beberapa kali sebelum menolak atau menerima sistem operasi tersebut. Tampilan grafis yang ada di Linux juga berfungsi tidak jauh berbeda dengan tampilan grafis di Windows. Kedua sistem operasi dengan tampilan grafisnya yang khas, berusaha memudahkan pengguna dalam mencari dan menjalankan program-program yang tersedia dalam sistemnya. Hanya saja tata letak dan pengelompokan menu pada masing-masing sistem operasi berbeda-beda. Namun secara prinsip keduanya tidak jauh berbeda.
Kadangkala memang perlu adanya tindakan edukasi untuk memudahkan pengguna awam mengenal sistem operasi yang baru dikenal. Bima teringat ketika Anton dan dirinya bersama-sama ikut kursus Windows di lab komputer kampusnya. Awal yang semula dianggap sulit akhirnya terlewati setelah beberapa pertemuan dijalani. Bahkan saat ini Anton dengan hobi internetnya berhasil membuka bisnis warnet kecil-kecilan. Sedangkan dirinya membuka jasa konsultan komputer karena kegemarannya dalam meng-oprek komputer eks teman-teman kampusnya.
“Pengusaha warnet seperti kamu saat ini dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama punya konsekuensi. Jika ingin terus menggunakan Windows, maka harus ada anggaran untuk membeli sistem operasi tersebut secara legal. Karena apapun yang terjadi, hak cipta harus dihargai.”, tegas Bima.
Tetapi jika tidak ada anggaran, Linux bisa menjadi salah satu alternatif. Konsekuensinya, pada awalnya perlu ada bantuan edukasi untuk pengguna. Baik berupa petunjuk penggunaan yang ditempel di setiap komputer atau ada karyawan yang dapat membantu pengguna awam ketika ia mengalami kesulitan. Ketika pelanggan sudah menyadari bahwa penggunaan kedua sistem operasi tidak jauh berbeda, maka petunjuk penggunaan tersebut secara berangsur-angsur tidak akan digunakan.
Ini bukan hanya masalah kebiasaan, tetapi juga kesediaan untuk memulai.

Mencari Pemecahan Alternatif untuk Warnet

(Suara Merdeka – Suplemen Teknologi Informasi 23 September 2005)

Kekhawatiran akan razia software ilegal telah menurunkan minat pembeli komputer di berbagai daerah. Sebagian besar toko komputer yang semula memberikan fasilitas instalasi perangkat lunak (software) secara gratis dalam setiap pembelian komputer, kini tidak lagi dapat berbuat banyak. Semua komputer lokal dijual dalam kondisi “kosongan” yang artinya tidak lagi disertai dengan instalasi software bajakan. Apabila konsumen menginginkan, maka software asli dengan harga puluhan sampai ratusan dolar Amerika akan ditawarkan kepadanya. Harga tersebut dianggap terlalu tinggi bagi konsumen awam karena seringkali melebihi harga komputer yang dibelinya.
Kalaupun ada toko komputer yang nekat memberikan layanan instalasi software bajakan, prosedurnya sangat rumit dan sembunyi-sembunyi. Prosedur instalasi software bajakan sudah menjadi mirip dengan operasi intelijen James Bond yang sering Anda tonton dalam film-film action. Apabila ketahuan, maka karyawan yang bersangkutan akan memikul tanggung jawabnya sendiri, sedangkan toko komputer tidak akan mengakui pernah memberikan tugas ilegal tersebut. Alhasil, kerumitan tersebut membuat konsumen mengambil sikap menunggu dan berharap kebijakan ini akan berlalu dan terlupakan, seperti halnya kebijakan serupa pada beberapa tahun yang lalu. Tetapi sampai kapankah?
Saat ini konsumen belum dapat menerima software alternatif selain Windows. Selain dianggap sulit, terdapat persepsi bahwa software alternatif tidak banyak memberikan variasi program alias sangat terbatas. Bahkan hal ini diperburuk dengan penguasaan pengetahuan komputer yang lemah dari para penjual komputer. Karena masing-masing penjual telah menginstal sistem operasi yang sama selama beberapa tahun, maka hanya sistem operasi tersebut yang dianggap paling mudah. Kebiasaannya melakukan instalasi sistem operasi yang sama selama beberapa tahun telah membuatnya ahli dalam instalasi satu jenis sistem operasi saja. Ketika terdapat alternatif dan memerlukan proses belajar lagi, maka ia akan kehilangan kehebatannya yang telah dibiasakan selama bertahun-tahun.

Anto, seorang teknisi toko komputer pernah bercerita bahwa ia dapat menginstal sistem operasi Windows dengan sangat lengkap dan menarik sehingga konsumen akan terkagum-kagum melihatnya. Berbagai software telah dipersiapkan dalam satu kotak CDROM agar ia dapat menginstal berbagai program untuk menjalankan musik dan film dalam bentuk VCD/DVD, melihat gambar, keperluan mengetik, dan masih banyak lagi. Belum lagi ditambah dengan koleksi lagu-lagu MP3, gambar latar belakang (wallpaper) dan koleksi desktop themes untuk memperindah tampilan. Sehingga ketika komputer diserahkan ke konsumen, tampilan Windows sudah tampak indah dan lengkap untuk semua keperluan pengguna.
Dengan adanya kebijakan baru dari perusahaannya untuk tidak memberikan layanan instalasi software bajakan, ia tidak dapat lagi membanggakan keahlian yang sudah terkemas dalam satu kotak CDROM tersebut. Perangkat CDROM instalasinya sudah tidak boleh muncul lagi di ruang kerjanya. Bahkan dirinya nyaris dipindahkan ke bagian lain seandainya pimpinannya tidak mengetahui jika ia dapat menginstalasi sistem operasi lain. Meskipun tidak seahli pada saat menginstalasi Windows, sistem operasi lain yang di-instal pada komputer showroom telah membuat tempat kerjanya lolos ketika ada razia.
Lolos dari razia bukan karena menggunakan sistem operasi selain Windows, tetapi karena legalitas software yang digunakan. Linux merupakan salah satu alternatif software selain Windows yang saat ini sedang populer. Selain gratis, sebagaian besar distribusi Linux tetap legal meskipun digandakan. Meskipun belum mendominasi seperti halnya Windows, Linux telah mulai dibicarakan sebagai pengganti sistem operasi sebelumnya apabila konsumen tidak mempunyai cukup dana untuk membeli Windows dan program pendukungnya. Dalam posisi underdog, Linux tidak mempunyai beban untuk memenangi kompetisi dengan Windows meskipun dipandang mempunyai kemampuan yang lebih bagus dibandingkan lawannya. Namun dalam dunia ekonomi, dominasi pemasaran seringkali jauh lebih berkuasa dibandingkan dengan keunggulan.

Alternatif Semudah Windows
Tetapi yang lebih penting saat ini adalah menemukan kemudahan-kemudahan di Windows yang ada di Linux, bukan memperdebatkan keunggulan dan kelemahan yang melekat pada masing-masing sistem operasi. Bebagai perdebatan dengan tema tersebut seringkali berakhir dengan debat kusir yang tidak pernah selesai karena masing-masing mempunyai keunggulan produk yang dibutuhkan oleh masing-masing pengguna. Kebutuhan sebagian besar konsumen saat ini adalah dapat bekerja seperti saat mereka bekerja di Windows, namun tidak cemas oleh bayang-bayang razia software ilegal. Jika memungkinkan, semua tampilan yang ada di program Windows juga dapat tampil serupa ketika di Linux. Sehingga mereka tidak perlu banyak mempelajari hal-hal baru.
Meskipun tidak semuanya ada, tetapi ada beberapa software yang mungkin dapat mewakili kebutuhan pengguna. Lihatlah pada tabel pada halaman ini yang memperlihatkan adanya kemiripan tampilan dan penggunaan pada sebagian besar software di Windows dan Linux.

Tabel 1
Perbandingan Software untuk Windows dan Linux

Software

Untuk Windows

Untuk Linux

Tampilan & Penggunaan

Pengetikan (Administrasi)

Microsoft Office,

OpenOffice 2.0

OpenOffice 2.0

Sama

MP3 Player

WinAmp

XMMS

Sama

Web Browser

Internet Explorer, Firefox,

Mozilla, Opera

Firefox, Mozilla, Opera

Sama

Email Client

Outlook Express, Thunderbird

Thunderbird

Sama

Instant Messenger

Yahoo Messenger

Yahoo Messenger

Sama

VOIP

Skype

Skype

Sama

Downloader

Getright, DAP

D4X

Mirip

PDF Reader

Acrobat Reader

Acrobat Reader

Sama

Rekam CD

Nero

Nerolinux

Mirip

Gambar

ACDSee, IrfanView

EOG

Mirip

Teks

Notepad

Gedit

Mirip

Desain Grafis

Adobe Photoshop,

CorelDraw

The GIMP,

Linux Draw

Mirip



Dengan melihat tabel tersebut, kebutuhan perkantoran, rental komputer, warnet, dan desain grafis sebetulnya dapat ditangani oleh software-software berbasis Linux. Karena kemiripannya, pengguna tidak perlu mempelajari banyak hal baru untuk dapat mengoperasikan program-program di Linux. Hampir semua software tersedia di kedua sistem operasi, bahkan ada beberapa software yang dibuat dalam dua versi sistem operasi seperti OpenOffice 2.0, Web browser Firefox, Opera, Thunderbird, Yahoo! Messenger, Skype, Acrobat Reader, dan Nero. Sebelum berganti ke sistem operasi Linux, Anda dapat melihat cara kerja beberapa software tersebut melalui Windows.

Tampilan Mirip Windows
Dalam hal tampilan, meskipun banyak pilihan themes Linux yang lebih menarik, ada beberapa pilihan themes yang akan membuat Anda serasa berada di Windows. Dengan sedikit modifikasi, tampilan Linux yang khas dapat berubah menjadi Windows XP. Bagi penyedia usaha rental komputer maupun internet, pengaturan tampilan ini dianggap sebagai salah satu hal yang paling berpengaruh pada kenyamanan konsumennya. Keinginan untuk memodifikasi ini tampilan ini dapat diakomodasi dengan baik oleh Linux.

Bahkan ada lingkungan dekstop dengan nama xpde atau XP Desktop Environment, yang sengaja membuat tampilan dengan kemiripan yang luar biasa dekat dengan Windows XP. Dengan adanya program tersebut, pengguna Windows yang akan beralih ke Linux tidak akan merasakan perbedaan yang berarti. Dengan adanya kombinasi tampilan mirip dengan Windows XP dan kelengkapan software yang tidak jauh berbeda dengan Windows, pengguna awam akan merasa lebih mudah beradaptasi dengan sistem operasi yang baru.

Bagi Anto, sang teknisi, kotak CDROM yang sempat kosong dapat ia isi kembali dengan berbagai program berbasis Linux yang sama menariknya dengan program berbasis Windows. Keahliannya dalam mengkombinasikan fungsi dan tampilan program dapat tersalurkan kembali. Adanya tambahan file-file musik, wallpaper, dan koleksi themes yang menarik membuatnya semakin merasa ahli di mata pelanggan. Dengan software-software yang gratis tetapi legal, ia dan pimpinannya tidak lagi cemas ketika muncul razia di kantornya. Komputer di ruang pamer dengan nyaringnya memperdengarkan musik, meskipun tidak menggunakan Windows. Sedangkan administrasi di ruang pemasaran tanpa kesulitan mengetik berbagai surat penawaran dengan menggunakan software OpenOffice 2.0 yang ada di Linux.

11 September 2005

Memindah Email Yahoo! ke Komputer Pribadi

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 11 September 2005)

Sedah sejak 24 April 2002, Yahoo.com menonaktifkan fasilitas POP3 bagi pengguna e-mail gratisnya. Padahal dengan adanya fasilitas tersebut, pengguna e-mail gratis dari Yahoo! dapat men-download surat-suratnya dari server Yahoo!Mail ke dalam komputer pribadinya, serta membaca e-mail secara offline dengan software pembaca e-mail (e-mail client) seperti Outlook Express, Microsoft Outlook, Eudora, Mozilla Mail dan lain-lain. Dengan diberhentikannya fasilitas tersebut, pengguna yang tetap ingin menggunakan fasilitas POP3 diharuskan untuk melakukan upgrade ke layanan Yahoo!Mail Plus. Jika tidak, pengguna terpaksa harus memeriksa dan membaca e-mailnya melalui web http://mail.yahoo.com. Untuk melakukan upgrade ke layanan tersebut, seorang pengguna perlu mengeluarkan biaya sebesar 19,99 USD atau berkisar 190 ribu rupiah untuk setiap tahunnya. Biaya yang sebetulnya tidak terlalu mahal apabila dibandingkan dengan fasilitas yang diperoleh, yaitu kapasitas e-mail sebesar 2 Gigabytes dan proteksi dari surat-surat sampah. Namun tidak semua orang setuju dengan pendapat tersebut. Apalagi jika pengguna Yahoo!Mail dapat mencari alternatif pengganti penyedia e-mail gratis dengan fasilitas POP3. Alhasil, sebagian pengguna Yahoo!Mail beramai-ramai pindah ke penyedia e-mail yang menyediakan fasilitas tersebut, seperti Telkomnet, GMX, atau Gmail (Google Mail).
Namun bagi pengguna Yahoo!Mail yang tetap ingin bertahan karena alamat e-mailnya sudah terlanjur dikenali oleh banyak relasinya, juga mencari cara agar surat-suratnya dapat di-download lagi ke komputer pribadi mereka. Selain dengan membayar biaya tersebut, pengguna dapat menggunakan software pihak ketiga yang menjembatani antara software pembaca e-mail dengan server Yahoo!Mail. Beberapa software sejenis yang populer adalah Web2pop, YahooPOPs!, dan YPOPs. Jika menggunakan Web2pop, Anda dibatasi menikmati layanan download e-mail secara gratis selama 30 hari saja. Lebih dari waktu tersebut, Anda diminta untuk membayar sejumlah uang untuk pembelian software Web2pop. Berbeda dengan Web2pop yang tergolong dalam shareware, YahooPOPs! dan YPOPs dapat diperoleh tanpa harus membayar (freeware). Sayangnya, beberapa waktu yang lalu software YahooPOPs! sudah tidak dapat lagi di-download. Situs penyedia software tersebut menyatakan untuk sementara waktu mereka tidak menyediakan fasilitas download untuk YahooPOPs! Satu-satunya yang bisa diharapkan adalah menggunakan YPOPs! yang dapat di-download secara gratis dari http://yahoopops.sourceforge.net.
Menurut pemiliknya, YPOPs! yang dibuat untuk beberapa sistem operasi seperti Windows, Linux, Solaris, dan Mac, tidak melanggar lisensi yang melekat pada Yahoo!Mail. Meskipun menjadi celah pemanfaatan POP3 bagi pengguna e-mail gratis Yahoo!Mail, program ini legal untuk digunakan. Program ini tidak melakukan perusakan apapun terhadap fasilitas POP3 yang disediakan Yahoo!Mail, tetapi hanya menjadi perantara antara website Yahoo!Mail dengan pengguna. Fungsi software yang mirip dengan jembatan atau pintu gerbang (gateway) dari komputer pribadi menuju ke website Yahoo!Mail tidak melanggar kesepakatan yang tertulis dalam pemanfaatan e-mail Yahoo! Bahkan dengan adanya software ini, justru dapat menjadi solusi dan celah bagi Anda untuk dapat men-download e-mail meskipun komputer berada di belakang proxy ataupun firewall.
Sampai saat ini, versi YPOPs! yang terbaru adalah 0.7.3 yang dikeluarkan pada 12 Maret 2005. Untuk versi Windows, ukuran file instalasi yang harus Anda download pada situs http://yahoopops.sourceforge.net adalah sebesar 1,29 Megabytes. Dengan langkah-langkah instalasi yang mudah, Anda dapat langsung memanfaatkannya tanpa proses registrasi apapun. Jika semula konfigurasi POP3 (untuk e-mail yang masuk) diisi dengan pop.mail.yahoo.com dan konfigurasi SMTP (untuk e-mail yang dikirim) diisi dengan smtp.mail.yahoo.com, maka dengan adanya YPOPs! isian tersebut diganti dengan 127.0.0.1 atau nomor IP dari komputer Anda sendiri (localhost). Pengisian tersebut mengindikasikan bahwa permintaan download e-mail tidak lagi menuju ke server Yahoo! secara langsung, namun digantikan oleh program YPOPs! Selanjutnya program YPOPs! yang akan memproses permintaan tersebut ke website Yahoo!Mail dan mengirimkannya kembali ke software pembaca e-mail.
Uniknya, YPOPs! dapat memilih folder yang akan di-download e-mailnya. Tersedia 2 (dua) pilihan folder yang akan di-download e-mailnya, yaitu Inbox dan Bulk (surat-surat sampah). Anda dapat memilih keduanya, salah satu saja atau bahkan tidak keduanya. Selain itu Anda dapat memilih surat yang di-download berdasarkan kategori e-mail yang belum pernah dibaca, e-mail yang ditandai (flagged), atau semua e-mail. Setelah proses download e-mail selesai, Anda juga dapat memerintahkan program untuk tidak menghapus e-mail yang di-download dari server Yahoo!Mail dan menandai e-mail tersebut sebagai e-mail yang sudah pernah dibaca. Selain itu, Anda juga dapat memerintahkan program untuk menghapus e-mail yang ada di folder Bulk ataupun Trash setelah proses download selesai. Dalam pengiriman e-mail, Anda juga dapat meminta program untuk menyimpan surat yang dikirim tersebut ke dalam folder “Sent Items” yang ada di server Yahoo! (Ridwan Sanjaya)

10 July 2005

Berburu Alamat Internet Gratis

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 10 Juli 2005)

Mempunyai situs pribadi di layanan gratis seperti Geocities, Tripod, atau sejenisnya ternyata tidak cukup membuat penggunanya puas. Andi, seorang mahasiswa perguruan tinggi di Semarang, menginginkan untuk bisa memiliki alamat internet yang lebih singkat. Alamat tersebut diharapkan dapat menaikkan gengsinya ketika dikunjungi oleh rekan-rekannya. Jika sebelumnya alamat internet yang diperoleh dari layanan Geocites cukup panjang dan tidak bergengsi, yaitu http://geocities.yahoo.com/andi2005, maka alamat yang diinginkannya saat ini harus lebih singkat, misalnya http://www.andi.com. Dengan alamat yang singkat seperti itu, ia merasa tidak ragu mencatumkannya di dalam kartu nama. Padahal jika dilihat dari daftar harga beberapa penyedia jasa layanan internet, harga sebuah alamat internet berkisar 80 ribu sampai 125 ribu rupiah untuk penggunaan setiap tahunnya. Harga yang cukup tinggi bagi kantong pelajar/mahasiswa, apalagi jika fungsi alamat tersebut bukan untuk kepentingan yang jelas-jelas menghasilkan nilai tambah.
Masalah dan keinginan untuk memiliki alamat internet di atas seringkali dialami oleh banyak pemilik situs gratis, bukan hanya oleh Andi semata. Tetapi sesuai dengan prinsip ekonomi, mereka perlu mengeluarkan pengorbanan yang lebih untuk memperoleh fasilitas yang lebih lengkap. Diperlukan sejumlah uang untuk mendapatkan alamat internet yang lebih representatif. Namun jika ternyata tidak tersedia dana yang cukup untuk membeli alamat internet yang diinginkan, bukan berarti tidak ada solusi.
Tersedia banyak alternatif free domain atau alamat internet gratis yang tidak dipungut biaya apapun. Asalkan sudah pernah memiliki situs di internet sebelumnya, maka Anda dapat menggunakan alamat tersebut. Contoh variasi alamat internet yang dapat digunakan antara lain www.nama-anda.tk, www.nama-anda.mypage.org, www.nama-anda.fanclub.ms, www.nama-anda.run.to, dan masih banyak lagi. Banyak pengguna internet yang merasa terbantu dengan penggunaan alamat tersebut. Selain lebih singkat dan mudah diingat, penggunaan alamat tersebut tidak mengesankan murahan.
Namun terdapat kekurangan yang perlu Anda ketahui dalam pemanfaatan layanan gratis tersebut, yaitu adanya banner iklan yang dimunculkan oleh penyedia jasa layanan free domain pada saat alamat tersebut diakses. Iklan tersebut umumnya merupakan sumber penghasilan penyedia jasa layanan dalam menyediakan dan memelihara fasilitas gratisnya untuk Anda. Tanpa adanya iklan, penyedia jasa akan kesulitan memperpanjang hidup layanan yang disediakan. Meskipun seringkali menjengkelkan, namun iklan adalah konsekuensi dari pemanfaatan layanan yang tidak berbayar.
Selain iklan, kekurangan lainnya adalah hak kepemilikan dan pengelolaan domain yang tidak berada di tangan Anda, akan tetapi di tangan penyedia jasa. Jika penyedia jasa bangkrut, maka alamat tersebut juga ikut hilang. Apabila penyedia jasa tiba-tiba memutuskan untuk memungut biaya pada layanan gratis yang Anda gunakan, maka pengguna tidak akan bisa berkutik. Hal ini dikarenakan semua setting alamat dan server berada di tangan penyedia jasa sepenuhnya.
Namun sejauh ini cukup banyak penyedia jasa yang tetap bertahan sampai sekarang. Bahkan ada yang tetap memberikan layanan gratis dalam jangka waktu yang lama, antara lain dot.tk (http://www.dot.tk) dan V3.com (http://www.v3.com). Kedua situs tersebut menyediakan layanan URL forwarding atau alamat internet yang bertugas mem-forward ke alamat lain ketika pengunjung mengakses alamat tersebut. Untuk itu syaratnya Anda harus memiliki website terlebih dahulu sebelum mendaftarkan alamat yang diinginkan. Website yang Anda miliki dapat berupa situs gratis di Geocities, Tripod atau sejenisnya. Situs gratis tersebut merupakan lokasi aktual yang akan ditampilkan ketika pengunjung mengakses alamat yang disediakan oleh V3.com dan dot.tk. Meskipun nama yang diakses pengunjung adalah http://www.andi.tk, lokasi website yang dibuka sebenarnya adalah http://geocities.yahoo.com/andi2005. Penentuan lokasi website tersebut akan ditanyakan pada salah satu proses pendaftaran. Anda dapat menggantinya jika suatu saat mengalami perubahan.

Dot.tk
Sesuai dengan namanya, dot.tk, situs ini memberikan domain gratis dengan akhiran tk di belakang alamat. Akhiran tk diambil dari sebuah pulau kecil bernama Tokelau yang berjarak 500 mil dari Samoa Barat.
Melalui situs ini, Anda diberikan kebebasan memilih nama apapun dengan akhiran tk. Misalkan jika Anda bernama Andi, terdapat kemungkinan alamat yang bisa Anda daftarkan adalah http://www.andi.tk. Namun ketersediaan alamat tersebut harus diperiksa terlebih dahulu. Jika ternyata telah digunakan oleh orang lain sebelumnya, maka Anda harus mencari alternatif yang lain. Terdapat 5 (lima) langkah untuk mendaftarkan domain yang diinginkan. Langkah pertama adalah memeriksa kemungkinan alamat yang diinginkan pada halaman depan situs dot.tk. Jika ternyata belum digunakan oleh orang lain, maka Anda dapat menggunakannya. Kemudian Anda juga akan diminta untuk memilih opsi layanan gratis atau berbayar. Jika gratis, maka tidak sepeserpun uang yang akan dipungut dari Anda. Namun bila berbayar, Anda akan dipungut biaya 9,95 dolar Amerika setiap tahunnya dengan fasilitas kebebasan dalam menambahkan jumlah sub domain pada setiap alamatnya.
Selanjutnya Anda akan diminta mengisi informasi mengenai jati diri Anda meliputi lokasi negara, alamat website aktual yang akan diakses ketika alamat tersebut dikunjungi, penggunaan kata kunci untuk mempermudah pencarian, alamat surat menyurat dan e-mail. Jangan salah dalam menuliskan alamat e-mail di formulir pendaftaran karena surat yang berisi konfirmasi dari dot.tk akan dikirim ke alamat e-mail tersebut. Tanpa e-mail tersebut, Anda tidak dapat me-registrasi alamat yang telah dipilih. Dalam waktu kurang dari 30 menit, Anda sudah dapat memiliki alamat internet yang Anda inginkan.

V3.com
V3.com merupakan salah satu dari sejumlah penyedia layanan free domain yang mampu bertahan sampai saat ini. Selain alamat gratis, V3 juga memberikan layanan web hosting, blog, album foto, dan game online. Semuanya dapat dimanfaatkan tanpa dipungut biaya. Sejak tahun 1996, V3 telah memberikan layanan alamat internet yang gratis dan terus menambahkan variasi alamat yang disediakan. Beberapa alamat yang ditawarkan antara lain all.to, back.to, browse.to, connect.to, flying.to, mypage.org, run.to, dan masih banyak lagi. Jika Anda bernama Andi dan memilih domain run.to, maka alamat yang akan Anda peroleh adalah www.andi.run.to. Meskipun tidak sependek nama domain komersial yang diinginkan, nama tersebut cukup mudah diingat dan tetap menampilkan jati diri Anda di dalam penulisan alamatnya.
Untuk bisa membuat sebuah alamat di V3.com, Anda diminta melalui 4 langkah sederhana, yaitu memeriksa kemungkinan nama yang tersedia dan dapat digunakan beserta batas waktu penggunaannya, memilih tambahan produk yang disediakan V3.com, serta mengisi informasi tentang jati diri Anda. Selanjutnya setelah proses tersebut selesai dikerjakan, Anda akan memperoleh email yang berisi konfirmasi persetujuan atas alamat yang dipilih. Apabila dibandingkan dengan dot.tk, lama waktu pengiriman email konfirmasi dari V3.com tergolong cukup lama. Selain itu, pemanfaatan alamat tersebut secara gratis hanya dibatasi sampai 1 tahun saja.

Di samping dot.tk dan V3.com, sebetulnya masih banyak situs yang menyediakan layanan sejenis antara lain www.freedomain.co.nr yang memberikan domain dengan akhiran co.nr, atau www.port5.com yang memberikan alamat internet dengan format nama-anda.port5.com. Dengan banyaknya variasi tersebut, semua pilihan kembali kepada Anda. Anda bebas memilih alamat internet yang gratis sesuai dengan keinginan.

Artikel terkait: Membuat Situs Pribadi di Internet

19 June 2005

Membuat Situs Pribadi di Internet

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 19 Juni 2005)

Bagi sebagian orang, menampilkan profile pribadinya di internet merupakan hal yang tidak terbayangkan sebelumnya. Selain khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan pada saat pembuatan, mereka juga tidak cukup mengetahui prosedur pemasangan situs pribadinya di internet. Padahal jika hal ini berhasil dilakukan, banyak manfaat yang bisa diperoleh terutama jika Anda mempunyai berbagai aktivitas melalui internet. Dengan adanya website pribadi, Anda dapat memanfaatkannya untuk kepentingan membangun relasi. Selain itu, kepemilikan situs pribadi juga dapat membantu Anda pada saat melamar pekerjaan. Perusahaan yang memiliki koneksi internet dapat mengetahui informasi lebih jauh tentang diri Anda yang tidak dapat dijelaskan secara bebas pada berkas lamaran. Bahkan bagi sebagian pemilik website, situs pribadinya di internet telah dianggap sebagai “staf humas” yang dapat menjelaskan berbagai hal yang telah dilakukan.
Namun sayangnya potensi manfaat tersebut tidak diimbangi dengan informasi yang cukup tentang proses pembuatannya. Banyak orang beranggapan bahwa membuat website bukanlah pekerjaan yang mudah, dibutuhkan keahlian komputer dan teknik desain untuk membuat website dapat layak ditampilkan di internet. Sehingga bagi orang yang mempunyai cukup dana, pekerjaan pembuatan situs pribadinya tersebut akan diserahkan kepada konsultan TI dengan budget dana umumnya dimulai 500 ribu sampai dengan beberapa juta rupiah. Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki cukup dana, besarnya dana tersebut membuat keinginan memiliki situs pribadi di internet semakin menjauh. Padahal anggapan tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Dengan dana yang mendekati gratis, Anda sebetulnya tetap bisa membuat dan menampilkan website pribadi. Bahkan tanpa pengetahuan desain grafis sekalipun, sebuah website tetap dapat Anda buat dengan mudah.

Tidak Sulit
Sebagai analogi, jika Anda tidak menguasai program desain grafis seperti Adobe Photoshop atau Corel Draw, bukan berarti Anda tidak bisa membuat sebuah lembar informasi atau pengumuman. Jika Anda terbiasa mengetik dengan Microsoft Word atau OpenOffice Writer, maka pengumuman tersebut tetap bisa Anda buat. Hal yang sama juga berlaku dengan pembuatan website. Jika Anda tidak menguasai software-software yang digunakan untuk membangun sebuah website, gunakan program untuk mengetik seperti Microsoft Word. Jika memungkinkan, gunakan Microsoft Frontpage yang khusus untuk pembuatan website, dengan cara kerja yang mirip dengan Microsoft Word. Anda cukup mengetik informasi yang ingin disampaikan dan menambahkan gambar jika diperlukan melalui menu yang tersedia. Semuanya tidak memerlukan keahlian khusus, hanya perlu membiasakan diri untuk mengetik dengan software tersebut. Setelah selesai, Anda dapat menyimpan hasilnya ke dalam harddisk. Dalam proses penyimpanan tipe file yang Anda pilih adalah Web Page dengan akhiran htm atau html, bukan doc. Tipe file tersebut merupakan jenis dokumen yang bisa ditampilkan melalui browser internet, seperti Internet Explorer. File itulah yang kemudian akan kita copy ke internet, atau istilah yang umum dikenal adalah upload.
Banyak tempat atau web server di internet yang dapat menjadi lokasi penampungan untuk file-file tersebut. Ada yang berupa fasilitas gratis, namun ada pula yang berbayar dengan kontrak waktu tertentu. Salah satu fasilitas gratis dengan layanan yang lengkap dapat Anda temukan di http://geocities.yahoo.com. Selain tersedia alat bantu untuk upload yang sangat membantu pengguna awam, kapasitas harddisk yang diberikan untuk setiap website adalah 15 Megabyte. Ukuran yang cukup besar untuk sebuah website permulaan. Bagi pengguna yang belum pernah membuat website sebelumnya, Geocities menyediakan alat bantu pembuatan website yang diberi nama "Yahoo! PageWizards". Dengan adanya tools tersebut, Anda dapat mengatur desain dan tata letak web secara instan.
Untuk menggunakannya, Anda harus login terlebih dahulu. Namun jika Anda belum mempunyai account Yahoo!, lakukan “sign up” terlebih dahulu untuk layanan "Geocities Free Web hosting”. Setelah berhasil masuk, klik menu "Yahoo! PageWizards" dan lakukan empat langkah untuk mengatur tampilan situs yang Anda inginkan. Empat proses tersebut meliputi pengisian judul web dan informasi yang akan ditampilkan, memasukkan gambar, menambahkan menu, dan menampilkan informasi pemilik beserta e-mailnya. Dengan visualisasi yang jelas untuk setiap langkahnya, proses pembuatan website dengan alat bantu tersebut akan menjadi lebih mudah.
Sedangkan bagi pengguna yang telah mahir, disediakan dukungan PHP dan MySQL. PHP merupakan bahasa pemrograman untuk pembuatan website yang dinamis, sedangkan MySQL adalah database yang digunakan untuk menyimpan berbagai data dan bisa dihubungkan dengan PHP. Dengan dukungan sebesar itu dan nama besar yang dimiliki oleh Yahoo!, fasilitas ini sayang sekali jika disia-siakan. Proses pendaftarannya mirip seperti yang Anda lakukan pada saat pembuatan e-mail. Bahkan jika Anda telah memiliki account e-mail Yahoo!, proses pendaftaran akan menjadi lebih singkat. Alamat internet yang akan Anda miliki adalah http://geocities.yahoo.com/nama-anda.

Mulai dari 5000 rupiah
Sedangkan untuk fasilitas berbayar, biaya yang harus Anda keluarkan mulai dari 5000 rupiah sampai dengan ratusan ribu rupiah untuk setiap bulannya. Umumnya pembedaan harga dilakukan untuk setiap kapasitas harddisk yang diberikan, bandwidth, dan dukungan atas program-program tertentu. Untuk permulaan, Anda dapat memilih layanan yang paling murah. Apabila dibutuhkan, layanan tersebut dapat di-upgrade ke harga yang lebih tinggi. Cukup banyak penyedia jasa seperti ini yang dapat Anda temukan di Indonesia, antara lain http://www.gegar.com, http://www.cakraweb.com, dan masih banyak lagi. Meskipun seringkali kecepatan, fasilitas, dan kemudahan yang diberikan masih kalah dengan fasilitas gratis, website yang Anda pasang di internet dijamin bebas dari gangguan iklan dari penyedia jasa. Selain itu alamat internet yang dipilih dapat sesuai dengan keinginan Anda, misalkan www.nama-anda.com. Disamping mudah diingat, alamat tersebut juga mewakili gengsi sebuah website.
Dalam hal proses pemasangan di internet, saat ini cukup banyak penyedia jasa web hosting yang telah memberikan kemudahan. Selain fasilitas FTP (File Transfer Protocol), beberapa diantaranya telah menyediakan fasilitas cPanel untuk proses upload melalui web. Bagi pengguna awam, fasilitas ini sangat membantu. Tidak diperlukan pengetahuan yang khusus untuk dapat mengoperasikan cPanel. Anda hanya perlu mencoba dan membiasakan diri dengan fasilitas tersebut. Namun jika kedua fasilitas tersebut tetap dirasa menyulitkan, umumnya pihak penyedia jasa juga dapat membantu meng-copy file ke internet melalui CDROM yang Anda kirimkan ataupun pengiriman file melalui e-mail. Namun agar Anda bisa lebih mandiri dalam meng-update informasi profile pribadi, disarankan untuk meminta pelatihan secara langsung ataupun melalui e-mail tentang cara operasional layanan yang tersedia.
Jika Anda terbiasa mengelola situs pribadi dengan baik, fungsi website sebagai “staf humas” yang menginformasikan berbagai aktivitas Anda tentunya akan dapat tercapai. Selain menarik relasi, berbagai peluang bisnis mungkin saja dapat berawal dari sini.

15 May 2005

Akses Informasi melalui WAP

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 15 Mei 2005)

Situs WAP merupakan salah satu produk konten untuk ponsel selainVAS (Value Added SMS), nada dering (ringtones), wallpaper, aplikasi permainan (games) dan non-games. Berkat adanya WAP (Wireless Application Protocol), ponsel mempunyai kesempatan untuk digunakan berkunjung ke berbagai situs di internet, memeriksa email, dan aktivitas browsing lainnya, tanpa harus tergantung dengan komputer. Berbeda dengan situs web (website), situs wap menyesuaikan keterbatasan teknologi yang ada pada ponsel. Tampilannya lebih ringkas dan lebih menitikberatkan pada fungsi.
Situs-situs wap tersebut sebetulnya sudah dapat diakses sejak teknologi GSM mencapai level 2G dengan menggunakan layanan CSD atau dial-up. Namun karena biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakses WAP cukup besar, maka layanan tersebut akhirnya tidak banyak yang digunakan oleh masyarakat. Munculnya layanan GPRS pertama kali di Indonesia pada tahun 2000, menumbuhkan kembali keinginan pengguna ponsel untuk dapat mengakses internet. GPRS yang digolongkan dalam teknologi 2,5G ini mempunyai keistimewaan selalu terkoneksi ke internet (always connected) sehingga pengguna ponsel tidak perlu khawatir akan dikenai biaya tambahan meskipun berlama-lama membaca berita pada suatu situs wap. Karena yang dihitung bukan lamanya penggunaan internet, tetapi besarnya konten yang Anda download melalui GPRS. Keistimewaan tersebutlah yang sering menjadi topik promosi pada awal-awal pemasaran layanan GPRS pada tahun-tahun tersebut.
Pada standar WAP versi pertama (1.0 dan 1.1), situs wap hanya dapat ditampilkan dalam 2 warna saja yaitu monochrome atau hitam-putih yang didukung oleh sebagian besar layar ponsel pada saat itu. Selain itu, tampilan website yang boros dikonversi ke dalam format yang lebih ringkas. Konversi tersebut dilakukan secara manual dengan menggunakan bahasa WML atau memanfaatkan WAP gateway sebagai penerjemah dari HTML (bahasa yang dipakai dalam membuat website) ke WML. Protokol tersebut menjadikan situs internet lebih cepat diakses melalui ponsel karena ukuran yang di-download menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran website. Sehingga situs internet menjadi enak dikunjungi meskipun kecepatan pada saat itu tidak maksimal dan seringkali berubah-ubah. Sedangkan pada versi yang kedua, WAP telah menyesuaikan dengan layar ponsel yang berwarna dan tidak lagi mempermasalahkan kecepatan akses internet melalui GPRS. Meskipun begitu, banyak situs wap yang aktif sampai saat ini memilih untuk tetap menyajikan tampilan situs yang minimalis dan fungsional. Strategi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan turunnya kecepatan akses internet melalui GPRS dan biaya per-kilobyte untuk setiap kali kunjungan.

Menyajikan Informasi melalui WAP
Jika Anda memiliki informasi ataupun layanan tertentu dan ingin dimanfaatkan oleh sesama pengguna ponsel melalui WAP, maka yang perlu Anda persiapkan pertama kali adalah server WAP. Sama halnya dengan server web, Anda dapat mengusahakan komputer server tersebut secara mandiri atau sewa ke perusahaan web-hosting. Yang terpenting adalah server tersebut telah diatur untuk mendukung konten WAP dan terkoneksi ke internet. Bagi institusi yang sebelumnya telah mempunyai situs web dengan layanan tertentu, menambahkan materi WAP merupakan langkah yang tidak sulit. Anda hanya perlu melakukan beberapa modifikasi kode untuk mengkonversi dari situs web ke situs wap.
Namun jika Anda memulai semuanya dari awal, maka yang perlu dipikirkan adalah layanan yang ingin disediakan. Bentuk layanan yang paling umum dan sudah diberikan saat ini adalah layanan informasi kurs mata uang, saham, cuaca, bioskop, harga produk, dan headline berita terbaru. Untuk institusi pendidikan, layanan tersebut dapat berupa informasi transkrip nilai, berita kampus, atau lowongan kerja. Sedangkan yang lain dapat berupa produk informasi yang khusus dikeluarkan oleh institusi yang bersangkutan. Setelah sumber informasi dipersiapkan, Anda dapat mulai membuat situs wap yang sesuai dengan layanan yang akan diberikan. Pembuatan situs ini tidak terlalu sulit karena telah banyak software editor untuk pembuatan situs wap. Anda tidak perlu pusing menghapal kode program untuk menyusun situs tersebut. Semuanya dapat dilakukan dengan mudah karena dalam software-software tersebut telah tersedia tombol-tombol untuk semua obyek situs wap. Anda cukup memilih setiap obyek dengan menggunakan mouse, tanpa harus mengerti kode di dalamnya. Beberapa software yang populer digunakan untuk pembuatan situs wap antara lain Waptor dan Dotwap. Waptor dapat di-download melalui alamat http://www.yashka.dp.ua/download/wap/win/, sedangkan Dotwap dapat di-download melalui alamat http://www.inetis.com/freeware.asp.
Selama pembuatan situs wap, Anda dapat memeriksa tampilan yang dihasilkan untuk setiap halamannya dengan menggunakan emulator browser WAP. Program emulator ini dapat menggantikan fungsi browser yang ada di dalam ponsel sehingga Anda tidak perlu memiliki ponsel yang mendukung wap dan operator yang mendukung GPRS. Asalkan terkoneksi dengan internet, emulator tersebut dapat mengunjungi situs-situs wap di internet. Namun jika digunakan untuk keperluan pembuatan situs wap di dalam komputer lokal, program emulator ini dapat digunakan untuk memeriksa dan melihat hasil jadi situs wap yang dibuat secara offline, tanpa memerlukan koneksi internet dan biaya. Beberapa emulator yang umumnya digunakan antara lain M3Gate dan Winwap. M3Gate dapat didownload melalui alamat http://tucows.mundofree.com/preview/72185.html, sedangkan Winwap dapat ditemukan di alamat http://www.yashka.dp.ua/download/wap/win/.
Setelah cocok dengan hasil jadi situs wap yang dibuat dengan software editor, Anda dapat mulai meng-upload konten tersebut ke komputer server yang terhubung dengan jaringan internet 24 jam. Anda dapat melakukan pengujian tampilan situs wap untuk terakhir kalinya dengan menggunakan ponsel yang sebenarnya. Selain melihat tampilan dan mencatat kesalahan yang mungkin timbul, pada saat pengujian Anda juga perlu menghitung biaya yang dikeluarkan pada saat mengakses situs tersebut. Sehingga diperoleh kesimpulan yang akurat untuk evaluasi, perlu atau tidak dilakukan perubahan kode.
Anda dapat menentukan jenis layanan yang ditampilkan melalui situs wap merupakan fasilitas gratis atau komersial. Jika disediakan secara mandiri tanpa kerjasama dengan operator, setiap pengguna ponsel dapat mengunjungi situs tersebut. Pengunjung hanya akan dikenai biaya akses situs wap dalam satuan kilobyte. Namun jika Anda menginginkan fasilitas yang disajikan termasuk dalam layanan komersial, maka kerjasama dengan operator ponsel tentunya sangat diperlukan. Secara teknis, situs wap dapat “dikunci” untuk pengguna operator tertentu saja. Biaya akses yang dikeluarkan oleh pengunjung juga dapat diatur sesuai dengan kesepakatan penyedia konten WAP dan operator ponsel. Jika informasi yang “dijual” cukup menarik, situs wap yang Anda buat akan menjadi ladang bisnis yang menguntungkan.

Pemanfaatan untuk Bisnis
Sebetulnya situs wap juga dapat dimanfaatkan oleh praktisi bisnis dalam memperlancar dan mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah pemberian layanan informasi kepada konsumen melalui ponsel. Dengan perkembangan saat ini, WAP tidak lagi terbatas pada halaman statis. Salah satunya adalah penyediaan peta online untuk menuju suatu lokasi bisnis. Perjalanan menuju lokasi yang sebelumnya tidak diketahui akan menjadi lebih mudah hanya dengan berpedoman pada ponsel di tangan. Pengguna hanya cukup mengetahui lokasi saat ini dan yang akan dituju, kemudian akan diproses oleh server untuk didapatkan hasilnya. Dari layar ponsel akan diketahui alternatif jalan yang bisa dipilih untuk sampai ke tujuan. Ini akan banyak membantu pengusaha hotel dan usaha lain dalam memberikan layanan kepada konsumennya. Kemudahan dalam memberikan petunjuk ke lokasi usaha akan membuat pengguna ponsel merasa dimudahkan untuk menjadi bagian dari konsumen perusahaan.
Selain itu, pemesanan kamar hotel juga bisa dilakukan secara langsung melalui media ini. Konsumen bukan hanya melakukan pemesanan, tetapi juga dapat memilih kamar yang sedang kosong pada waktu itu tanpa melalui resepsionis. Semuanya dapat dibuat dengan mudah melalui media WAP sehingga akan mempermudah konsumen dalam melakukan transaksi dengan pengusaha. Jika pemesanan kamar hotel bisa dilakukan melalui WAP, tentu saja pemesanan barang juga mampu dilayani di sini. (Ridwan Sanjaya)