21 May 2019
Menemukan Keseimbangan di Era Disruptif Artikel
28 April 2019
Lulusan PT dan Era Society 5.0
02 February 2019
Ketika (Big) Data Berkuasa
25 January 2019
Dilema seorang penemu
(Beritagar, Telatah - 23 Januari 2019)
Tahun 2018 yang penuh antusiasme dan hingar bingar teknologi baru maupun cara-cara baru dalam berbagai aktivitas masyarakat modern ternyata menyisakan tanda tanya keberlanjutannya. Namun filsuf Yunani Heracletos (540-480 SM) telah jauh-jauh menyatakan bahwa nothing endures but change, atau tiada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.
Artinya, inovasi-inovasi yang tercipta hanya baru pada masanya saja dan tetap bisa tergantikan dengan yang lebih baik. Tidak ada yang abadi.
Mengikuti perubahan yang tiada henti seringkali menciptakan kelelahan bahkan keputusan untuk berhenti. Obrolan selama perjalanan pulang dengan sopir taksi bandara yang berusia 62 tahun menyiratkan bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi mengikuti perkembangan taksi sekarang ini. Meskipun setahun yang lalu taksinya juga telah dipasang aplikasi pemesanan secara daring, akhirnya dia menyerah dan mengambil keputusan untuk berhenti dari taksi konvensional, kemudian bergabung dengan taksi bandara yang tidak dikejar-kejar setoran.
Alasannya, dia merasa cara yang baru tersebut lebih cocok untuk generasi yang baru. Meskipun dirinya sudah berusaha belajar sekuat tenaga, tetap saja tidak tak satupun kebiasaan baru bisa dijalaninya. Ia memilih menepi dari hiruk pikuk arus utama dan menjalani pola kerja yang lebih sesuai dengan dirinya, serta melayani captive market yang seringkali juga memilih tidak berubah atau tidak bisa berubah.
16 December 2018
Tatanan Dunia Baru
(Suara Merdeka, Wacana Nasional 15 Desember 2018)
BEBERAPA waktu lalu salah satu calon presiden menyampaikan keprihatinannya akan masa depan generasi muda yang memilih menjadi pengemudi ojek online daripada menjadi pengusaha, pilot, atau sejenisnya. Sebagian masyarakat kemudian bereaksi dengan menekankan informasi terkait penghasilan yang diperoleh pengemudi ojek online. Artinya, penghasilan yang didapatkan oleh pengemudi ojek online bukanlah sekedar angka yang minimal untuk kehidupan berkeluarga.
Namun hal ini sepertinya juga dirasakan oleh banyak pihak yang melihat dan membandingkan profesi pilihan generasi muda saat ini dengan profesi yang dipilih oleh generasi sebelumnya pada masanya dahulu. Sesuatu yang dulunya dianggap tidak perlu menjadi pekerjaan, kini menjadi profesi yang digemari anak muda. Sebagai contoh, jika sebelumnya merekam aktivitas berlibur merupakan kegiatan dokumentasi pribadi yang dibuka secara terbatas, saat ini telah terbuka untuk publik dan menjadi pekerjaan dengan nilai ratusan juta sampai puluhan miliar rupiah.
21 September 2018
“New Normal” dalam Pendidikan Tinggi
(Suara Merdeka, Wacana Nasional 15 September 2018)
"Kemampuan untuk menganalisis secara kritis menjadi salah satu keunggulan yang harus dikembangkan; tidak terjebak semata-mata pada penguasaaan alat atau teknologi."
BEBERAPA waktu lalu kita dikejutkan oleh dua nama calon wakil presiden yang terpilih sebagai pendamping dua calon presiden. Bahkan ada nama calon wakil presiden yang belum pernah muncul sebelumnya dan merupakan usulan baru dalam beberapa jam terakhir sebelum diumumkan. Meskipun banyak yang terkejut, akhirnya dipahami sebagai sesuatu yang normal dan harus berjalan. Titik normal baru yang diterima oleh masyarakat tersebut menjadi hal yang kemudian dipahami sebagai kondisi yang wajar.
Berbagai perubahan yang terus terjadi ini menciptakan kondisi yang disebut sebagai “the new normal”. The new normal merupakan terminologi yang dipakai pada tahun 2009 oleh Philadelphia City Paper saat mengutip Paul Glover dalam menjelaskan kondisi yang semula dinilai tidak umum menjadi sesuatu yang kemudian dianggap biasa, wajar, dan akhirnya diterima secara luas. Pada saat itu, dunia bisnis mencari titik normal yang baru setelah terjadi krisis keuangan pada 2007- 2008 dan resesi global pada 2008- 2012.
Kejutan serupa juga saya alami saat diundang ke Harvard University pada Juli lalu. Saat itu ada kesempatan mendatangi sebuah restoran di kota Boston yang bernama Spyce. Restoran ini memiliki pilihan menu masakan dari berbagai negara yang dapat dipesan sesuai dengan selera dan pantangan pemesannya. Setiap menu masakan juga sudah dihitung kalorinya dan semua pesanan itu dimasak di depan pemesannya dengan urutan berdasarkan antrean.






