Showing posts with label game. Show all posts
Showing posts with label game. Show all posts

17 June 2014

Mengemas Game Menjadi Media Pembelajaran Kreatif

(Suara Merdeka – Halaman Teknologi, Senin 16 Juni 2014)

www.gametechnology.info Selama ini, game seringkali divonis sebagai penyebab penurunan prestasi belajar siswa, peningkatan agresivitas pemainnya, dan penurunan kualitas kehidupan sosial. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun dengan sedikit pergeseran, diharapkan hasilnya akan menjadi positif.

Pada tingkat kecanduan game yang parah, seringkali pemain lebih tertarik untuk menuntaskan permainannya daripada mengikuti proses pembelajaran di sekolahnya. Bahkan karena keinginannya yang kuat untuk menyelesaikan setiap tingkat dalam permainan tersebut, seseorang menjadi lebih agresif.

Bahkan tanpa sadar, dia juga mempelajari kekerasan. Semakin jahat dan brutal, semakin cepat pemainnya menyelesaikan pertarungannya. Beberapa teknik cheat untuk mendapatkan kemenangan dalam permainan juga tanpa terasa telah menghalalkan kecurangan sejak masih kecil.

05 March 2013

Guru Bikin Game, Kenapa Tidak?

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 4 Maret 2013)

Guru Bikin Game Tentunya sudah banyak masyarakat yang mengetahui dan memainkan berbagai produk game untuk kepentingan pendidikan. Semua jenis permainan tersebut tersedia bukan hanya di rak-rak toko-toko buku saja, tetapi juga tersebar luas di internet. Bagaimana jika karya tersebut dibuat oleh para guru yang secara langsung menguasai konten pendidikan?

Sebagian besar permainan tersebut dibuat oleh para programmer atau ahli komputer yang mempunyai keahlian bahasa pemrograman tertentu. Dalam pembuatannya, programmer berpedoman pada gameplay atau aturan-aturan serta konsep dalam permainan yang telah dirancang sebelumnya.

Jika permainan yang dibuat nantinya ditujukan untuk kepentingan edukasi, maka dalam merancang gameplay seringkali harus dikonsultasikan dengan para guru atau praktisi pendidikan. Dengan begitu, konten pendidikan yang disampaikan untuk target pemainnya bisa sesuai dengan tujuan permainan.

Guru sebagai pihak yang secara langsung menguasai konten edukasi, tentunya bisa saja menjadi sumber ide permainan edukasi yang tidak pernah habis. Berbagai permainan sebetulnya bisa diciptakan oleh setiap guru untuk kepentingan belajar-mengajar.

18 October 2012

Heroisme dalam Game

(Suara Merdeka – Wacana Lokal, Sabtu 15 Oktober 2012)

 

Wacana Heroisme dalam Game Pertempuran Lima Hari di Semarang yang dimulai pada 15 Oktober 1945 merupakan rangkaian peristiwa sejak kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sama seperti reaksi rakyat Indonesia di kota-kota lain, pemuda dan rakyat di Semarang berusaha melucuti tentara Jepang yang saat itu bermarkas di Jatingaleh.

Namun karena Mayor Kido menolak dan beberapa tentara Jepang yang ditawan oleh pemuda Semarang melarikan diri bergabung dengan batalion Kidobutai pimpinan Kido, suasana kota memanas. Rakyat bergerak melakukan serangan secara terpisah dan bergerilya terhadap tentara Jepang. Hasilnya beberapa tentara Jepang dijebloskan ke penjara Bulu.
Sebaliknya, tentara Jepang melakukan serangan mendadak ke reservoir Siranda yang dijaga polisi istimewa karena merupakan satu-satunya sumber air minum di Semarang. Kemunculan berita tentara Jepang menebarkan racun di reservoir tersebut, membuat dokter muda Kariadi berusaha memeriksa kebenarannya.
Namun dalam perjalanan ke lokasi, mobilnya disetop tentara Jepang di Jalan Pandanaran dan Dokter Kariadi ditembak bersama tentara pelajar yang menyertai. Nyawanya tidak tertolong meskipun sempat dibawa ke rumah sakit pada 14 Oktober malam harinya. Hal itu mengakibatkan kemarahan pemuda dan rakyat Semarang.
Salah satu daerah yang menjadi medan pertempuran hebat berlokasi di radius 10 kilometer dari daerah yang sekarang ini dibangun monumen Tugumuda. Perundingan antara Jepang dan Mr Wongsonegoro akhirnya menghasilkan penghentian pertempuran yang sudah berlangsung hebat selama 5 hari, bersamaan mendaratnya tentara Sekutu di Semarang.