Showing posts with label google. Show all posts
Showing posts with label google. Show all posts

15 October 2013

Aplikasi Pendidikan Tanpa Biaya

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 14 Oktober 2013)

Mail Unika

Google telah dikenal sebagai penyedia berbagai layanan yang handal di internet. Dukungannya terhadap dunia pendidikan seringkali menimbulkan pertanyaan bagi berbagai pihak, terutama terkait dengan dana yang harus dikeluarkan. Apakah institusi pendidikan di Indonesia perlu mengeluarkan dana untuk mendapatkan dukungan aplikasi pendidikan dari Google?

Kerjasama dengan perusahaan besar apalagi berskala internasional, termasuk Google, merupakan hasil kinerja yang sangat prestisius. Tak heran, banyak yang mempublikasikan kerjasama penggunaan aplikasi Google di lingkungannya secara besar-besaran. Sehingga bagi institusi pendidikan kecil yang minimal dana kerjasamanya, seringkali surut nyali ketika berniat memanfaatkan aplikasi Google untuk Pendidikan.

Padahal Google secara terbuka telah menginformasikan di dalam webnya, bahwa mereka tidak memungut biaya bagi institusi pendidikan yang berminat menggunakan layanan yang dikelolanya. Bahkan jumlah penggunanya tidak dibatasi hanya sampai 10 akun saja, seperti yang pernah diberikan saat layanan ini masih gratis sampai dengan 6 Desember 2012 yang lalu.

Bagi institusi non-pendidikan, pemanfaatan layanan tersebut dikenakan biaya untuk setiap akunnya sebesar lima Dollar per bulan bagi pelanggan yang memilih paket Flexibel atau lima puluh Dollar setiap tahun bagi pelanggan yang memilih paket tetap tahunan.

Sedangkan bagi institusi pendidikan, terdapat beberapa proses yang harus dilalui agar bisa dinyatakan berhak memanfaatkan aplikasi Google untuk Pendidikan tanpa dikenai biaya apapun. Tentu saja, selain deskripsi profil institusi pendidikan yang ditulis pada saat proses pendaftaran, ketersediaan website institusi pendidikan akan sangat membantu dalam proses review dan persetujuan.

27 November 2012

Mudah Bikin Survei dengan Google

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 26 Nopember 2012)

Tampilan Kuesioner dan Kesimpulan dalam Grafik Seringkali untuk mengetahui pendapat publik secara obyektif terhadap suatu pendapat, preferensi produk, atau penilaian atas capaian tertentu, dibutuhkan penyebaran kuesioner dalam jumlah besar kepada kelompok masyarakat yang dituju.

Bahkan untuk ruang lingkup yang lebih luas, juga dipakai untuk mengukur keberpihakan masyarakat seperti pada survei calon presiden, calon gubernur, atau jabatan politik lainnya. Semakin besar kepentingan yang diukur tentunya semakin banyak kuesioner yang disebarkan untuk berbagai lapisan masyarakat.

Yang merepotkan bukan hanya dari sisi penyebaran kuesionernya saja tetapi juga penghitungan hasilnya. Dengan jumlah data yang sangat besar tersebut jika tidak hati-hati sangat dimungkinkan untuk terjadi salah dalam memasukkan data dan berdampak pada hasil survei yang diperoleh.

Beberapa peneliti kadangkala juga menginginkan masukan dari masyarakat yang tersebar di berbagai negara. Hal ini tentu saja hanya bisa dijawab secara efisien melalui penyebaran survei lewat media internet.

Modusnya bisa berupa pengiriman softcopy atau dokumen yang berisi pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui lampiran di dalam e-mail atau menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi bahan kuesioner ke dalam sebuah form yang ditayangkan di dalam website.

Masing-masing pilihan tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan. Jika melalui e-mail, proses pengisian akan berlangsung secara manual dan membutuhkan usaha yang lebih untuk mengisi dan mengirimkan kembali kepada peneliti. Sedangkan untuk mendapatkan hasil akhirnya juga membutuhkan usaha manual dalam memasukkan data-data tersebut.

Berbeda dengan pilihan kedua yang lebih memudahkan pengisi survei dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner. Tidak dibutuhkan program tambahan selain web browser yang umumnya sudah ada di setiap komputer. Mereka hanya perlu mengakses halaman web tersebut serta memilih atau menjawab sesuai dengan jenis pertanyaannya.

Hasil akhirnya akan otomatis dapat dilihat secara real time ketika dibutuhkan peneliti karena hasil isian akan langsung masuk ke dalam database dan dapat dihitung sewaktu-waktu menggunakan aplikasi berbasis web. Namun untuk membuat program pada pilihan kedua dibutuhkan pihak ketiga, yang mungkin membutuhkan biaya tambahan karena tidak setiap peneliti mempunyai keahlian dalam membuat aplikasi berbasis web.

Spreadsheet Google

Google tampaknya melihat kesulitan tersebut dan menyadari peluangnya sebagai penyedia layanan program seperti Microfot Excel yang berbasis web. Melalui program Spreadsheet yang bisa diakses melalui docs.google.com atau sekarang berubah nama menjadi drive.google.com, pengguna internet tidak perlu lagi mengalamai kesulitan dalam membuat survei.

Selain survei bisa disebar ke seluruh dunia melalui internet, pembuatan pertanyaan dalam survei telah dibuat semudah mungkin tanpa harus menjadi ahli pemrograman terlebih dahulu. Ketika pertanyaan-pertanyaan dijawab oleh pengisi survei, secara otomatis akan tersimpan ke dalam setiap baris di dalam program Spreadsheet Google.

Yang tidak kalah menarik, pemilik survei dapat membuat kesimpulan hanya dengan memilih satu menu saja. Dalam sekejap, kesimpulan dari jawaban survei akan ditampilkan bersama dengan grafik yang memudahkan pembuat survei ketika membaca hasil survei.

Fitur ini menjadi istimewa karena dalam pembuatan grafik tersebut tidak menggunakan keahlian dalam menguasai program seperti yang umumnya dialami ketika kita ingin membuat grafik dalam Microsoft Excel atau program yang lain. Tidak dibutuhkan satu menu tambahan sekalipun dalam memproses data menjadi grafik.

Kemudahaan Spreadsheet

Bukan hal baru lagi bahwa konsep simpilisitas atau kesederhanaan bukan hanya ciri khas produsen tertentu saja seperti yang disuarakan oleh Apple, tetapi juga Google dan penyedia jasa lainnya. Anda hanya cukup mempunyai akun Google Mail, maka layanan Google Spreadsheet akan menjadi milik Anda.

Setelah login menggunakan akun Google yang Anda miliki melalui docs.google.com atau drive.google.com, Anda bisa langsung membuat dokumen baru dengan jenis Form atau Formulir melalui tombol Create atau Buat di bawah logo Google.

Selanjutnya Anda bisa menuliskan pertanyaan-pertanyaan kuesioner di halaman pembuatan form. Misalkan jika ingin menanyakan nama pengisi kuesioner, maka di dalam kotak Question Title diisi dengan kalimat tuliskan Nama Lengkap atau cukup Nama Lengkap saja. Sedangkan kotak Question Type diisi dengan Text atau Teks.

Anda bisa mengharuskan pengisi kuesioner untuk menjawab pertanyaan ini dengan memberikan tanda cek pada opsi Make this a required question. Setelah yakin dengan pertanyaan tersebut, tekan tombol Done untuk menyimpannya. Anda tetap bisa mengubah pertanyaan tersebut dengan menekan tombol bergambar pensil di samping kanan pertanyaan.

Pertanyaan berikutnya, bisa dengan memilih jenis pertanyaan Paragraph Text untuk jawaban panjang, Multiple Choice untuk pilihan berganda, Checkboxes untuk pilihan yang lebih dari satu, Choose from a list untuk pilihan seperti Multiple Choice, Scale untuk mengisi jawaban berdasarkan bobot.

Satu lagi, yaitu Grid jika Anda menginginkan jawaban seperti Scale dalam jumlah yang banyak. Pilihan pertanyaan ini umumnya ditemui pada kuesioner yang membutuhkan banyak jawaban dalam skala terendah sampai dengan tertinggi.

Jika Anda menginginkan untuk menambahkan pertanyaan baru, tekan tombol Add item yang terletak di sisi kiri atas halaman Edit Form. Pilihan Section Break dapat digunakan untuk mengelompokkan pertanyaan dalam grup tertentu. Sedangkan pilihan Page Break digunakan untuk membuat pertanyaan di halaman berikutnya.

Jika semua pertanyaan sudah dibuat, tekanlah tombol Save dan sebarkan alamat kuesioner di bagian bawah halaman Edit Form kepada teman-teman atau sasaran survei. Hasil dari jawaban-jawaban yang terkumpul dapat dilihat melalui menu See responses, baik melalui pilihan Summary atau Spreadsheet.

Dengan kemudahan Google dalam membuat survei, menyimpan hasilnya, dan menampilkan grafik dalam kesimpulannya, semua orang akan semakin dimudahkan dalam membuat survei di internet. (Ridwan Sanjaya)

 

Kliping: Suara Merdeka Epaper

16 July 2011

Google+, Senjata Baru Melawan Facebook

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 10 Juli 2011)

googleplus-hangouts Google Plus atau Google+ yang beralamatkan di plus.google.com, saat ini hanya bisa digunakan oleh mereka yang memperoleh undangan dari pengguna Google Plus lainnya. Bahkan dalam beberapa hari ini, Google terpaksa menutup pendaftaran karena kelebihan kapasitas. Apa yang membuat akun Google Plus sangat diburu oleh pengguna internet?

Setelah Google Waves dan Google Buzz gagal menembus dominasi Facebook, perusahaan raksasa pencarian Google kini mencoba kembali dengan Google Plus yang diciptakan sebagai senjata baru untuk menantang kekuatan Facebook. Tentunya ada hal beda yang membuat Google kali ini yakin bisa melawan Facebook.

Serupa dengan Facebook, Google+ merupakan situs jejaring sosial yang memungkinkan Anda berteman dengan pengguna internet lainnya dan berbagi aktivitas di sana. Yang membedakan, Google Plus menggunakan istilah circle (lingkaran) sebagai sebutan kelompok teman. Dengan begitu, Anda bisa berbagi status hanya untuk circle tertentu saja.

Sebetulnya keistimewaan tersebut sudah tersedia lama di dalam Facebook. Hanya saja dalam penggunaannya di Facebook, dibutuhkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaturan privasi dan pembuatan kelompok teman. Di dalam Google Plus, pengelompokkan teman dapat dilakukan dengan mudah melalui fasilitas drag-and-drop.

Selain itu, informasi yang Anda tampilkan melalui Google Plus merupakan hak sepenuhnya milik pribadi yang tidak bisa digunakan oleh Google. Sehingga ketika Anda meninggalkan Google Plus, semua yang Anda tampilkan tersebut bisa ikut Anda bawa pergi tanpa menyisakan satu informasi apapun.

24 November 2008

Komunikasi Video di Dalam Gmail

(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 23 November 2008)

Kejutan Google tidak hanya berhenti dengan menambahkan bahasa Indonesia sebagai pilihan penerjemahan di dalam translate.google.com. Baru-baru ini, Google menambahkan fitur komunikasi video di dalam Gmail.

image Dengan begitu, Anda dapat membaca e-mail di dalam Gmail sekaligus melakukan aktivitas video-chating. Sebelumnya, fasilitas chating di dalam Gmail hanya menyediakan fitur komunikasi berbasis teks.

Untuk mengaktifkannya, Anda hanya perlu melakukan instalasi software tambahan yang terletak di http://mail.google.com/videochat/?hl=en atau melalui link yang terletak di kanan atas Gmail.

Namun sayangnya, software tambahan ini hanya disediakan untuk pengguna Windows XP dan di atasnya. Sampai saat ini sistem operasi lain belum didukung penuh oleh Google dalam komunikasi video di dalamnya. Namun pengembangan tampaknya belum berhenti sampai di sini. Terdapat kemungkinan dukungan terhadap sistem operasi lainnya di dalam fasilitas terbaru dari Gmail ini.

Setelah program instalasi dijalankan, kotak chat di dalam Gmail akan mempunyai satu tambahan link dengan nama Video & More. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan fitur tersebut hanya dengan menambahkan perangkat keras webcam ke dalam komputer Anda.

Sebetulnya fasilitas video-chating sudah sangat umum disediakan oleh berbagai software Instant Messenger seperti Yahoo!Messenger, Skype, MSN, dan lain sebagainya. Namun yang istimewa dengan Google, mereka menyediakannya di dalam layanan e-mailnya yang berbasis web.

Kejutan satu ini tentunya semakin menambah rasa penasaran dan cinta dari penggunanya. Para penggemar Google semakin menunggu-nunggu produk selanjutnya yang akan dihasilkan dari lab Google yang kaya dengan ide.

Penerjemah Google Dukung Bahasa Indonesia

(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 16 November 2008)

 Meskipun sebelumnya telah banyak layanan penerjemahan bahasa online, namun bahasa Indonesia hampir dapat dipastikan tidak termasuk salah satu pilihan bahasa yang diterjemahkan. Sehingga layanan-layanan tersebut hampir tidak tersentuh oleh pengguna di negeri ini.

Google TranslateTetapi Google membawa kabar gembira untuk Anda dengan menambahkan bahasa Indonesia ke dalam layanan Google Translation. Layanan yang diberikan bukan hanya penerjemahan teks yang disalin ke dalam kotak terjemahan, tetapi juga penerjemahan halaman website.

Dengan adanya kedua layanan tersebut, pengguna diberikan keleluasaan untuk memilih jenis penerjemahan yang diinginkan. Apabila yang ingin diterjemahkan merupakan tulisan dari salah satu halaman web, maka layanan kedua lebih disarankan untuk digunakan.

Bahkan Anda juga dapat memanipulasi pemanfaatan layanan ini untuk memberikan dukungan bahasa Inggris atau bahasa lainnya ke dalam situs Anda. Implementasinya tidak jauh dari artikel Otomatisasi Website Pribadi dalam Dua Bahasa yang pernah dimuat di dalam Suara Merdeka 15 Juli 2007.

Dengan menggunakan Google Translation, hasil yang diterjemahkan tidak terbatas pada 300 kata saja namun seluruh kata yang tersedia. Jika pada Toggletext.com, Anda hanya dapat menerjemahkan 300 kata saja. Anda harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bisa menerjemahkan lebih dari 300 kata.

Kelebihan lainnya, teks yang diterjemahkan bukan hanya berasal dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris saja. Tetapi juga ke dalam bahasa Arab, China, Belanda, Inggris, Jepang, Korea, Filipina, Perancis, Jerman, Norwegia, Portugis, Rumania, Rusia, Spanyol, Swedia, Vietnam, dan beberapa bahasa negara kecil.

Masih Terdapat Cacat

Dengan kelebihan-kelebihan diatas, bukan berarti tidak ada cacat. Beberapa hal yang menjadi catatan adalah penerjemahan nama-nama kota. Jika Anda menuliskan kata Bangkok dan diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, maka yang dihasilkan adalah kata Jakarta.

Begitu halnya dengan kota Yala diterjemahkan sebagai kota Yogyakarta dan kota Rayong diterjemahkan sebagai kota Sidoarjo. Jika kata Sidoarjo diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris akan dihasilkan kata Secunda.

Namun jika Anda merasa terdapat kesalahan dalam hasil penerjemahannya, Google membuka kesempatan seluas-luasnya untuk Anda berkontribusi dalam memperbaiki kesalahan yang ada. Terdapat link Suggest a better translation untuk memberi masukan hasil terjemahan yang lebih tepat.

Manipulasi untuk Website

Apabila Anda ingin menggunakan layanan ini untuk memberikan fasilitas bahasa Inggris di dalam website, maka yang perlu dilakukan adalah menuliskan kode <a href=”http://translate.google.com/translate?u=http%3A%2F%2Fwww.contoh.com&hl=en&ie=UTF-8&sl=id&tl=en”>English Version</a> di dalam template situs Anda.

Untuk pengguna Blog, Anda bisa menambahkan kode tersebut melalui fasilitas gadget atau widget. Gantilah www.contoh.com dengan alamat website Anda. Jika ingin mengganti hasil terjemahan ke dalam bahasa Jepang, maka parameter tl=en dapat diganti dengan tl=ja. Sedangkan untuk bahasa Jerman, parameter tl=en diganti dengan tl=de.

Hasilnya dapat Anda lihat di dalam situs www.bukutips.co.cc. Di dalam situs tersebut selain menggunakan kode di atas, Anda juga dapat menyalin kode HTML lainnya yang memungkinkan website atau Blog dapat diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa yang didukung oleh Google.

Dengan adanya fasilitas tersebut, Anda dapat menunjukkan situs web atau Blog milik pribadi ke teman-teman dari mancanegara. Meskipun tidak selalu benar dalam hal grammar, fasilitas ini akan banyak membantu pengunjung situs Anda. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri walaupun Anda tidak bisa berbahasa asing. (Ridwan Sanjaya-http://blogridwan.sanjaya.org)

27 February 2008

Mencari di Situs Pribadi

(Suara Merdeka Minggu - Rubrik Konek 2 Maret 2008)

GOOGLE tidak hanya menyediakan alat bantu pencarian di dalam situs www.google.com semata, tapi juga bisa ditemukan di dalam masing-masing website atau blog pribadi. Sehingga tampilan situs bukan hanya menjadi tampak lengkap dari sisi teknis tetapi juga fungsional karena dapat membantu pengunjung dan pemilik.

Bantuan ini akan tampak semakin bermanfaat, terutama ketika sebuah situs berisi banyak konten dan informasinya selalu bertambah secara periodik. Pengunjung akan dengan mudah menemukan artikel atau informasi yang diinginkan melalui kotak pencarian Google yang disisipkan di dalam website tersebut, meskipun terletak pada indeks halaman yang tergolong besar.
Kemudahan ini bukan hanya membuat pengunjung tidak terburu-buru pergi dari sebuah situs, tetapi juga menimbulkan perasaan nyaman dalam menelusuri setiap informasi yang disediakan di dalam halaman demi halaman yang ada. Perasaan nyaman ini tentunya tidak akan tercipta apabila informasi yang dimaksudkan tidak kunjung ditemukan dengan menggunakan cara manual.
Yang menarik, kotak pencarian ini dapat dimodifikasi sendiri. Fungsinya dapat dikhususkan untuk pencarian lokal dengan menggunakan spesifikasi pencarian yang telah dirancang khusus. Anda tidak hanya dapat memfungsikan kotak pencarian untuk membantu mencari konten di dalam suatu website, tetapi juga memanfaatkan filter pencarian untuk menghindari hasil pencarian dari konten dewasa.


Menyisipkan Kode
Anda dapat menambahkan kotak pencarian Google ke dalam website atau blog melalui fasilitasnya yang diberi nama Google WebSearch. Alat bantu ini memang dikhususkan bagi pemilik website yang menginginkan adanya kotak pencarian dengan berbasis database Google.
Dengan begitu, setiap orang tidak perlu harus datang ke situs resmi Google untuk melakukan pencarian. Hal ini tentunya bukan hanya menjadi keuntungan bagi pemilik website, tetapi juga Google yang telah berhasil memunculkan ikon dan produknya di situs-situs lain.
Untuk memperoleh kode HTML yang menyusun kotak pencarian, Anda dapat mengakses http://www.googlesyndicatedsearch.com/searchcode.html. Selanjutnya klik kotak cek “I have read and agree to the Terms of Service” dan tekan tombol “Get the Free Search Code”.
Terdapat tiga pilihan kode penyusun kotak pencarian, yaitu kotak pencarian normal, kotak pencarian dengan filter konten dewasa, dan kotak pencarian dengan tambahan filter pencarian situs. (Google Free web search with site search). Pilihan ketiga ini merupakan fitur pencarian yang hanya membatasi proses pencarian pada situs Anda saja.
Untuk itu, pilihlah link yang ketiga yang sesuai dengan tujuan awal. Selanjutnya akan muncul kotak yang berisi kode-kode HTML untuk menampilkan kotak pencarian. Di dalam kotak tersebut, kode HTML yang disediakan masih harus diubah agar dapat berfungsi untuk situs web yang Anda miliki.
Perubahan tersebut antara lain pada kalimat “YOUR DOMAIN NAME” menjadi alamat situs Blog Anda, misalkan ridwansanjaya.blogspot.com. Ukuran (size) kotak pencarian juga dapat dimodifikasi melalui tag INPUT TYPE=text name=q yang semula 31 menjadi 25 atau angka yang lain. Jika diperlukan, Anda juga dapat menghilangkan gambar Google untuk menghemat ruang.
Selanjutnya, hasil perubahan tersebut dapat Anda salin ke dalam situs web atau template blog yang Anda miliki. Untuk melihat hasil dari modifikasi, Anda dapat mengunjungi ridwansanjaya.blogspot.com.

23 September 2007

Strategi Meningkatkan Popularitas Website

(Suara Merdeka Minggu – Rubrik Konek 23 September 2007)

Pertanyaan mengenai peningkatan popularitas website sering muncul dalam beberapa kali konsultasi di rubrik Konek dan seminar-seminar mengenai Blog. Dengan semakin meningkatnya popularitas, peringkat sebuah situs di dalam mesin pencari juga akan semakin meningkat. Namun hati-hati, cara-cara yang tidak elegan akan mengakibatkan situs Anda dicoret dari daftar mesin pencari seperti yang terjadi pada IBM dan Ricoh Jerman pada tahun 2006.


Pada saat itu, IBM dan Ricoh Jerman melakukan deceptive practices atau memperdaya proses pencarian sehingga menjadikan mesin pencari Google mencantumkan hasil pencarian yang disesatkan. Dimana halaman web yang mereka buat sengaja diciptakan untuk kepentingan tampil beberapa kali di dalam daftar mesin pencari namun kontennya sama dengan website utama.
Meskipun situs kedua perusahaan akhirnya dicantumkan kembali ke dalam daftar setelah membetulkan situsnya dan meminta maaf kepada Google, peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bahwa ada cara-cara yang tidak diperbolehkan dalam membuat suatu situs menjadi berperingkat tinggi di dalam mesin pencari.
Search Engine Optimization (SEO) atau optimalisasi mesin pencari sebetulnya tidak semata-mata merupakan aktifitas peningkatan peringkat di dalam mesin pencari. Namun lebih pada optimalisasi berbagai komponen di dalam halaman web agar dapat terbaca dan dicari dengan mudah oleh pengunjung. Karena dengan semakin optimal pengelolaan komponen di dalam situs Anda, secara otomatis mesin pencari akan menganggap situs Anda cukup penting untuk dilihat.

Melalui algoritma yang digunakan oleh masing-masing mesin pencari, situs-situs yang dianggap penting berdasarkan keyword atau kata kunci tertentu akan ditampilkan dalam halaman-halaman awal atau bahkan urutan-urutan awal di dalam daftar situs yang disajikan mesin pencari kepada penggunanya. Hal ini akan menguntungkan setiap pemilik situs, terutama perusahaan-perusahaan, yang ingin situsnya diakses terlebih dahulu.
Bahkan bagi perusahaan yang menggunakan jasa AdWords atau iklan yang dikelola oleh Google, tingginya peringkat dapat menjadikan salah satu penyebab naiknya posisi letak iklan dari perusahaan tersebut. Sehingga tidak heran, seringkali Anda akan melihat iklan-iklan yang muncul di sebelah kanan hasil pencarian saling salip untuk menempati posisi teratas dari kelompok iklan yang tampil.

Kesalahan Pemilik Situs
Menurut Vanessa Arellano di dalam selfseo.com, seringkali pemilik situs melakukan lima kesalahan dalam mengelola situsnya. Sehingga situs tersebut bukan saja tidak tercantum di dalam mesin pencari secara optimal, juga menyebabkan pengunjung tidak lagi kembali ke situs mereka. Lima kesalahan tersebut antara lain fokus pemilik web pada desain grafis tanpa memperhatikan informasi yang ditulis di dalamnya. Investasi terbesar seringkali justru ditaruh pada desain website, bukan pada pengelolaan informasi.
Yang kedua, seringkali mereka lupa dengan pentingnya informasi yang selalu baru. Sehingga pengunjung akan selalu berusaha kembali untuk melihat hal terbaru dari situs yang dikelola. Bahkan Google dan beberapa mesin pencari lainnya menganggap suatu situs menjadi penting apabila sering diperbarui. Dengan anggapan tersebut, posisi situs di dalam daftar mesin pencari juga akan meningkat.
Kesalahan ketiga sering terjadi karena pemilik website tidak terlalu peduli dengan keunikan atau perbedaan konten atau isi dari situs yang lain. Jika Anda dapat memberikan sesuatu yang berbeda dan terfokus pada suatu topik, orang lain akan mencantumkan alamat website Anda atau memberikan referensi website ini di dalam berbagai media seperti Blog atau Forum.
Tidak tepatnya penulisan keyword merupakan kesalahan keempat yang banyak dilakukan. Dengan penulisan keyword yang tepat pada setiap informasi yang ditampilkan, hasil dari mesin pencari juga akan semakin optimal “menangkap” situs yang Anda kelola. Tulislah keyword yang potensial bagi pengunjung, yang mungkin akan digunakan oleh mereka dalam pencarian di mesin pencari.
Sedangkan kesalahan yang kelima, pengelola web tidak memberikan label pada link dan gambar yang dicantumkan. Dengan adanya deskripsi yang jelas, bukan hanya membantu konsumen tetapi juga akan membuat calon pengunjung terarah ke dalam situs Anda. Penggunaan keyword dalam pemberian label juga disarankan di sini agar mudah direkam oleh mesin pencari. Jika dimungkinkan, judul website dan judul artikel juga dibedakan untuk memudahkan pembaca dan mesin pencari dalam mendeskripsikan tulisan.

Konten Adalah Raja
Dalam SEO, konten merupakan hal yang utama karena proses pencatatan di dalam mesin pencari lebih terfokus pada informasi yang disajikan. Apabila Anda menjual mebel, Anda dapat menuliskan ulasan dan komentar-komentar dari produk tersebut. Bahkan jika memungkinkan, Anda dapat menambahkan product knowledge atau pengetahuan tentang produk. Dengan demikian informasi-informasi tersebut dapat menjadi salah satu rujukan mesin pencari ketika seseorang melakukan pencarian mengenai mebel. Bagi perusahaan, memberikan pengetahuan mengenai produk dapat juga meningkatkan citra yang positif.
Selain itu, dengan semakin banyaknya informasi yang disajikan maka akan semakin banyak pula keyword yang dapat diciptakan berdasarkan tulisan tersebut. Yang perlu hati-hati dilakukan adalah pencatuman keyword dan informasi yang sengaja diciptakan untuk menjebak pengunjung.
Menuliskan artikel palsu dengan warna huruf yang sama dengan latar belakang sehingga tidak tampak oleh pengunjung namun tetap terekam oleh mesin pencari, seringkali digunakan oleh pengelola web untuk mengelabui mesin pencari dalam proses pencatatan daftar pencarian. Teknik ilegal yang tergolong dalam “Black Hat SEO” ini juga telah berhasil dideteksi oleh Google.
Meskipun berhasil mengelabui mesin pencari, situs-situs ini akan terdeteksi dan pada akhirnya akan dihapus dari daftar mesin pencari. Sehingga sia-sia pekerjaan yang sudah dilakukan untuk meningkatkan optimalisasi mesin pencari.
Jika Anda pengguna Blog, tentunya pertukaran link atau exchange link merupakan hal yang umum dilakukan untuk memperluas jaringan sosial. Aktivitas ini tergolong legal dan dapat meningkatkan popularitas website di dalam mesin pencari.
Bagi situs yang tergolong baru atau belum tercatat di dalam mesin pencari, jangan lupa untuk mencantumkan alamat website Anda ke dalam daftar mesin pencari melalui mekanisme pendaftaran URL. Teknis perekaman yang umumnya dilakukan mesin pencari kadangkala luput merekam situs Anda. Sehingga cara manual ini digunakan untuk memberitahukan situs Anda kepada mesin pencari agar dapat dicatat di dalam databasenya.
Tidak ada satupun yang dapat menjamin posisi pertama situs Anda di dalam mesin pencari. Termasuk Google yang tidak tercantum di halaman awal ketika Anda menggunakan Google untuk pencari dengan menggunakan keyword “Search Engine”, karena algoritma pencariannya Namun dengan beberapa tip yang sudah dibahas, situs Anda dapat optimal tercantum di dalam daftar pencarian.