Showing posts with label virtual reality. Show all posts
Showing posts with label virtual reality. Show all posts

19 December 2021

Ramai-Ramai Metaverse

Suara Merdeka, 18 Desember 2021


Pada saat pandemi, kita diperlihatkan berbagai percepatan adopsi teknologi dan pengembangan teknologi baru untuk manusia bekerja dan hidup di kondisi yang berbeda. Meskipun masih menginginkan untuk kembali ke masa normal sebelumnya, akhirnya banyak pihak menyadari bahwa masa normal yang saat ini sudah tidak bisa sama lagi seperti sebelumnya. Bahkan berbagai hal baru kemudian bermunculan dan memungkinkan untuk mengubah masa depan manusia, salah satunya adalah metaverse atau dunia meta yang disebut oleh Mark Zuckerberg pada saat penggantian nama perusahaannya menjadi meta.    

14 February 2021

Suara Merdeka untuk Generasi Kekinian

(Suara Merdeka, Halaman Utama 11 Februari 2021)

Perkembangan teknologi informasi tidak bisa dipungkiri telah banyak menggerus eksistensi media cetak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bukan hanya karena akses informasi bisa diperoleh secara real-time melalui gadget maupun kebiasaan generasi muda yang sehari-harinya mendapatkan berbagai informasi dari gadget, tetapi juga karena cara untuk mendapatkan media cetak umumnya harus melalui berbagai perantara seperti agen koran, penjual koran, atau loper koran. Biaya kertas dan cetak yang terus naik juga menjadi perhatian tersendiri dalam biaya produksi.

Menghilangkan perantara, meminimalkan biaya, dan mempercepat proses merupakan kelebihan teknologi yang selalu disebutkan dalam rantai pasokan atau seringkali disampaikan pada saat menceritakan kisah sukses perusahaan berbasis teknologi di awal abad 21. Dalam survei AC Nielsen juga disebutkan jumlah pembaca media online di tahun 2020 sudah mencapai 6 juta orang, atau lebih banyak dibandingkan pembaca media cetak yang sebanyak 4,5 juta orang.

Beberapa tahun terakhir ini, beberapa media cetak di Indonesia juga akhirnya memutuskan berhenti atau berpindah ke dalam wujud digital. Apakah media online harus menjadi akhir dari media cetak? Apakah disrupsi digital tidak bisa dihindarkan dari media cetak? Berbagai pertanyaan ini juga muncul pada saat Suara Merdeka menginjak usianya yang ke-71.


16 May 2018

Library 4.0 untuk Perpustakaan Masa Depan

(Suara Merdeka, Wacana Nasional 15 Mei 2018)

SM-15_05_2018-Library-4.0

PERPUSTAKAAN telah mengalami beberapa kali evolusi dalam perkembangannya. Jika semula perpustakaan berfokus pada koleksi pustaka dan layanan, kini telah bergeser pada nilai tambah (Noh, 2015).

Dengan demikian, perkembangan perpustakaan pada tahapan berikutnya sangat mungkin terjadi dan bisa diciptakan. Hal ini diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan pemustaka dan perkembangan teknologi informasi. Harapannya, berbagai penyesuaian dapat membuat perpustakaan semakin berharga dan memberi dampak yang semakin besar bagi dunia pendidikan.

Keberadaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), big data, internet of things (loT), layanan berbasis cloud, dan alat-alat cerdas, sebagai ciri dari Revolusi Industri 4.0 akan membuat banyak perubahan dunia pendidikan (Grewal, Motyka, & Levy, 2018). Akibatnya, pengelola perpustakaan di berbagai belahan dunia menebak-nebak terobosan berikutnya yang harus dilakukan.

Hal tersebut tidak ada yang salah. Hanya saja, melihat kebutuhan nyata yang ada di dalam dunia pendidikan justru harus menjadi fokus dalam pengembangan perpustakaan. Teknologi informasi dapat mewujudkan apabila kebutuhan dan solusi yang dirancang sudah mulai terbentuk.