24 April 2013

Facebook Home, Manjakan Pengguna

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 15 April 2013)

facebook-home1 Beberapa media massa sempat menduga Facebook akan meluncurkan ponselnya sendiri ketika mereka menerima undangan untuk mengunjungi rumah (home) baru Facebook. Ternyata, ketimbang membuat ponsel sendiri, Facebook memilih untuk membuat semua smartphone menjadi gadget berbasis Facebook dengan meluncurkan Facebook Home pada 4 April yang lalu.

Facebook Home, yang baru saja diluncurkan di kantor pusatnya di California tersebut merupakan jawaban dari rumor yang selama ini beredar di masyarakat mengenai ketertarikan Facebook untuk membuat ponsel sendiri.

Aplikasi yang hanya bisa digunakan oleh gadget berbasis Android ini akan mengubah layar gadget pada saat aktif maupun terkunci dengan tampilan dari Facebook yang disebut sebagai Cover Feed.

Dengan adanya tampilan tersebut, gadget akan menampilkan kabar terbaru yang biasanya muncul di halaman beranda dari akun Anda di Facebook disertai gambar atau foto yang memenuhi layar dan tulisan mengenai kabar baru tersebut.

Meskipun tampil di layar terkunci, Anda tidak harus membuka kunci gadget terlebih dahulu untuk menjalankan aplikasi tersebut karena semuanya ditampilkan secara otomatis mengikuti perkembangan terbaru dari akun Anda di Facebook.

05 March 2013

Guru Bikin Game, Kenapa Tidak?

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 4 Maret 2013)

Guru Bikin Game Tentunya sudah banyak masyarakat yang mengetahui dan memainkan berbagai produk game untuk kepentingan pendidikan. Semua jenis permainan tersebut tersedia bukan hanya di rak-rak toko-toko buku saja, tetapi juga tersebar luas di internet. Bagaimana jika karya tersebut dibuat oleh para guru yang secara langsung menguasai konten pendidikan?

Sebagian besar permainan tersebut dibuat oleh para programmer atau ahli komputer yang mempunyai keahlian bahasa pemrograman tertentu. Dalam pembuatannya, programmer berpedoman pada gameplay atau aturan-aturan serta konsep dalam permainan yang telah dirancang sebelumnya.

Jika permainan yang dibuat nantinya ditujukan untuk kepentingan edukasi, maka dalam merancang gameplay seringkali harus dikonsultasikan dengan para guru atau praktisi pendidikan. Dengan begitu, konten pendidikan yang disampaikan untuk target pemainnya bisa sesuai dengan tujuan permainan.

Guru sebagai pihak yang secara langsung menguasai konten edukasi, tentunya bisa saja menjadi sumber ide permainan edukasi yang tidak pernah habis. Berbagai permainan sebetulnya bisa diciptakan oleh setiap guru untuk kepentingan belajar-mengajar.

05 February 2013

Ada Apa dengan Website Presiden?

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 4 Februari 2013)

hackers-movie Baru-baru ini, situs Presiden SBY yang beralamatkan di presidensby.info tiba-tiba berganti wajah menjadi tampilan sebuah logo disertai tulisan jemberhacker team di atas latar belakang yang berwarna hitam.

Peretas meninggalkan identitasnya sebagai MJL007 yang merupakan bagian dari jemberhacker team. Namun dalam waktu yang singkat, situs Presiden SBY berhasil dikembalikan seperti sedia kala.

Ironisnya, ternyata pelaku adalah seorang remaja lulusan SMK, meskipun sebetulnya tidak ada relasi antara kemampuan seseorang dalam meretas dengan tingkat pendidikan yang dimiliki. Apalagi ia ternyata mampu belajar mandiri secara otodidak.

Hal ini menyiratkan bahwa siapapun dapat melakukannya selama ada celah yang bisa ditembus olehnya. Namun ketika melihat objek yang diretas adalah situs yang merupakan cerminan dari simbol negara, muncul pertanyaan apakah semudah itu menerobos keamanan yang ada?

16 January 2013

SMS Penipuan Kembali Marak

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 14 Januari 2013)

SMS gak jelas SMS gak jelas

Akhir-akhir ini, kita dapat merasakan kembali maraknya pesan-pesan singkat berisi iklan yang dikirimkan oleh nomor yang tidak jelas melalui SMS. Begitu juga dengan SMS yang berisi permintaan mengirimkan sejumlah dana ke rekening bank tertentu. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat akan terulangnya kembali pencurian pulsa yang banyak terjadi di tahun 2011 lalu.

Apakah mungkin pencurian pulsa dapat terjadi kembali? Bagaimana mencegah hal tersebut terulang kembali? Apakah ada hukum yang mengatur sanksi terhadap pelaku? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini banyak disampaikan oleh masyarakat. Berikut ini akan dibahas identifikasi SMS berbau penipuan dan cara mencegahnya agar kita tidak menjadi korban.

Sebagai awalnya kita perlu membedakan SMS yang dikirim melalui nomor telepon biasa dan nomor premium yang terdiri dari empat digit saja. Jika pesan dikirim melalui nomor premium, maka pesan tersebut dikirim melalui mekanisme yang resmi di dalam operator ponsel. Pesan tersebut bisa dikirim oleh operator itu sendiri, bisa juga dikirim oleh pihak ketiga yang bekerjasama dengan operator atau disebut Content Provider (CP).

11 December 2012

Vandroid T3i: Tablet Dual Core Ekonomis dengan Layar Sentuh IPS

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 20 Desember 2012)

 

Tablet Advan yang selama ini dikenal oleh masyarakat dengan produk laptop dan tabletnya yang ekonomis, baru-baru ini merilis produk terbarunya Vandroid T3i Dual Core. Sesuai dengan namanya, tablet berbasis Android 4.0 ini menggunakan prosesor Dual Core Cortex 1GHz yang tentu memiliki performa jauh lebih baik dari produk-produknya terdahulu.

Jika melihat pada produk-produk sebelumnya, Advan rata-rata hanya menggunakan prosesor single core Cortex dari ARM untuk setiap tablet yang dirilis. Sehingga seseorang sudah bisa memiliki tablet-tablet tersebut dengan dana kurang dari satu juta rupiah.

Meski tidak kehilangan ciri khas harganya yang ekonomis, tampaknya Advan tidak mau ketinggalan dan mulai berani bersaing dengan produsen tablet dari luar negeri yang kebanyakan sudah menggunakan prosesor Dual Core sampai dengan Quad Core.

Tentunya dengan peningkatan prosesor ini, kinerja tablet menjadi semakin meningkat seiring dengan kenyamanan dan produktivitas. Pengguna semakin nyaman bekerja sambil menjalankan musik atau aplikasi Radio FM dalam waktu yang sama. Bahkan untuk pecinta 3D Games, peningkatan prosesor ini membawa dampak pada makin halusnya performa permainan.

27 November 2012

Mudah Bikin Survei dengan Google

(Suara Merdeka – Rubrik Konek, Senin 26 Nopember 2012)

Tampilan Kuesioner dan Kesimpulan dalam Grafik Seringkali untuk mengetahui pendapat publik secara obyektif terhadap suatu pendapat, preferensi produk, atau penilaian atas capaian tertentu, dibutuhkan penyebaran kuesioner dalam jumlah besar kepada kelompok masyarakat yang dituju.

Bahkan untuk ruang lingkup yang lebih luas, juga dipakai untuk mengukur keberpihakan masyarakat seperti pada survei calon presiden, calon gubernur, atau jabatan politik lainnya. Semakin besar kepentingan yang diukur tentunya semakin banyak kuesioner yang disebarkan untuk berbagai lapisan masyarakat.

Yang merepotkan bukan hanya dari sisi penyebaran kuesionernya saja tetapi juga penghitungan hasilnya. Dengan jumlah data yang sangat besar tersebut jika tidak hati-hati sangat dimungkinkan untuk terjadi salah dalam memasukkan data dan berdampak pada hasil survei yang diperoleh.

Beberapa peneliti kadangkala juga menginginkan masukan dari masyarakat yang tersebar di berbagai negara. Hal ini tentu saja hanya bisa dijawab secara efisien melalui penyebaran survei lewat media internet.

Modusnya bisa berupa pengiriman softcopy atau dokumen yang berisi pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui lampiran di dalam e-mail atau menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi bahan kuesioner ke dalam sebuah form yang ditayangkan di dalam website.

Masing-masing pilihan tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan. Jika melalui e-mail, proses pengisian akan berlangsung secara manual dan membutuhkan usaha yang lebih untuk mengisi dan mengirimkan kembali kepada peneliti. Sedangkan untuk mendapatkan hasil akhirnya juga membutuhkan usaha manual dalam memasukkan data-data tersebut.

Berbeda dengan pilihan kedua yang lebih memudahkan pengisi survei dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner. Tidak dibutuhkan program tambahan selain web browser yang umumnya sudah ada di setiap komputer. Mereka hanya perlu mengakses halaman web tersebut serta memilih atau menjawab sesuai dengan jenis pertanyaannya.

Hasil akhirnya akan otomatis dapat dilihat secara real time ketika dibutuhkan peneliti karena hasil isian akan langsung masuk ke dalam database dan dapat dihitung sewaktu-waktu menggunakan aplikasi berbasis web. Namun untuk membuat program pada pilihan kedua dibutuhkan pihak ketiga, yang mungkin membutuhkan biaya tambahan karena tidak setiap peneliti mempunyai keahlian dalam membuat aplikasi berbasis web.

Spreadsheet Google

Google tampaknya melihat kesulitan tersebut dan menyadari peluangnya sebagai penyedia layanan program seperti Microfot Excel yang berbasis web. Melalui program Spreadsheet yang bisa diakses melalui docs.google.com atau sekarang berubah nama menjadi drive.google.com, pengguna internet tidak perlu lagi mengalamai kesulitan dalam membuat survei.

Selain survei bisa disebar ke seluruh dunia melalui internet, pembuatan pertanyaan dalam survei telah dibuat semudah mungkin tanpa harus menjadi ahli pemrograman terlebih dahulu. Ketika pertanyaan-pertanyaan dijawab oleh pengisi survei, secara otomatis akan tersimpan ke dalam setiap baris di dalam program Spreadsheet Google.

Yang tidak kalah menarik, pemilik survei dapat membuat kesimpulan hanya dengan memilih satu menu saja. Dalam sekejap, kesimpulan dari jawaban survei akan ditampilkan bersama dengan grafik yang memudahkan pembuat survei ketika membaca hasil survei.

Fitur ini menjadi istimewa karena dalam pembuatan grafik tersebut tidak menggunakan keahlian dalam menguasai program seperti yang umumnya dialami ketika kita ingin membuat grafik dalam Microsoft Excel atau program yang lain. Tidak dibutuhkan satu menu tambahan sekalipun dalam memproses data menjadi grafik.

Kemudahaan Spreadsheet

Bukan hal baru lagi bahwa konsep simpilisitas atau kesederhanaan bukan hanya ciri khas produsen tertentu saja seperti yang disuarakan oleh Apple, tetapi juga Google dan penyedia jasa lainnya. Anda hanya cukup mempunyai akun Google Mail, maka layanan Google Spreadsheet akan menjadi milik Anda.

Setelah login menggunakan akun Google yang Anda miliki melalui docs.google.com atau drive.google.com, Anda bisa langsung membuat dokumen baru dengan jenis Form atau Formulir melalui tombol Create atau Buat di bawah logo Google.

Selanjutnya Anda bisa menuliskan pertanyaan-pertanyaan kuesioner di halaman pembuatan form. Misalkan jika ingin menanyakan nama pengisi kuesioner, maka di dalam kotak Question Title diisi dengan kalimat tuliskan Nama Lengkap atau cukup Nama Lengkap saja. Sedangkan kotak Question Type diisi dengan Text atau Teks.

Anda bisa mengharuskan pengisi kuesioner untuk menjawab pertanyaan ini dengan memberikan tanda cek pada opsi Make this a required question. Setelah yakin dengan pertanyaan tersebut, tekan tombol Done untuk menyimpannya. Anda tetap bisa mengubah pertanyaan tersebut dengan menekan tombol bergambar pensil di samping kanan pertanyaan.

Pertanyaan berikutnya, bisa dengan memilih jenis pertanyaan Paragraph Text untuk jawaban panjang, Multiple Choice untuk pilihan berganda, Checkboxes untuk pilihan yang lebih dari satu, Choose from a list untuk pilihan seperti Multiple Choice, Scale untuk mengisi jawaban berdasarkan bobot.

Satu lagi, yaitu Grid jika Anda menginginkan jawaban seperti Scale dalam jumlah yang banyak. Pilihan pertanyaan ini umumnya ditemui pada kuesioner yang membutuhkan banyak jawaban dalam skala terendah sampai dengan tertinggi.

Jika Anda menginginkan untuk menambahkan pertanyaan baru, tekan tombol Add item yang terletak di sisi kiri atas halaman Edit Form. Pilihan Section Break dapat digunakan untuk mengelompokkan pertanyaan dalam grup tertentu. Sedangkan pilihan Page Break digunakan untuk membuat pertanyaan di halaman berikutnya.

Jika semua pertanyaan sudah dibuat, tekanlah tombol Save dan sebarkan alamat kuesioner di bagian bawah halaman Edit Form kepada teman-teman atau sasaran survei. Hasil dari jawaban-jawaban yang terkumpul dapat dilihat melalui menu See responses, baik melalui pilihan Summary atau Spreadsheet.

Dengan kemudahan Google dalam membuat survei, menyimpan hasilnya, dan menampilkan grafik dalam kesimpulannya, semua orang akan semakin dimudahkan dalam membuat survei di internet. (Ridwan Sanjaya)

 

Kliping: Suara Merdeka Epaper